BAB I PENDAHULUAN
1.6 Latar Belakang Konstruksi bangunan tidak
terlepas dari elemen-elemen seperti balok dan kolom, baik yang terbuat dari baja, beton atau
kayu.
ada tempat-tempat tertentu elemen-elemen tersebut harus disambung. Hal
ini dikarenakan ketersediaan material di
pasaran dan juga berhubungan dengan kemudahan dalam pemasangan di lapangan.
Pada konstruksi baja sambungan
merupakan hal yang harus diperhatikan dengan
serius karena elemen-elemen strukturnya tidak bersifat monolit (menyatu secara kaku) seperti pada konstruksi beton.
Sambungan berguna untuk
memindahkan gaya dari satu elemen ke elemen lainnya. Sambungan harus mampu memikul gaya
yang dipindahkannya beserta gaya
sekunder yang ditimbulkannya. Alat sambung memindahkan gaya melalui elemen penyambung serta meneruskannya ke
elemen lain.
Alat-alat sambung yang biasa
digunakan adalah sebagai berikut: 1.
Sambungan dengan paku keling (rivet) 2.
Sambungan dengan baut (bolt) 3.
Sambungan dengan las (welding) Untuk sekarang ini sambungan paku keling
sudah jarang digunakan karena kesulitan
dalam pemasangannya. Jadi, Tugas Akhir ini direncanakan menggunakan sambungan baut. Klasifikasi sambungan adalah sebagai berikut:
1. Sambungan pada hubungan buhul
pertemuan batang batang memikul gaya aksial
tarik dan tekan.
2. Sambungan pada hubungan balok kolom memikul
gaya momen, gaya lintang dan normal. Sambungan pada hubungan balok kolom antara
lain: 1. Sambungan Sendi (Simple
Connected) Sambungan tidak mampu memikul momen dan bebas berotasi di antara kedua
elemen yang disambung.
2. Sambungan Semi Kaku (Semi Rigid) Sambungan
mampu memikul sebagian momen dan tidak mampu mempertahankan sudut di antara elemen baja
yang disambung.
3. Sambungan Kaku (Rigid Connected) Sambungan
yang dianggap mampu mempertahankan sudut di antara elemen baja yang disambung.
Indonesia berada pada wilayah
gempa 3 seperti ditunjukkan pada gambar. Wilayah gempa 1 adalah wilayah dengan
kegempaan terendah sedangkan wilayah gempa
6 adalah wilayah dengan kegempaan tertinggi.
embagian wilayah gempa didasarkan atas percepatan puncak batuan dasar
akibat pengaruh gempa rencana dengan
periode ulang 50 tahun. Gempa bumi
merupakan fenomena alam yang tidak dapat dihindari, tidak dapat diramalkan
kapan terjadi dan berapa kekuatannya.
Gempa bumi juga menimbulkan kerugian
karena kerusakan infrastruktur dan juga menimbulkan korban jiwa. Oleh sebab itu, bangunan-bangunan
yang dilewati oleh jalur gempa aktif
seperti di Indonesia harus direncanakan tahan terhadap gempa. Kerusakan akibat gempa dapat dicegah dengan memperkuat
struktur bangunan terhadap gaya gempa
yang bekerja padanya. 1.7 Permasalahan Suatu struktur dinyatakan stabil jika tidak
mudah terguling, miring atau tergeser
selama umur rencana bangunan. Risiko terhadap kegagalan struktur dan hilangnya kemampulayanan selama umur rencana
harus diminimalisir. Seperti diketahui
bahwa dalam konstruksi baja sambungan adalah hal yang sangat diperhatikan sehingga bangunan stabil.
Sambungan harus mampu memikul gaya yang
dipindahkanya sekaligus gaya sekunder yang ditimbulkannya. Dalam Tugas akhir saya ini saya menggunakan sambungan baut
mutu tinggi untuk menghubungkan kolom dan balok suatu portal.
Dengan demikian dapat dijamin bahwa
selama gempa terjadi, pelelehan tidak terjadi pada sambungan.
Ketentuan mengenai tata cara
perencanaan struktur baja untuk bangunan gedung di Indonesia telah mengalami
pembaharuan. Saat ini peraturan terbaru yang
telah dipublikasikan sejak 2002 adalah SNI- 03- 1729- 200 yang mengacu pada metode perencanaan Load Resistance and
Factor Design (LRFD).
Dalam SNI- 03- 1729- 2002
dinyatakan bahwa sambungan pada struktur pemikul gempa harus mampu mengakomodasi
terjadinya penyerapan energi yang baik
pada sendi. Dengan penomoran wilayah gempa sesuai dengan peraturan terbaru untuk wilayah Medan, maka saya akan
menganalisa perbandingan sambungan balok
dan kolom antara baut dengan untuk menahan beban gempa sesuai dengan peta gempa 2002. 1.8
Tujuan Penulisan Maksud dan tujuan tugas akhir ini adalah mengkaji
penggunaan baut pada sambungan pertemuan
kolom dengan balok pada konstruksi baja
di wilayah gempa
3. Hasil yang diharapkan dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui
efisiensi sambungan balok dengan kolom menurut SNI 03-1729-2002 yang layak secara struktural dalam menerima gaya gempa dan dibandingkan dengan PBBII 1983.
1.9 Pembatasan Masalah Ada beberapa hal yang
menjadi pembatasan masalah pada Tugas Akhir saya ini, antara lain : 1. Metode yang digunakan pada pengerjakan Tugas
Akhir menurut SNI 03-1729-2002 dan dibandingkan dengan PBBII 1983. 2.
Menggunakan peta zonasi gempa tahun 2002. 3.
Wilayah gempa yang digunakan adalah wilayah gempa 3 (Medan). 4.
Jenis sambungan yang dianalisa adalah sambungan baut.
5. Baut yang dianalisa adalah baut mutu tinggi.
6. Mutu sambungan adalah A325.
7. Mutu profil ASTM A36 dengan tegangan leleh fy
= 250 Mpa, dan kekuatan tarik fu = 400
MPa. 8.
Beban yang ditahan adalah beban hidup, beban mati dan beban gempa 9. Dimensi balok dan kolom menggunakan profil
baja IWF.
10. Analisa dilakukan menurut
Hukum Hooke di mana hubungan tegangan regangan
linier. 11. Material yang digunakan
bersifat linier elastik, isotropik homogen.
12.
embahasan hanya meliputi hubungan
balok dengan kolom.
13. Konstruksi yang dianalisa
adalah portal tiga lantai.
1.10Metode Pembahasan Adapun
metode yang akan digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah studi literatur dengan mengumpulkan
data-data dan keterangan yang berhubungan
dengan analisis yang akan dibahas pada tugas akhir ini. Adapun sumbernya adalah buku dan jurnal serta masukan-masukan dari dosen pembimbing. Berikut ini adalah metodologi yang digunakan
dalam penulisan Tugas Akhir ini : I. Pendahuluan II. Tinjauan Pustaka III. Analisa Sambungan Balok dengan Kolom pada
Portal Baja IV. Kesimpulan dan Saran
Skripsi Civil Engineering:Analisa Sambungan Balok Dengan Kolom Menggunakan Sambungan Baut Berdasarkan SNI 03-1729-2002 Dibandingkan Dengan PPBBI 1983
Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI
Bab I
|
Download
| |
Bab II
|
Download
| |
Bab III - V
|
Download
| |
Daftar Pustaka
|
Download
| |
Lampiran
|
Download
|
