Skripsi Civil Engineering:Perilaku Balok Komposit Bambu Betung-Beton Dengan Bambu Diisi Di Dalam Balok Beton (Eksperimen)


BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Struktur komposit merupakan gabungan antara dua atau lebih bahan  bangunan yang berbeda sehingga merupakan satu kesatuan dalam menahan gaya atau  beban luar. Struktur komposit memanfaatkan sifat fisik dan mekanik masing masing  bahan sehingga akan diperoleh komponen yang lebih baik dan mempunyai  kelebihan-kelebihan tertentu bila dibandingkan dengan bahan yang membentuknya.
Beton merupakan bahan konstruksi yang sangat penting dan paling dominan  digunakan pada struktur bangunan. Beton merupakan bahan konstruksi yang  mempunyai banyak kelebihan antara lain, mudah dikerjakan dengan cara mencampur  semen, agregat, air dan bahan tambahan lain bila diperlukan dengan perbandingan  tertentu. kelebihan beton yang lain adalah, ekonomis (dalam pembuatannya  menggunakan bahan dasar lokal yang mudah diperoleh), dapat dibentuk sesuai  dengan kebutuhan yang dikehendaki, mampu menerima kuat tekan dengan baik,  tahan aus, rapat air, awet dan mudah perawatannya, maka beton sangat populer  dipakai baik untuk struktur – struktur besar maupun kecil.

