BAB I PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Pada
konstruksi baja permasalahan
stabilitas merupakan hal
yang sangat penting,
dikarenakan komponen struktur
baja rentan terhadap
tekuk akibat pembebanan
yang melebihi kapasitasnya
sehingga terjadi ketidakstabilan pada struktur baja. Terjadinya
fenomena tekuk pada struktur baja disebabkan
karena elemen baja
pada umumnya tipis,
sehingga mudah mengalami tekuk yang akan mengurangi kapasitas
dari struktur itu sendiri.
Apabila sebuah
batang lurus dibebani
gaya tekan aksial
dengan pemberian beban
semakin lama semakin
tinggi, maka pada
batang tersebut akan
mengalami perubahan. Perubahan
dari keadaan sumbu
batang lurus menjadi sumbu batang melengkung dinamakan
tekuk (buckling).
Pada umumnya,
batang akan mengalami
tekuk kearah sumbu
lemah penampangnya. Untuk
menghindari terjadinya tekuk,
panjang bentang diperkecil dengan cara memasang pengaku
(bracing) pada arah sumbu lemah kolom.
Gambar 1.1
Sumbu Lemah Dan
Sumbu Kuat Penampang Batang
pengaku (bracing) merupakan
salah satu komponen
struktur yang berfungsi
untuk mengantisipasi kekakuan
struktur baja yang
lemah.
Adapun jenis-jenis pengaku antara
lain : a. Pengaku Diagonal (Diagonal Bracing), terdiri
dari : •
Pengaku silang (Cross
Braces), dimana tiap
batang pengaku diagonal didesain sebagai batang tarik •
Pengaku K (K Braces), dimana salah satu batang pengaku diagonal didesain sebagai batang tarik, sedangkan yang
lain didesain sebagai batang tekan b.
Pengaku Menerus (Continous Bracing) c.
Compression Flange Braces, dimana berfungsi untuk menghindari tekuk torsi-lateral dari sebuah balok 1.2.
Perumusan Masalah Analisis tekuk
elastis dilakukan sebagai berikut: M(x) = P u(x) = – =
– dan solusinya adalah u(x) = A sin kx + B cos
kx, dimana k = saat x
= 0 →u(x = 0) = 0 = A . 0 + B . 1 ⇒B = 0 x= L →u(x = L) = 0 = A sin kL solusi exist bila A ≠0 ⇒sin kL = 0 atau kL = nπ;
dimana n = 1, 2, …..
sehingga k = dan
P = EI Untuk nilai n = 1, diperoleh : ……..
Pers. 1 Sesuai dengan
persamaan 1, dapat
disimpulkan bahwa nilai
gaya axial maksimum (Pcr) berbanding terbalik dengan
nilai panjang bentang (L).
Oleh karena itu, untuk
menghindari terjadinya tekuk terhadap sumbu lemah, dapat digunakan pengaku pada sisi sumbu lemah
batang.
Gambar 1.2 Ilustrasi pengaku
simetris terhadap sumbu lemah kolom Gambar
1.3 Ilustrasi lendutan yang terjadi setelah penambahan pengaku Pada umumnya, letak pengaku sejajar dengan
pusat geser penampang, di mana
berada di tengah
sumbu lemah kolom.
Namun, apabila kondisi struktur
tidak memungkinkan untuk
memasang pengaku di
tengah sumbu lemah kolom (dapat disebabkan oleh adanya
dinding atau komponen struktur maupun non-struktur
lain yang menghalangi)
maka letak pengaku
dapat dipindah sehingga tidak
tepat berada di tengah sumbu lemah kolom lagi.
Adapun efek
yang timbul akibat
perpindahan letak pengaku
antara lain akan
timbul efek torsi
pada kolom sehingga
akan ada penambahan tegangan (stress) yang terjadi.
1.3. Tujuan -
Untuk mengetahui efek
pengaku non-simetris yang
terjadi pada portal baja - Menghitung pertambahan tegangan pada kolom
akibat adanya torsi dari pengaku
non-simeris - Membandingkan
hasil analisa struktur
antara bangunan dengan
letak pengaku simetris dan
bangunan dengan letak pengaku non-simetris 1.4.
Pembatasan Masalah Adapun pembatasan
masalah yang diambil untuk
mempermudah penyelesaian adalah :
a.
Profil kolom digunakan profil WF b. Profil balok digunakan profil WF c.
Profil pengaku digunakan profil Kanal d.
Letak pengaku pada ketinggian ½ L e.
Tidak membahas mengenai sambungan 1.5.
Metodologi Penulisan Metode yang
digunakan dalam penulisan
tugas akhir ini
adalah kajian literatur berdasarkan metode analitis dengan
menghitung persamaan / rumus serta masukan-masukan dari
dosen pembimbing dan
dengan menggunakan bantuan program SAP 2000
Skripsi Civil Engineering:Kajian Efektivitas Letak Pengaku (Bracing) Non-Simetris Terhadap Sumbu Lemah Kolom
Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI
Bab I
|
Download
| |
Bab II
|
Download
| |
Bab III - V
|
Download
| |
Daftar Pustaka
|
Download
| |
Lampiran
|
Download
|
