Skripsi Manajemen:Pengaruh motivasi terhadap prestasi kerja Caroline Officer 116 Telkomsel


 BAB I PENDAHULUAN
 A. Latar Belakang Masalah Sumber daya manusia sebagai salah satu faktor produksi terpenting yang  sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan perusahaan. Karena faktor inilah  yang melakukan penggunaan faktor-faktor produksi yang lain dalam perusahaan,  maka perusahaan perlu memberikan perhatiaan yang cukup pada tenaga kerjanya,  agar tujuan yang  ingin dicapai benar-benar terwujud sesuai dengan yang  diharapkan. Mengingat pentingnya peran aktif dari sumberdaya manusia, maka  perlu adanya pengelolaan sumberdaya manusia dari pihak manajemen sehingga  dapat memberikan hasil kerja yang optimal bagi perusahaan. Salah satu cara untuk  mengoptimalkan hasil kerja karyawan yaitu dengan penilaian prestasi kerja karyawan agar mendorong mereka untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggung  jawabnya dengan lebih baik.

Penilaian prestasi kerja sebagai bagian dari sistim manajemen sumber daya  manusia memainkan peran untuk mendorong sumber daya manusia tersebut agar  berprilaku dan mempunyai  sikap kerja yang  sesuai dengan tujuan perusahaan. Penilaian pretasi kerja  juga dapat meningkatkan motivasi kerja karyawan dalam  melaksanakan tugas-tugasanya.  Karena jika  karyawan  mengetahui keberhasilanya melalui hasil penilaian prestasi kerja, maka hal ini  akan menjadi motivasi dalam mempertahankan atau bahkan meningkatkan   prestasi kerjanya. Sebaiknya bila informasi kegagalan diperolehnya, maka hal itu  dapat dapat mendorong karyawan tersebut untuk memperbaiki prestasi kerjanya.
Karyawan yang memiliki semangat kerja yang tinggi akan meningkatkan  kehidupan organisasi atau perusahaan. Loyalitas dan semangat kerja dapat dilihat  dari mereka merasa senang dengan pekerjaannya. Dengan demikian diperlukan  suatu motivator bagi karyawan yaitu berupa pemenuhan kebutuhan fisik dan non  fisik. Dengan terpenuhinya kebutuhan tersebut maka karyawan akan bersedia  bekerja dan melaksanakan tugasnya dengan baik, sehingga hasil pekerjaan yang  dicapai dapat meningkat. Untuk itulah dibutuhkan suatu dorongan bagi karyawan  di dalam menyelenggarakan kegiatan di suatu perusahaan. Dorongan itulah yang  disebut motivasi.
 Menurut Winardi dalam Abdurrahman (2006:81) Motivasi adalah sebuah konteks organisasi merupakan proses dengan apa seseorang manajer merangsang  pihak lain untuk bekerja dalam rangka upaya mencapai sasaran-sasaran organisasi  sebagai alat untuk memuaskan keinginan-keinginan pribadi mereka sendiri.
Pencapaian tujuan motivasi kerja sebagaimana diharapkan menghasilkan hasil  kerja yang efisien, baik bagi diri individu yang bersangkutan maupun bagi  organisasi.
Menghadapi persaingan yang semakin ketat dalam telekomunikasi, setiap  perusahaan telekomunikasi dituntut untuk mampu menghadapi persaingan  tersebut dengan semua sumberdaya yang dimilikinya. PT . Telekomunikasi  Seluler (Telkomsel) merupakan perusahaan jasa telekomunikasi dengan pangsa  pasar terbesar di Indonesia selalu berupaya untuk mempertahankan dan berusaha   memperluas pangsa pasarnya agar dapat memenangkan persaingan industri  telekomunikasi di Indonesia. Salah satu cara untuk mencapai prestasi tersebut  perusahaan memberikan layanan yang mudah dan efisien kepada konsumen yakni  dengan menyediakan caroline officer(call center)  PT. Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) dan PT. Infomedia Nusantara  mengadakan kesepakatan yang tertuang dalam perjanjian kerjasama layanan  Contac Center NO.012/BC/206/111/2006. Dimana dalam perjanjian tersebut  Infomedia menjadi mitra dari Telkomsel untuk melayani pelanggan Pre-paid Telkomsel yakni kartu Simpati dan kartu As dalam bentuk contac center yang  dapat dihubungi di nomor layanan 116 dari kartu Pre-paid Telko msel.