Namun beton memiliki kelemahan yaitu tidak mampu menahan gaya tarik,  dimana nilai kuat tarik beton berkisar 9%  -  15% dari kuat tekannya  (Dipohusodo,1994). Oleh karena itu umumnya beton diperkuat dengan batang  tulangan baja untuk menahan gaya tarik yang terjadi.
Namun saat ini harga bahan bangunan termasuk bahan tulangan beton cukup  tinggi, oleh karena itu perlu dicari bahan bangunan alternatif pengganti tulangan baja  yang memiliki kuat tarik yang cukup tinggi, lebih ekonomis dan mudah di dapat.
 Bambu adalah tumbuhan yang banyak tumbuh di indonesia, mudah di dapat  dan harganya cukup murah. Selain itu dari beberapa penelitian bambu memiliki kuat  tarik yang cukup tinggi. Oleh karena itu bambu dapat dijadikan alternatif untuk  memperkuat balok beton untuk menahan tegangan tarik.
Dalam kehidupan masyarakat pedesaan di Indonesia, bambu memegang  peranan sangat penting. Bambu dikenal oleh masyarakat memiliki sifat-sifat yang  baik untuk dimanfaatkan, antara lain batangnya kuat, ulet, lurus, rata, keras, mudah  dibelah, mudah dibentuk dan mudah dikerjakan serta ringan sehingga mudah  diangkut. Selain itu bambu juga relatif murah dibandingkan dengan bahan bangunan  lain karena banyak  ditemukan di sekitar pemukiman pedesaan. Bambu menjadi  tanaman serbaguna bagi masyarakat pedesaan.
Karena perannya sebagai tumbuhan serba guna, bambu dapat digunakan  sebagai alternatif pengganti kayu. Dengan pemakaian bambu diharapkan penggunaan  kayu menjadi berkurang yang akhirnya dapat mengurangi penebangan hutan. Hal ini  merupakan upaya dalam pelestarian hutan.
Sebagai bahan bangunan, bambu mempunyai beberapa keuntungan : 1.  Bambu dapat tumbuh dengan cepat sekitar 7 cm sampai 40 cm dalam kondisi  ideal dan dapat dipergunakan dalam waktu yang relatif singkat serta  pertumbuhannnya kontinu (3 - 5 tahun sudah dapat ditebang) 2.  Memiliki sifat mekanik yang baik dan rasio yang tinggi antara kekuatan dan  berat.
3.  Bambu mempunyai kekuatan tarik yang cukup tinggi (Beberapa Jenis bambu  melampaui kuat tarik baja mutu sedang.
 4.  Bambu mempunyai serat yang sejajar, sehingga kekuatan terhadap gaya  normal cukup baik.
5.   Bambu berbentuk pipa sehingga momen lembamnya cukup tinggi oleh karena  itu bambu cukup baik untuk memikul momen lentur.
Dalam penelitian ini bambu yang digunakan bambu betung(Dendrocalamus  Asper), karena serat bambu betung cukup rapat dan ruasnya panjang. Selain itu,  bambu ini bersifat keras dan dinding batangnya relatif tebal yakni sekitar 1-3 cm.
Lebih tahan lama dam memiliki kuat tarik yang cukup tinggi. Itulah sebabnya bambu  betung lazim dipakai untuk bahan bangunan. Selain itu Bambu Betung ini juga cukup  mudah di dapat di Indonesia.
Komposit bambu–beton memungkinkan untuk  menjadi alternatif pilihan.
Pada penelitian ini bambu diisi di di dalam beton, selain sebagai perkuatan untuk  menahan tegangan tarik yang terjadi pada balok juga untuk mengurangi jumlah  material penyn beton sehingga biaya konstruksi akan lebih murah, khsnya  bagi daerah yang sulit mendapatkan material penyn beton, sementara banyak  terdapat material bambu sehingga tercapai harga yang ekonomis.
Dengan demikian penggunaan bambu betung dan beton sebagai komposit  dapatdilakukan. Kekuatan batang struktur bambu meningkat karena berada di dalam  beton, sedangkan keretakan beton dapat dicegah oleh kekuatan Bambu. Tegangan  tekan dapat ditahan oleh lapisan beton dan tegangan tarik oleh Bambu. Tulangan  yang digunakan pada beton dapat mencegah retak st beton.
Perilaku komposit hanya akan terjadi jika potensi terjadinya slip antara kedua  material ini dapat dicegah. Penghubung geser adalah alat sambung mekanik yang  berfungsi memikul beban geser yang timbul pada bidang kontak kedua material   tersebut, sehingga pada keadaan komposit kedua material bekerja sama sebagai satu  kesatuan. Penghubung geser yang dipasang pada bidang kontak balok dapat berupa  penghubung geser menerus seperti perekat /lem, atau dapat juga penghubung geser  yang dipasang secara discrete seperti baut,paku, pasak, dan alat penghubung geser  lainnya yang sifatnya dipasang secara satuan.
Untuk itu perlu dilakukan perencanaan untuk mengetahui struktur komposit  Bambu Betung – beton memiliki kekuatan yang cukup baik untuk suatu struktur  dengan biaya yang cukup ekonomis. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk  mengetahui apakah komposit ini layak dan aman dipakai dalam struktur bangunan.
1.2 Perumusan Masalah Permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini antara lain:  a.  Apakah bambu betung dan beton dapat dipadukan menjadi sebagai suatu struktur  komposit yang layak dan aman dipakai dalam struktur bangunan? b.  Bagaimana perilaku balok komposit Bambu Betung yang berada di dalam beton  terhadap kekuatan lentur?  c.  Seberapa besar Bambu Betung mampu memikul tegangan tarik akibat  pembebanan? d.  Bagaimana bentuk grafik hubungan beban dan lendutan dari benda uji yang  diteliti? e.  Bagaimana pola retak yang terjadi akibat pembebanan pada komposit Bambu  betung beton?  1.3 Tujuan Penelitian  Tujuan dari penelitian ini adalah :  a.  Melakukan pengujian pembebanan terhadap komposit Bambu Betung yang  dimasukkan di dalam beton di laboratorium b.  Mengetahui besarnya lendutan dan beban maksimal dari pengujian  c.  Memperoleh gambaran tentang kuat lentur komposit bambu–beton d.  Mengetahui kekakuan struktur komposit dari hubungan beban–lendutan (P-Δ)  e.  Mengetahui pola retak yang terjadi pada komposit bambu beton  f.  Membandingkan hasil teoritis dengan eksperimen  1.4 Batasan Masalah  Dalam penelitian yang akan dilakukan, ada beberapa lingkup  masalah yang  dibatasi, yaitu karakteristik bahan yang digunakan sebagai benda uji adalah sebagai  berikut : a.  Bambu yang dipakai adalah bambu Betung b.  Komposit Bambu – Beton berprilaku sebagai Balok c.  Benda uji berupa Balok persegi, dengan bambu dimasukkan di dalam beton d.  Mechanical Properties dipakai adalah small sample dimana bambu yang diteliti  merupakan bambu yang masih alami dan tidak ada perubahan bentuk fisik akibat  proses pengawetan atau proses kimia lainnya e.  Bahan bambu bersifat homogen dan autotropis f.  Mechanical properties konstan dari setiap jenis bambu pada suatu balok komposit  Bambu – beton g.  Regangan yang dipakai lentur  h.  Kuat tekan beton rencana adalah K-175  i.  Tulangan yang digunakan pada beton adalah tulangan minimum yaitu tulangan  polos yang berdiameter 6 mm j.  Pengaruh tulangan beton diabaikan k.  Bentang benda uji balok komposit yang diuji adalah ± 3 meter  l.  Beban dianggap bekerja pada pusat geser (shear center) sehingga balok tidak  dibebani puntiran  m. Beban yang berkerja adalah beban terpusat n.  Komposit yang terjadi pada bambu-beton dianggap penuh (fully connected) o.  Balok komposit didesain dengan metode Ultimate sebanyak 2 buah.
p.  Penghubung geser yang dipakai dan diuji dalam penelitian ini adalah paku 1.5 Mekanisme Pengujian Adapun metodologi dan tahapan pelaksanaan yang digunakan dalam  eksperimen tugas akhir ini adalah : 1.  Pengujian physcal dan mechanical properties bambu untuk mendapatkan: a.  Kadar air b.  Berat jenis c.  Kuat tekan sejajar serat d.  Teganan lentur ultimate e.  Elastisitas lentur bambu  2.  Pengujian kuat tekan beton 3.  Pendesainan komposit balok bambu-beton dengan metode ultimate sebanyak 2  buah 4.  Pembuatan 2 buah benda uji komposit  balok bambu-beton dilakukan di  Laboratorium Bahan Rekayasa Program Strata Satu ( S 1 ) Teknik Sipil   5.  Pemberian beban dengan Hydraulic Jack setelah benda uji berumur 28 hari akan  dilakukan di Laboratorium Struktur Program Magister (S 2) Teknik Sipil  .
6.  Pengujian dilakukan dengan cara meletakkan balok komposit di atas 2 tumpuan,  sendi dan rol. Kemudian diberi Beban statik dengan menggunakan Hydraulic  Jack dengan kondisi dimana beton sudah mencapai umur 28 hari sampai benda  uji runtuh. Beban P diberikan secara bertahap dan pada tiap tahap pembebanan  dicatat lendutan yang terjadi pada titik-titik dimana dial gauge terpasang. Retak  yang terjadi diberi tanda dan dicatat. Kemudian akan dilihat fenomena apa yang  akan terjadi pada komposit Bambu – beton ini. Penelitian akan diamati dari  keadaan elastis sampai plastis. Sampai di dapat beban maksimum yang mampu  dipikul balok komposit tersebut.


Skripsi Civil Engineering:Perilaku Balok Komposit Bambu Betung-Beton Dengan Bambu Diisi Di Dalam Balok Beton (Eksperimen)
Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI

Bab I
Download 
 Bab II
 Download 
 Bab III - V
 Download 
Daftar Pustaka
 Download 
Lampiran
Download