Skripsi Civil Engineering:Program Analisis Grid Pelat Lantai Menggunakan Elemen Hingga Dengan Matlab Versus SAP2000


BAB I  PENDAHULUAN  
1.1 Umum  Ilmu pengetahuan yang berkembang pesat dan pembangunan sarana prasarana  fisik menuntut perkembangan model struktur yang variatif, ekonomis, dan aman. Hal  tersebut menjadi mungkin karena berbarengan dengan kemajuan teknologi komputer  yang semakin canggih dapat memenuhi kebutuhan akan analisa dan desain struktur  saat ini.
Beton sebagai salah satu material utama dalam dunia konstruksi memiliki  beberapa keistimewaan antara lain :  1.  Tersedianya beton dalam bentuk semi cair selama proses pembangunan  sehingga memudahkan dalam mencetak kedalam variasi bentuk yang luas.
2.  Untuk menambah kekuatan beton, dapat dicampur dengan bahan-bahan lain  seperti tulangan baja yang akan menghasilkan kekuatan tarik dan lentur.
Kemampuan pembentukan beton yang mudah dan sifatnya yang juga  sederhana memungkinkan penggunaan bentuk-bentuk yang kompleks sehingga  hampir semua bentuk bisa dibuat dengan beton.  Mengingat beton merupakan  material konstruksi primadona proyek-proyek di Indonesia khususnya untuk  bangunan gedung, jembatan, dan jalan, maka perencanaannya baik dalam analisa dan   desain telahbanyak diaplikasikan ke dalam program komputer di bidang rekayasa  struktur.

1.2 Latar Belakang Masalah  1.2.1 Aplikasi Struktur Grid di Lapangan  Pelat lantai pada bangunan bertingkat maupun jembatan merupakan bagian  struktur yang terpasang mendatar dan berfungsi sebagai tumpuan/berpijak bagi  pengguna yang ada di atasnya. Ketebalan pelat lantai relatif sangat kecil  dibandingkan panjang bentangnyasehingga sifat kaku daripelat sangat kurang. Hal  tersebut menyebabkan defleksi/lendutan dari pelat menjadi besar, sehingga tidak  memenuhi peraturan dan keamanan konstruksi.
Gambar 1.1 Struktur Grid Pelat Lantai Pada Jembatan Sederhana  Salah satu alternatif teknis untuk memberikan kekakuan dan menambah  kekuatan pada pelat lantai adalah memanfaatkan struktur grid, yaitu balok-balok  yang saling menyilang dan menyatu padabidang horizontal dimana gaya-gaya  dominan yang bekerja adalah tegak lurus bidang tersebut sehingga menimbulkan  2   3  momen lentur, momen torsi, dan translasi tegak lurus pada bidang balok-balok.
Dengan menempatkan grid sebagai penyokong akan menambah kekakuan  keseluruhan struktur pelat lantai sehingga besarnya defleksi/lendutan yang terjadi  dapat dikurangi dan memenuhi peraturan dan keamanan konstruksi.
Beberapa keuntungan dari sistem struktur grid adalah:  1.  Mempunyai kekakuan yang besar, terutama pada bentang lebar, sehingga  dapat memberikan kekakuan arah horizontal yang lebih besar pada portalbangunannya.
2.  Mempunyai bentuk yang seragam dengan berbagai variasi dan  cetakannya dapat digunakan berulang kali.
3.  Dapat mendistribusikan beban dan momen pada kedua arah bentangnya  secara merata dengan ukuran model grid yang dapat dikembangkan  sebagai kelipatan dari bentang kolom-kolomnya.
4.  Mempunyai sifat fleksibilitas ruang yang cukup tinggi dan sederhana  sehingga lebih luwes dalam mengikuti pembagian panel-panel eksterior  maupun partisi interiornya.
1.2.2 Pemrograman Komputer Bidang Rekayasa Struktur  Dalam penggunaannya, program aplikasi komputer bidang rekayasa berbeda dengan  program aplikasi komputeruntuk umum. Salah satu proses atau tahapan  penggunaannya dalam bidang rekayasa strukturadalah proses perencanaan (analisis  dan desain struktur).
