Skripsi Manajemen:Analisis Peran Dalam Hubungan Keluarga Terhadap Keberhasilan Bisnis Keluarga


BAB 1  PENDAHULUAN
 A. Latar Belakang  Usaha Kecil Menengah (UKM) merupakan bagian integraldari dunia usaha  yang mempunyai kedudukan dan peranan yang sangat strategis dalam  mewujudkan tujuan pembangunan nasional. UKM menempati kedudukan yang  sangat penting dalam peta pembangunan perekonomian Indonesia yang  merupakan basis yang tumbuh dikalangan rakyat yang berpotensi untuk  ditingkatkan menjadi tulang punggung perekonomian negara. Krisis multidimensi  yang terjadi pada tahun 1997-1998 pada saat itu sudah jelas terlihat usaha kecil  telah terbukti mampu mempertahankan kelangsungan usahanya, bahkan  memainkan fungsi penyelamatan dibeberapa sub-sektor kegiatanbaik dalam hal  penyediaan kebutuhan pokok rakyat melalui produksi maupun normalisasi  distribusi. Bukti tersebut telah menumbuhkan optimisme baru bagi sebagian besar  orang yang menguasai sumber daya akan kemampuannya untuk menjadi motor  pertumbuhan bagi pemulihan ekonomi.

Pelaku UKM di Indonesia sangat optimistis, tercatat 71% atau mayoritas  UKM di Indonesia tidak akan melepaskan karyawannya pada tahun 2009 ini,  bahkan sebaliknya 23% dari mereka berencana menambah jumlah karyawan.
Pelaku usaha di sektor mikro/UKM sampai tahun 2007 telah mencapai 2.140.000  orang lebih dan melibatkan puluhan juta tenaga kerja, sektor usaha mikro UKM  yang menguasai 71% sektor usaha nasional sudah jelas merupakan penopang  ekonomi nasional (www.tempointeraktif.com, diakses tanggal 28 Desember 2008   pukul 20.00 WIB). UKM mempunyai kemampuan adaptasi yang besar terhadap  kondisi yang dihadapinya baik perubahan teknologi dan kondisi makro ekonomi  sehingga meskipun Indonesia mengalamikrisis ekonomi, UKM bukannya  berkurang melainkan semakin bertambah yaitu lebih kurang 48,9 juta unit atau  99,98% terhadap total unit usaha di Indonesia, tapi kenyataannya pemerintah  belum cukup memberikan kesempatan yang sama kepada kegiatan UKM untuk  dapat maju dan berkembang sesuai dengan kapasitas dan kapabilitasnya yang  merupakan sesuatu yang sangat berharga bagi ketahanan dan keamanan  perekonomian Indonesia di masa yang akan datang. Menghadapi era globalisasi,  UKM yang dipelopori para wirausaha berupaya menumbuhkan kemandirian dan  kemampuannya untuk melakukan Problem Solving (Pemecahan Masalah) dengan  bertumpu pada kemampuan dan kompetensi diri sendiri.
Wirausaha dapat membuka lapangan pekerjaan yang luas untuk memulai  suatu usaha baru, pada umumnya wirausaha memulai dalam ruang lingkup yang  kecil yang beranggotakan keluarga dari wirausaha itu sendiri, yang biasa disebut  dengan bisnis keluarga. Perusahaan yang berjumlah 16 juta di Indonesia 15 juta  diantaranya adalah usaha milik keluarga, dan bisa dikatakan bisnis keluarga  merupakan pelopor semua bisnis (Majalah Family Business,Edisi 9: 2004).
Perkembangan perusahaan keluarga di Indonesia dimulai dari close-circle family (keluarga inti yaitu orang tua dan anak) dan selanjutnya menggandeng mitra mulai  dari suami/istri sampai saudara.
Fenomena dalam bisnis keluarga adalah pendiri mempunyai fokus pada  usaha keras agar bisnis dapat berkembang dan bertahan, pada perkembangannya  ketika perusahaan mulai tumbuh menjadi lebih besar dan kuat, generasi kedua   termasuk saudara dan keponakan mulai masuk menjadi  Dynasti Of Family (Penerus Bisnis Keluarga). Di Indonesia mayoritas pendiri menginginkan agar  anak-anak mereka masuk ke dalam bisnisdan respon dari anggota keluarga pun  menginginkan bekerja dalam bisnis tersebut, hal ini beralasan karena tingkat  penganguran yang demikian tinggi peluang kerja di luar perusahaan keluarga  masih cukup sulit (www.neisha-diva.blogspot.com, Januari 2009 pukul 20.00  WIB).
