BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Seperti
yang kita ketahui
bahwa di Negara
Indonesia ini sudah
semakin banyaknya bangunan-bangunan yang
memakai material yang
terbuat dari Baja.
Bahkan tampa
kita sadari, Dimensi
dan ukuran dari
setiap Profil-profil semakin banyak
yang beraneka ragam.
Dan karena semakin
banyaknya pendimensian dan perencanaan
profil, semakin banyak pula system perekayasaan yang dibutuhkan.
Perekayasaan pendimensian
yang dilakukan pada
suatu bangunan juga ditentukan dari
kemampuan suatu profil
bahkan struktur dalam
menahan jumlah beban yang harus dipikulnya, baik secara
permanen maupun sementara.Dan perlu di perhatikan juga
bahwa dalam perencanaan
struktur bangunan sipil
pada umumnya baik berupa gedung, jembatan, dan lain
sebagainya, harus memperhatikan Keamanan dan keekonomisan.
Dan dari
keadaan suatu beban
yang terjadilah, maka
kita akan dapat melakukan
pendimensian sesuai dengan kekuatan yang dibutuhkan dan pemanfaatan keekonomisannya.
Jenis-jenis beban yang sering
diperhatikan dalam perekayasaan: Beban Mati,yaitu
berat dari semua
bagian suatu bangunan
yang bersifat tetap selama masa
layanan struktur.
Beban
Hidup,yaitu beban gravitasi
yang berubah-ubah yang
bekerja pada struktur
dalam massa layannya,
dan timbul akibat
penggunaan beban gedung Beban Angin, yaitu beban yang bekerja pada
struktur akibat tekanantekanan dari gerakan angin.
Beban Gempa, yaitu beban static ekivalen yang
bekerja pada struktur akibat
adanya pergerakan tanah akibat gempa bumi.
Dan akibat
beban-beban tersebut maka
akan sangat banyak
kemungkinan efek yang terjadi
pada struktur, terutama yang akan menjadi inti permasalahan yang akan di bahas yaitu kemampuan dan kestabilan
dari badan balok profil I.
Pelipatan badan merupakan leleh
setempat akibat tegangan tekan yang besar yang terjadi di sekitar beban terpusat. Keadaan ini
ditimbulkan oleh beban terpusat yang bekerja
pada balok, reaksi
perletakan balok, dan
reksi sayap balok
pada sambungan.
Anggapan yang dipakai dalam AISC-
1.10.10.1 ialah beban disebar dengan sudut
45 derajat ke penampang kritis di akhir bagian lurus badan ( kaki lengkungan) yang berjarak k dari muka balok, seperti
gambar 1.1 dibawah. Kebenaran prosedur ini
dapat diperiksa dengan meninjau dua faktor.
Pertama,berdasarkan percobaan
yang telah dibuat,sebelum kehancuran lipat terjadi, beban disebar sejarak N + 2,5k sampai
N + 5k, terutama bila panjang dukungan
kecil.; Kedua , tegangan leleh pada
daerah antara penampang kritis dan muka sayap
cenderung lebih kecil dari tegangan leleh pada badan.Sehingga, pelipatan akibat tegangan tinggi dengan tekuk inelastic
tidak mengakibatkan secara langsung tekuk
sayap, tetapi terjadi di daerah web, disekitar lokasi beban terpusat itu.
Gambar 1.1 Sistem pembebanan pada Balok I
dengan beban terpusat Dari permasalahan
diatas bias kita buat kesimpulan pemahaman bahwa kita akan menyelidiki Stabilitas badan profil I (
Local Buckling ).Dan untuk menyelidiki Local
Buckling maka kita akan memperhatikan parameter seperti berikut: 1.Lentur local pada flens, yaitu Kemampuan
sayap profil untuk untuk menerima beban
tekan pada profil.
2.Leleh local pada web yaitu
leleh yang terjadi pada badan profil akibat menerima baban yang mendekati batas fatique
nya.
3.Lipat pada Web, yaitu tekukan
yang terjadi pada badan profil.
4.Kegoyangan Tekuk web,yaitu tekuk putar yang
terjadi pada web akibat kestabilan yang
kurang saat menerima beban.
5.Lentur pada pelat web, yaitu
Kemampuan web profil untuk menerima beban.
Tetapi karena semakin
berkembangnya teknologi terutama komputer terutama dalam perindustrian, untuk
mempercepat perhitungan pekerjaan maka pemakaian
software simulation akan menjadi sangat membantu dalam pemecahannya.
1.2. Permasalahan Masalah yang dibahas dalam tugas akhir ini
ialah efek yang terjadi pada web ( Badan
) profil Baja WF terhadap respon beban terpusat yang di sebut sebagai leleh pada web
dan Web Crippling.
Dimana beban yang
akan di tinjau
akan diletakkan diatas
bearing plate. Parameter
stabilitas yang akan
dikaji adalah kekakuan
web, pengaku (stiffener), Beben terpusat yang disalurkan ke gelagar
(R), Tegangan akibat beban
yang dialami (fc), dan
ukuran dimensi Profil. Kajian dari parameter tersebut akan mempengaruhi besarnya respon efek tekukan
dan lipatan pada Web ( Badan).
1.3 Pembatasan Masalah Dalam
tugas akhir ini
akan dilakukan kajian
terhadap gelagar Baja WF dengan jenis baja ASTM A36.
Dimana
perhitungan dilakukan secara
Manual berdasarkan peraturan SNI
dan membandingkannya dengan
hasil output softwere
ANSYS 12.0 Bearing
plate yang digunakan
juga terbuat dari baja
atau seluruh bahan bersifat isotropic dan berkarakter
nonlinier.
Perhitungan terhadap lendutan tidak diikut
sertakan.
1.4. Maksud Dan Tujuan Maksud dan tujuan dari penulisan tugas akhir
ini adalah untuk: 1. mengkaji keadaan lipatan Web Crippling
terhadap pengaruh Panjang dukungan (N)
yang memikul pembebanan
R yang diletakkan
diatas gelagar.
2. Untuk
mengetahui dimensi pelat
pendukung yang diperlukan
untuk menahan beban.
3. Untuk
mengetahui pengaruh pembebanan
dan besar dimensi
dari pelat pendukung
maupun stifenner terhadap
tegangan dalam kajian stabilitas badan.
1.5. Metode Penulisan Adapun metodelogi penelitian dilakukan dengan
metode study literature dan pemakaian software
ANSYS yaitu mencari
solusi untuk permasalahan
dengan mengumpulkan data-data
dan keterangan dari
buku-buku maupun perjanjian
yang telah ada
dan jurnal-jurnal yang
dapat diakses melalui
searching internet yang berhubungan dengan
pembahasan tugas akhir
ini serta masukan
dari dosen pembimbing.
Analisa struktur dilakukan
dengan Perhitungan Manual
dan bantuan program computer Ansys untuk Perbandingan
perhitungan.
Skripsi Civil Engineering:Kajian stabilitas (Local Buckling) pada Badan Profil IWF Akibat Beban Terpusat Dengan Perhitungan Manual Dan Ansys
Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI
Bab I
|
Download
| |
Bab II
|
Download
| |
Bab III - V
|
Download
| |
Daftar Pustaka
|
Download
| |
Lampiran
|
Download
|