 Gambar 1.2 Ilustrasi Beban Kerja Struktur Grid  Proses perencanaan dan evaluasi struktur ini meliputi:  1.  Model Struktur dan Analisanya  Suatu struktur yang akan dianalisa terlebih dahulu dibuat model geometri dan  data strukturnya ke dalam program komputer. Pemodelan dilakukan dengan  menggunakan pendekatan dan asumsi-asumsi tertentu seperti kondisi  perletakan/tumpuan apakah dapat diasumsikan sebagai sendi, rol, atau jepit  penuh/sebagian yang dapat mewakili dan sesuai dengan kondisi geometri  struktur sebenarnya.
Model struktur juga harus sesuai dengan permasalahan yang akan dianalisis  yang dikenakan pada struktur seperti beban tegangan, efek temperatur  (thermal), beban gempa, riwayat waktu, dan lain-lain. Setelah dianggap  sesuai dan dapat mewakili keadaan struktur sebenarnya barulah proses analisa  dengan komputer melalui pendekatan numerik dapat dilakukan. Dalam proses  ini perencana struktur dituntut untuk memiliki pemahaman akan struktur yang  4   5  dianalisis sehingga analisa yang dihasilkan dapat menggambarkan perilaku  struktur yang sebenarnya dan dapat dipertanggungjawabkan.
Berbagai pendekatan dalam analisis model struktur untuk mengetahui  perilaku terhadap beban kerja, dikategorikan sebagai berikut:    Linier-Elastik  Elastik berarti struktur yang diberisuatu pembebanan akan berubah  bentuk/berdeformasi, dan akan  kembali seperti semula jika  pembebanan tersebut dihilangkan. Bidang penampang rata sebelum  terjadi lenturan, tetap rata setelah terjadi lenturan dan tetap  berkedudukan tegak lurus pada sumbu bujur balok (prinsip Bernoulli).
Beban dan deformasi bersifat linier/proporsional, nilai regangan  dalam penampang komponen strukturterdistribusi linier atau  sebanding lurus terhadap jarak ke garis netral (prinsip Navier).
Penyelesaian kondisi linier-elastik dapat dilakukan dengan  menggunakan metode Slope Deflection, Cross (Hardy Cross), dan  Metode Elemen Hingga/Finite Elemen Method (FEM).
  Non-Linier  Perilaku dimana pada suatu pembebanan tertentu hubungan beban dan  deformasi tidak linier/proporsional. Deformasi pada suatu kondisi  beban tidak bisa digunakan untuk memprediksi deformasi pada  kondisi beban lain hanya dengan mengetahui rasio beban-beban  tersebut. Penyelesaian kondisi  non-linier umumnya menggunakan  iterasi dan hasilnya spesifik.  Kondisi yang menyebabkan struktur  dapat berperilaku non-linier dapat dikategorikan sebagai berikut:   6    Non-Linier geometri: efek P-∆(analisis orde kedua)    Non-Linier material: Plastik, Yield    Non-Linier tumpuan: gap  2.  Desain penampang  Hasil analisis struktur akibat beban yang bekerja, yaitu gaya-gaya dalam  (momen, lintang, normal, dan torsi) yang ditimbulkan pada struktur  selanjutnya digunakan dalam perancangan penampang dan kebutuhan  tulangan longitudinal (akibat lentur)  tarik/tekan dan tulangan transversal  (akibat geser) sesuai atau memenuhi syarat kekuatan dan daktalitas yang  ditetapkan dalam peraturan yang berlaku.
3.  Pembuatan Gambar dan Detail Struktur  Hasil desain struktur selanjutnya diwujudkan dalam bentuk gambar berupa  denah, potongan, detail, dan lain-lain. Gambar-gambar tersebutlah yang  nantinya akan digunakan sebagai  acuan pada proses pelaksanaan  pembangunan struktur di lapangan. Untuk itu diperlukan program rekayasa  lain yang khusus untuk penggambaran (drawing).