Badan Pusat Statistik menyatakan bahwa sumbangan yang diberikan bisnis  keluarga terhadap Produk Domestik Bruto mencapai 80% pada tahun 2007,  sekitar 90% perusahaan besar di dunia,ternyata masih punya kaitan dengan  keluarga. Rahardja menyatakan di Indonesia sebesar 70% kekuatan ekonominya  dikendalikan oleh perusahaan keluarga (www.neisha –diva.blogspot.com, Januari  2009 pukul 20.00 WIB) yang berarti sampai saat ini jutaan orang di Indonesia  masih menggantungkan hidupnya pada lapangan pekerjaan yang diciptakannya  sendiri.
Manajemen perusahaan keluarga mempunyai banyak keunggulan, ada  berbagai alasan mengapa hal tersebut bisa terjadi antara lain:  Tabel 1.1  Keunggulan perusahaan keluarga  1  Adanya patrimonial manajemen, yang berarti berbisnis dengan keluarga  atau perlakukan orang lain seperti keluarga sendiri.
2  Mempunyai modal virtual, yang berati memiliki kecerdasan dan modal  intelektual yang tinngi.
3  Mempunyai modal kredibilitas usaha yang dibangun atas jati diri  pelakunya.
4  Bebas dari kunggkungan birokrasi.
5  Keputusan bisa di ambil secara cepat.
Sumber: Majalah Family Busines, Edisi 9. 2004   Keluarga merupakan aset yang dapat menjadi sumberdaya unik dan sulit  ditiru (inimitable) yang dapat menjadi keunggulan bersaing tersendiri. Kesuksesan  berasal dari sebuah keluarga, bila dalam keluarga terbiasa saling menyayangi dan  mendukung, akan menghasilkan individu yang optimis dan sukses. Faktor-faktor  seperti cinta, komitmen, kepercayaan dan proses percaya diri pada anggota  keluarga akan menjadi senjata ampuh sebuah keluarga dalam menjalankan bisnis.
Dewasa ini banyak wirausaha-wirausaha yang telah berhasil dengan  bisnisnya dan mewariskan bisnisnya itukepada anak-anaknya atau generasi  berikutnya. Peran adalah seperangkat pola prilaku yang diharapkan pada  seseorang yang menduduki posisi tertentudalam suatu unit sosial (Robbins,  2001:304), dan keluarga biasanya terdiri darikeluarga inti dan non inti. Keluarga  inti terdiri dari orang tua dan anak, keluarga non inti mulai dari sanak keluarga,  saudara sepupu, keponakan, adik/kakak ipar dan lain-lain. Dalam bisnis keluarga  banyak peran-peran seperti orang tua sebagai pendiri, peran antar saudara, peran  pasangan dari wirausaha yang akan dimainkan oleh setiap anggota keluarga dan  mereka bekerja sama untuk memajukan bisnis keluarga dan kemudian  mewariskan usaha keluarga kepada generasi berikutnya.
Penelitian ini dilakukan pada Toko Ima Browniesdan Toko Juden’s Bakery yang merupakan bisnis keluarga yang sedang berkembang di kota Medan, di  bawah pengelolaan anak-anaknya bisnis toko kue ini semakin berkembang dan  mampu bertahan di tengah persaingan yang cukup tinggi dan untuk lebih jelasnya  peran dalam hubungan keluarga pada toko Ima dan Juden’s dapat dilihat pada  Tabel 1.2 dan Tabel 1.3 berikut:   Tabel 1.2  Peran dalam hubungan Keluarga  Cabang Nama Umur Pendidikan  Terakhir  Hubungan dalam  keluarga  1.Jln.Coklat  Simalingkar  1. Mizkan Nerwin  2. Effi Rahmadiah  55 tahun  49 tahun S-1  SMEA  Orang tua, pasangan  suami istri  2.Jln. Gatot  Subroto. Sky Cross  Medan Fair  1. Prima Wati  30 tahun  S-1  Anak 1  3. Jln. Bahagia.
Teladan  1.Yani  2.Nurhadi Abdillah  28 tahun  20 tahun S-1  S-1  Anak ke-2  Anak ke- 5  4. Jln. Nasution  Marendal  1. Prasetia Jodi  2. Nining  26 tahun  45 tahun SMA  SMA  Anak ke-3  Adik Ipar  5. Jln. Yos  Sudarso. Glugur  1.Nurlaila Mardiah  2. Zubaidah  25 tahun  38 tahun S-1  SMA  Anak ke-4  Adik ipar  Sumber: Mizkan Nerwin  Tabel 1.3  Peran dalam hubungan Keluarga Cabang  Nama  Umur  Pendidikan  Terakhir Hubungan dalam  keluarga  1.Djamin Ginting  Simp. Al-Ahzar.


Skripsi Manajemen:Analisis Peran Dalam Hubungan Keluarga Terhadap Keberhasilan Bisnis Keluarga
Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI

Bab I
Download 
 Bab II
 Download 
 Bab III - V
 Download 
Daftar Pustaka
 Download 
Lampiran
Download