BAB I PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang Seiring perkembangan zaman di era globalisasi
dan disertai dengan kemajuan teknologi yang
terus pesat, hal
ini mengakibatkan terus
penumpukan bendabenda yang
tidak habis pakai
(limbah) karena tak
semua limbah dapat
di daur ulang
menjadi hal yang
bermanfaat, sehingga keberadaan
yang terus menigkat menjadi masalah disetiap negara. Salah satunya
adalah limbah pembakaran serat dan
cangkang sawit, yang kemudian disebut Abu Sawit.
Abu sawit merupakan salah satu
limbah dari pengolahan kelapa sawit. Abu sawit merupakan sisa dari pembakaran cangkang
dan serabut buah kelapa sawit didalam
dapur atau tungku pembakaran yang disebut boiler dengan suhu 7000C-8000C. Abu
sawit berasal dari
unit pengolahan kelapa
sawit yang mana penanganan
limbah tersebut belum ditangani secara baik (Laksmi, 1999).
Limbah yang dihasilkan di lahan perkebunan sawit
dalam setiap ton tandan buah segar yang
dihasilkan limbah organik antara lain: 1. CPO
:200 Kg 2. Tandan Kosong :270 Kg(189 kg ai r,81 kg berat kering) 3. Cangkang
:160 Kg 4. Kernel : 40
Kg 5.Ampas :130 Kg(berat kering) 6.
Lain-l ain :300 Kg (Di rekt orat
Jendral Perkebunan,2008) Menurut
data yang dikeluarkan
oleh Direktorat Jendral
Perkebunan tahun 2008 di Indonesia terdapat seluas 7.125.331
hektar perkebunan kelapa sawit, dan lebih separuhnya
yaitu 4.816.253 hektar
terdapat di pulau
sumatera. Luas lahan tersebut
tersebar dibeberapa propinsi ,seperti terlihat di tabel 1.1.
Tabel1.1 Luas
lahan perkebunan kelapa sawit
(pulau sumatera, Direktorat Jendral Perkebunan, 2008).
No Propnsi
Luas (ha) 1. Naggroe aceh
daeusssalam 311.
2. Sumatera utara 970.
3. Sumatera barat 316.
4. Riau
1.548.
5. Kepulauan riau 6.
6. Jambi
574.
7. Bangka Belitung 133.
8. Bengkulu
165.
9. Lampung
157.
10. Sumatera selatan 630.
Luas areal dan produksi kelapa
sawit akan terus meningkat mengingat saat ini gencar
dilakukan pembukaan lahan-lahan
kelapa sawit baru,
terutama di pulau Kalimantan dan
Papua. Dengan areal
budidaya kelapa sawit
sedemikan luas, kebun
kelapa sawit beserta
pabrik pengolahanya mempunyai
potensi selain menghasilkan
Crude Palm Oil
(CPO) juga menghasilkan
limbah organik yang sangat
besar jumlahnya dibandingkan limbah tanaman perkebunan lainnya.
Menurut hasil
penelitian Muhardi, Iskandar,
dan Rinaldo (2004)
limbah pembakaran serat
dan cangkang sawit
yang berupa abu
memiliki unsur yang bermanfaat
untuk menigkatkan kekuatan mortar.
Mortar yang menggunakan abu sawit
sebagai pengganti sebagian semen dengan persentase 10 % - 40 %, dan perbandingan volume semen : agregat halus 1 :
3, serta faktor air semen 0,55 menghasilkan
kuat tekan maksimum pada penambahan abu kelapa sawit 20 % (Salihuddin,
1993 ; muhardi
dkk, 2004) yang
dimana abu sawit
memiliki sifat pozzolan dan mengandung unsur silica yang
cukup banyak (sekitar 60% dari berat seluruh
sisa pembakaran).
Abu sawit merupakan limbah hasil
pembakaran cangkang kelapa sawit yang mengandung banyak
silikat. Selain itu,
abu sawit tersebut
juga mengandung Kation Anorganik seperti Kalium dan Natrium
(Graille et al, 1985).
Adapun komposisi
abu hasil pembakaran
serat dan cangkang
dapat dilihat dari tabel 1.2.
Tabel1.2 Komposisi abu sawit
hasil pembakaran serat dan cangkang (% massa) Unsur/senyawa
Serat (%) Cangkang Kalium
(K) 9,2
7, Natrium (Na) 0,5 1, Kalsium (Ca) 4,9 1,
Magnesium (Mg) 2,3 2.