Metode Elemen Hingga (FEM) adalah suatu metode pendekatan yang  digunakan untuk menyelesaikan problem dalam bidang rekayasa struktur. Jika tidak  menggunakan komputer, metode ini mungkin tidak akan digunakan dalam  perhitungan praktis sampai sekarang, karena akan memerlukan waktu yang cukup  lama dan keakuratan yang kurang baik. Dengan pengembangan metode tersebut ke  dalam program komputer, telah menciptakan suatu efisiensi dalam pembuatan   programnya serta tingkat keakuratanyang cukup baik jika digunakan dalam  perhitungan struktur. Dalam tugas akhir ini disajikan suatu perbandingan (solusi  program komputer dengan menggunakan MATLABVersi 6.1dan SAP2000Student Version)  mengenai analisa struktur grid element.
1.3 Maksud dan Tujuan Sesuai dengan latar belakang diatas makatujuan dari penulisan Tugas Akhir ini  adalah: 1.  Menganalisa deformasi dan gaya-gaya yang timbul pada struktur grid  element akibat beban luar, yaitu berupa: 1.  Reaksi tumpuan 2.  Gaya-gaya dalam (momen, lintang, dan torsi) 3.  Lendutan (translasi vertikal dan putaran sudut) 2.  Mengembangkan suatu program analisa struktur untuk grid yang berbasis  metode elemen hingga dengan menggunakan bahasa script programming  yaitu MATLABVersi 6.1.
3.  Membandingkan hasil yang diperoleh dengan software profesional untuk  teknik sipil seperti SAP2000Student Version.
1.4 Landasan Teori dan Tinjauan Literatur Singkat  1.4.1 Landasan Teori  Adapun landasan teori yang digunakan padapenulisan Tugas Akhir ini adalah:  1.  Metode elemen hingga (FEM), yaitu metode pendekatan berdasarkan  fungsi peralihan.
7   z Dz   θx   θy Dz   θx   θy 1  2  L x y  Gambar 1.3 Peralihan Pada Grid Element  2.  Prinsip usaha virtual:  Bila ada suatu struktur dalam keadaan  seimbang, dikerjakan suatu peralihan virtual yang kecil dalam batasbatas deformasi yang masih dapat diterima, maka usaha virtual dari  beban luar tadi sama dengan energi regangan virtual dari tegangan  dalamnya.
3.  Prinsip Bernoulli: Bidang penampang rata sebelum terjadi lenturan,  tetap rata setelah terjadi lenturan dan tetap berkedudukan tegak lurus  pada sumbu bujur balok.
4.  Prinsip Navier: Beban dan deformasi bersifat linier/proporsional,  nilai regangan dalam penampang komponen struktur terdistribusi  linier atau sebanding lurus terhadap jarak ke garis netral.
1.4.2 Tinjauan Literatur Singkat  Untuk mempermudah dalam menganalisis struktur, bentuk struktur sebenarnya  harus diasumsikan sebagai susunan dari elemen garis satu dimensi atau 1D.
Karakteristik elemen-elemen tersebut selanjutnya ditentukan oleh properti masing-8   9  masing materialnya seperti moduluselastisitas E, angka poisson v,dan ditentukan  pula oleh properti geometriknya, seperti luaspenampang A, inersia lentur I, dan  inersia torsi J. Kemudian perilaku nodal penghubung elemen-elemen untuk struktur  secara keseluruhan dapat diasumsikan berperilaku sebagai sendi, semi kaku, atau  kaku.
Metode Elemen Hingga untuk struktur1D membutuhkan penyusunan relasi  dalam bentuk matriks yang menghubungkan gaya nodal dengan peralihan nodal.


Skripsi Civil Engineering:Program Analisis Grid Pelat Lantai Menggunakan Elemen Hingga Dengan Matlab Versus SAP2000
Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI

Bab I
Download 
 Bab II
 Download 
 Bab III - V
 Download 
Daftar Pustaka
 Download 
Lampiran
Download