Dalam tugas-tugasnya para Caroline Officer  memerlukan keterampilan  dan ketelitian kerja karena Caroline Officer merupakan petugas yang menangani  langsung menangani setiap keluhan (complain) yang berkaitan dengan bisnis dan  pelayanan yang dilakukan oleh Telkomsel,  permintaan dan informasi yang  berhubungan dengan produk dan layanan Telkomsel. Dimana tugas-tugas tersebut  harus diselesaikan berdasarkan kebijakan mutu dan sasaran mutu yang terdapat  dalam sistim manajemen mutu, yang telah di tetapkan pada ISO 9001 : 2000  dilayanan Call Center Pre-paid. Seperti Standart Operasional Procedure (SOP)  yaitu proses dokumen yang mencatat secara detail bagaimana kegiatan yang ada  di sistim manajemen mutu dilaksanakan, Instruksi Kerja yang merupakan suatu  rincian tugas atau detail proses kerja. Tujuan dibuatnya persyaratan dokumentasi  ini adalah sebagai pedoman / acuan dalam memberikan penilaian terhadap prestasi   kerja agar lebih terarah dan sebagai motivator bagi caroline officer untuk dapat  bekerja lebih maksimal dan efektif.
Tabel 1.
Hasil penilaian prestasi kerja Caroline Officer untuk periode  September 2009 s/d Desember  N o  Aspek  Target  September  Oktober  November  Desember 1  Kuantitatif Service Level  92.00%  91,08  92,68  93,27  92,89  2  Kualitatif a.  Dimensi  Solusi dan  Sikap Layanan b.  Product and  Procedure  knowledge  (PnP)  95.00 % 95.00%  95,59  96,74  95,63  94,72  97,61  97,90  97,23  98,56  3  Kedisiplinan a.  Login  dan  Logot b.  Kehadiran 100%  100%  95,00  92,00  97,00  96,00  98,00  98,00  97.00  94,00  Sumber : PT. Infomedia Nusantara  Servis level hasil penilaianya ditentukan dari sistim berdasarkan interval  penanganan call yang masuk oleh caroline officer dalam satuan waktu tertentu.
Penilaian solusi dan sikap layanan akan dinilai oleh Tapper yang bertugas untuk  mendengarkan kembali rekaman percakapan antara  caroline officer dengan  pelanggan dalam rangka monitoring untuk menjaga kualitas dan kuantitas  pencapaian sasaran mutu.
Berdasarkan tabel 1.1 dapat dilihat  target kerja yg harus dicapai dan  prestasi kerja caroline officer. dimana mengalami perubahan dan fluktuasi pada  beberapa aspek setiap periodenya. Pada kategori servis level terlihat adanya  perubahan untuk setiap periodenya, hal ini berkaitan erat dengan tingkat   kedisiplinan yang juga mengalami perubahan nilai persentase. Perusahaan telah  menegaskan sanksi yang diberikan kepada para caroline officer jika terlambat  atau tidak hadir. Namun dilihat dari tabel hasil prestasi kerja caroline officer di  perusaan masih saja banyak caroline officeryang tidak disiplin. Walau demikian  servis level pada bulan Oktober, November, Desember tercapai. Maka dalam hal  ini penulis ingin mengetahui apakah kebijakan perusahaan dalam menegaskan  sanksi berpengaruh terhadap prestasi kerja caroline officer.
Dalam kategori kualitatif terlihat  dimensi solusi dan sikap layanan juga  mengalami peningkatan namun aspek Product and Procedure knowledge (PnP)  bulan Oktober tidak mencapai target. Dalam hal ini perusahaan melakukan proses  untuk dapat mencapai target kinerja yang sudah ditentukan, yakni dengan  memberikan sosialisasi produk baru, refreshment  produk,  refreshment  pemahaman standart operasional prosedur. Dan perusahan memberikan pelatihan  dan materi yang berkaitan dengan proses kinerja dan materi motivasi kerja. Pada  tahap akhir dari hasil penilaian prestasi kerja maka dilakukan proses penghargaan  (reward) dan hukuman (punishment) yang dapat memberikan motivasi bagi para  caroline officer. Fenomena yang ada di perusahaan terhadap kebijakan-kebijakan  yang diterapkan oleh perusahan yakni para caroline oficer menganggap beberapa  kebijakan yang dilakukan belum sesuai dan tidak bermanfaat dalam proses kerja  caroline officer.
Berdasarkan latar belakang inilah Penulis tertarik untuk melakukan  penelitian mengenai pengaruh motivasi terhadap prestasi kerja Caroline Officer  116 Telkomsel pada PT. Infomedia Nusantara .
 B.  Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya maka yang  menjadi perumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah  motivasi  berpengaruh terhadap prestasi kerja caroline officer 116 Telkomsel Pada PT.
InfomediaNusantara ”.


Skripsi Manajemen:Pengaruh motivasi terhadap prestasi kerja Caroline Officer 116 Telkomsel
Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI

Bab I
Download 
 Bab II
 Download 
 Bab III - V
 Download 
Daftar Pustaka
 Download 
Lampiran
Download