Klor (Cl) 2,5 1,
Karbonat Ca03 2,6 1, Nitrogen (N) 0,04
0, Pospat (p) 1,4 0, Silica (SiO2) 59,1 ( Sumber: Graille dkk, 1985 dalam Utama Dan
Sentosa, 2005) Dalam
pembuatan beton merupakan
bahan campuran antara
semen, agregat kasar, agregat
halus, air dan dengan atau tanpa bahan tambah lain dengan perbandingan
tertentu, pemilihan akan
bahan-bahan yang digunakan
sangat penting terutama
untuk memperoleh mutu
beton dengan sifat
sifat khs yang diinginkan
untuk tujuan tertentu dengan cara yang paling ekonomis Beragam
jenis bahan admixture
kimia pada dewasa
ini baik yang diproduksi secara
sengaja maupun yang
tidak (hasil dari
pembakaran bahan bakar dari pabrik-pabrik)telah banyak membantu
para ahli konstruksi dan para suplayer beton
dalam mengatasi masalah
di lapangan, mulai
dari mengurangi pemakaian
air semen, memperlambat
waktu pengikatan, mempercepat
waktu pengikatan, dan
sebagainya. Dengan tidak
mengurangi mutu beton
yang direncanakan.
Pada tugas akhir ini, penelitian yang akan
dilakukan adalah penggunaan abu sawit
(hasil pembakaran pembuatan crude palm oil)sebagai penambahan kebutuhan
semen dan dimana
mutu beton tetap
terjaga serta diharapkan
dapat mencapai mutu beton semakin
tinggi.
I.2. Maksud dan Tujuan Penelitian
ini bertujuan untuk
mengetahaui workabilitas beton
segar dengan penambahan
bahan tambah abu
sawit, serta mengetahui
sifat mekanis beton
yaitu terdiri dari
absorbsi, kuat tekan
dan elastisitas silinder
beton, serta mengetahui pola retak pelat beton dengan
dibandingkan beton normal pada mutu yang sama.
Dari penelitian ini
diharapkan beton dengan
penambahan abu sawit yang
dihasilkan lebih kuat atau sebaliknya beton yang dihasilkan semakin lemah dari beton normal.
I.3. Pembatasan masalah Dalam
penelitian ini permasalahan
dibatasi cakupan /
ruang lingkupnya agar tidak terlalu luas. Pembatasan masalah
meliputi : 1. Mutu beton yang direncanakan adalah f’c =
17,15 MPa.
2. Factor air semen 0,58.
3. Variasi Penggunaan campuran dengan abu sawit
sebagai penambah semen dengan perbandingan
campuran yaitu 0%,
7.5%, 12.5%, 17.5%,
22.5% dari volume semen.
4. Semen menggunakan Semen Portland Tipe I.
5. Menggunakan
bahan campuran abu
sawit yang berasal
dari pabrik Pengelohan Kelapa Sawit (PKS) Adolina.
6. Benda
uji yang digunakan
adalah silinder dengan
diameter 15 cm dan
tinggi 30 cm serta pelat beton dengan
ukuran 100 cm x 100 cm x 8 cm.
7. Perawatan beton dengan cara perendaman di air
untuk silinder, dan untuk pelat beton di
buat di ruangan terbuka.
8. Pengujian kuat tekan dan elastisitas silinder
dilakukan pada umur 28 hari untuk semua
variasi.
an men� � k n � � � dilapangan.
3. Pengolahan Data Data
yang diperoleh dari
lapangan dan kepustakaan
yang bersesuaian dengan pokok
bahasan, disn secara
sitematis dan logis
dan dilakukan korelasi sehingga diperoleh suatu gambaran umum yang
akan dibahas dalam tugas akhir ini.
4. Analisa Data Dari
hasil pengolahan data
akan didapat distribusi
debit aliran pada
setiap masing-masing pipa serta kapasitas
pompa yang digunakan.
5. Penulisan laporan tugas akhir Seluruh
data dan hasil
pengolahannya akan disajikan
dalam satu laporan
yang telah disn sedemkian rupa
hingga berbentuk sebuah laporan tugas akhir.
1.7. Sistematika Penulisan 1.
Pendahuluan Merupakan bingkai
studi atau rancangan
yang akan dilakukan
meliputi tinjauan umum,
latar belakang, maksud
dan tujuan, permasalahan, pembatasana masalah, metode penulisann dan
sistematika penulisan.
2. Tinjauan Pustaka Merupakan
penguraian berbagai literatur
yang berkaitan dengan
penelitian.
Di dalamnya
termasuk persamaan-persamaan yang
berkaitan dengan perpipaan, dan perhitungan sistem jaringan
pipa.
3. Gambaran Umum Wilayah Studi Berisi
gambaran umum daerah
studi meliputi letak
wilayah, batas wilayah, penduduk,
keadaan fisik, PDAM
Tirta Bulian, kependudukan,
jumlah pelanggan, serta kondisi
eksisting dari daerah perencanaan.
4. Metodologi Penelitian Menguraikan tentang alur pelaksanaan
penelitian ini.
5. Analisa & Pembahasan Memaparkan analisa dan hasil yang diperoleh
dari jaringan distribusi pipa air bersih.
6. Kesimpulan dan Saran
Skripsi Civil Engineering:Pengaruh Limbah Abu Sawit Terhadap Sifat Mekanik dan Fisi Beton
Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI
Bab I
|
Download
| |
Bab II
|
Download
| |
Bab III - V
|
Download
| |
Daftar Pustaka
|
Download
| |
Lampiran
|
Download
|
