BAB I PENDAHULUAN
I. Umum Air
mempunyai arti yang
penting dalam kehidupan,
salah satunya adalah dalam
usaha pertanian. Di
samping sebagai alat
transportasi zat makanan
untuk pertumbuhan, air
memegang peranan penting
dalam proses penguapan.
Karena dengan penguapan suhu
tanaman akan relatif tetap terjaga.
Aliran air
pada sungai atau
rawa adalah sumber
air yang dapat
digunakan untuk keperluan
Irigasi untuk memenuhi
kebutuhan air pada
tanaman. Salah satu Daerah
Irigasi di Sumatera Utara adalah Daerah Irigasi Sungai Ular.
Pada bagian
hulu Daerah Irigasi
ini terdapat Bendung
Sungai Ular yang terletak
pada Kabupaten Serdang Bedagai, dikonstruksikan sebagai pengendali banjir tahunan dan untuk meninggikan elevasi muka air
yang akan dialirkan untuk kegiatan irigasi. Konfigurasi
daerah ditentukan menjadi
daerah total dari
18.500 ha akan dibagi daerah
irigasinya menjadi sistem
irigasi dari 8
intake dari sungai ular.
Bendung sungai Ular akan
menaikkan elevasi muka air sehingga air
dapat disadap dan mengalir masuk ke
dalam saluran pengambilan (intake).
Untuk menjaga kualitas air
irigasi di Sungai Ular dikonstruksikan bangunan kantong
lumpur (settling basin)
tepat setelah bangunan
pengambilan. Bangunan kantong
lumpur merupakan bangunan
pelengkap atau bagian
dari bangunan utama yang berfungsi
untuk mengelakkan angkutan
sedimen dasar dan
layang terutama fraksi pasir dan yang lebih besar agar tidak
masuk ke jaringan pengairan. Bangunan kantong lumpur
pada umumnya dibangun
di hilir bangunan
pengambil (intake) sebelum masuk ke saluran induk.
Operasi dan
pemeliharaan bangunan yang
kurang tepat di
lapangan akan mengakibatkan efisiensi kantong lumpur menurun
sehingga beberapa bangunan tidak dapat membersihkan
untuk kerja yang
maksimal. Pada beberapa
kasus juga ditemukan
bahwa akibat konsep
desain yang kurang
baik telah mengakibatkan bangunan sukar dioperasikan dan memerlukan
biaya pemeliharaan yang tinggi.
I.2. Latar Belakang Dasar
sungai biasanya tersusun oleh endapan dari material angkutan sedimen yang
terbawa oleh aliran
sungai, material tersebut
dapat terangkut kembali
apabila terjadi kenaikan
kecepatan aliran yang cukup tinggi. Jika ada aliran air yang disadap untuk keperluan irigasi maka sedimen akan
masuk ke dalam jaringan irigasi, untuk itu
perlu dikonstruksikan bangunan kantong lumpur.
Penelitian dilakukan
pada Daerah Irigasi
Sungai Ular yang
dahulunya memiliki sistem
pengambilan air berupa
free intake (pengambilan bebas).
Dahulu beberapa perbaikan
tertentu untuk struktur
intake lama telah direncanakan
dalam rangka untuk
mengurangi masuknya sedimen.
Sebagai permisalan, setiap
struktur intake telah disediakan
dengan kolam endap/kantong
lumpur setelah pintu
intake.
Akan tetapi
kantong lumpur tidak
mempunyai sistem pembilasan
secara hidraulis karena
tinggi air yang
terbatas, oleh sebab
itu diperlukan proses
pembersihan sedimen secara manual
dengan perlengkapan. Pintu saluran masuk pada
free intake akan membawa air dari sungai ular menuju pintu intake pada
kecepatan air tertentu.
Sebelum
ada bangunan bendung,
sebagian besar dari
kantong lumpur pada free
intakeeksisting selesai sebelum tahun 1986. Semuanya berfungsi dengan baik, akan
tetapi pekerjaan pemeliharaan
seperti pengerukan jarang
dan bahkan tidak pernah diimplementasikan setelah
struktur diselesaikan karena
kantor proyek tidak memiliki biaya
Operasi dan Pemeliharaan
sehingga seluruh kantong
lumpur yang dikonstruksikan pada tahun 1980 telah penuh
dengan pasir dan sebagian besar pasir masuk
ke dalam saluran primer dan sekunder dan bahkan saluran tersier pada sistem irigasi Sungai Ular.
Untuk
mengatasi hal tersebut
dan menjaga keseimbangan
air pada saluran irigasi sungai ular didirikan bendung baru
yang terletak secara melintang pada arah aliran
Sungai Ular sebagai
pengembangan daerah irigasi
tersebut. Dikonstruksikan struktur
intake pada sebelah
kanan bendung yang
terdiri dari pintu
pengambilan, kantong lumpur dan
saluran pembilas. Struktur intake terdiri dari delapan jalur dari pintu
masuk sampai akhir
dari kantong lumpur
dimana kantong lumpur
bertemu dengan saluran pembilas
sedimen. Pada inlet, setiap jalur dipisah oleh dinding, maka pengerjaan
pembilasan pasir dapar
diselesaikan satu persatu
oleh jalur selama
air irigasi masuk oleh karena itu
kualitas air pada saluran irigasi tetap terjaga.
I.3 Permasalahan Sedikitnya pada
awal tahun, kedalaman
sedimen harus diukur
sekali seminggu. Karena
pada saat volume
sedimen mendekati 333 m pada
setiap jalur settling basin, pekerjaan pembilasan sedimen
harus dilakukan dimana angka tersebut merupakan
volume maksimum tampungan sedimen untuk satu jalur. Hal yang harus diperhatikan dalam mengoperasikan settling
basinpada irigasi sungai Ular ini adalah sebelum dimulainya pengalihan air irigasi
untuk tanam pertama dan kedua, kantong lumpur
harus selesai dibersihkan.
Sistem pembilasan
sedimen dilakukan secara
hidraulik yang dilakukan dengan
cara membuka pintu
saluran pembilas sehingga
sedimen terbilas dengan aliran air.
Untuk mengetahui proses jalannya
aliran air di dalam kantong lumpur perlu dilakukan
analisis untuk menghitung
aliran yang meliputi
kecepatan aliran dan kehilangan
energi air pada saluran.
I.4 Tujuan Penelitian pada Tugas Akhir ini bertujuan
untuk: a) Mengetahui
proses pengaliran air
pada kantong lumpur,
kemampuan tampungan pada settling
basin/kantong lumpur, jumlah angkutan sedimen dan volume tampungan sedimen, elevasi muka air dan
kehilangan energi b) Mengetahui
proses pembilasan sedimen
setelah aliran melewati
intake dan settling basin I.5
Pembatasan Masalah Adapun pembatasan
masalah yang diambil untuk mempermudah pengerjaan Tugas Akhir ini adalah; a)
Analisa perhitungan hidraulis
hanya pada lokasi
intake, kantong lumpur
dan saluran pembilas b) Aspek aspek yang ditinjau merupakan aspek
hidraulis tidak meliputi struktur I.6
Metodologi Penelitian Tugas akhir ini
disusun dalam ruang lingkup pekerjaan sebagai berikut: a)
Pengumpulan data primer berupa dokumentasi lokasi penelitian,
pengambilan sampel sedimen dan data
sekunder berupa gambar dan laporan teknis b)
Melakukan studi pustaka yang berasal dari textbook, jurnal dan catatan
kuliah c) Menganalisa
secara hidraulis data
teknis eksisting yang
berkaitan dengan bangunan settling basin Daerah Irigasi Sungai
Ular meliputi analisa angkutan sedimen dan
volume tampungan, analisa
elevasi muka air
dan kehilangan tinggi
energi serta mengetahui
efisiensi pengendapan dan
frekuensi pembilasan.
I.7. Sistematika Penulisan Secara garis besar. Sistematika penulisan
Tugas Akhir ini terdiri dari: Bab I.
Pendahuluan Merupakan
bingkai studi atau
rancangan yang akan
dilakukan meliputi tinjauan umum, latar belakang, tujuan dan
manfaat, ruang lingkup pembahasan, dan sistematika
penulisan.
Bab II. Tinjauan Kepustakaan Bab ini
menguraikan tentang teori yang berhubungan dengan penelitian agar dapat
memberikan gambar model
dan metode analisis
yang akan digunakan
dalam menganalisa masalah.
Bab III. Deskripsi Lokasi Penelitian Bab
ini menguraikan tentang
gambaran informasi lokasi
penelitian Tugas Akhir dan bagian-bagian ataupun daerah yang
akan dianalisa.
Bab IV. Metodologi Penelitian Merupakan penyajian diagram alir proses
pengerjaan analisis perhitungan dan metode
untuk menyelesaikan perhitungan hidraulik kantong lumpur (settling basin) Bab V. Analisa dan Pembahasan Merupakan
analisa perhitungan yang
meliputi analisa dimensi,
kehilangan energi dan
karakteristik aliran dalam kantong lumpur Bab VI. Kesimpulan dan Saran Merupakan
kumpulan dari butir-butir
kesimpulan hasil analisa
dan pembahasan yang
telah dilakukan. Kesimpulan
juga disertai dengan
rekomendasi yang ditujukan untuk
penelitian selanjutnya atau untuk penerapan hasil penelitian di lapangan
Skripsi Civil Engineering:Analisa Hidraulis Bangunan Kantong Lumpur (Settling Basin) pada Daerah Irigasi Sungai Ular
Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI
Bab I
|
Download
| |
Bab II
|
Download
| |
Bab III - V
|
Download
| |
Daftar Pustaka
|
Download
| |
Lampiran
|
Download
|
