Skripsi Civil Engineering:Analisa Lentur Dan Torsi Pada Corewall Tidak Berlubang Dengan Teori Thin-Walled


 BAB I PENDAHULUAN
I.1 Umum Dinding ( wall) adalah suatu struktur padat yang membatasi dan melindungi  suatu area pada konstruksi seperti rumah, gedung bertingkat, dan jenis konstruksi  lainnya. Umumnya, dinding membatasi suatu bangunan dan menyokong struktur  lainnya, membatasi ruang dalam bangunan menjadi ruangan-ruangan serta  melindungi suatu daerah di alam terbuka maupun tertutup. Ada 3 jenis utama dinding  struktural yaitu dinding bangunan, dinding pembatas (boundary), serta dinding  penahan (retaining).
Dinding bangunan memiliki beberapa fungsi seperti menyokong atap dan  langit-langit, membagi ruangan, serta melindungi ruangan daripada cuaca maupun  pengaruh luar lainnya. Dinding pembatas terdiri dari dinding privasi, dinding  penanda batas, serta dinding kota. Sedangkan dinding penahan berfungsi sebagai  penahan gerakan dari tanah, batuan, air yang berasal dari luar maupun dalam  bangunan itu sendiri.

Berdasarkan kemampuan menahan gaya yang terjadi pada dinding gedung  bertingkat tinggi maka dinding dapat dikategorikan menjadi 2, yaitu : 1.  Dinding Geser (Shear wall), adalah struktur berupa dinding vertikal yang  berfungsi menahan pengaruh-pengaruh beban lateral dan beban gravitasi  serta memberikan stabilitas lateral kepada bangunan. Shear wall berperan   sebagai bagian struktur pada bangunan yang dapat melaksanakan  fungsinya dengan baik. Dinding memiliki kekakuan yang sangat besar di  dalam bidangnya dan dalam arah tegak lurus bidang dindingnya. Karena  kekakuan shear wall lebih besar di banding elemen-elemen struktur  lainnya maka otomatis beban-beban lateral dan gravitasi yang terjadi akan  lebih banyak diserap oleh shear wall sehingga dimensi daripada elemenelemen struktur lain dapat diperkecil.
2.  Dinding inti (Core Wall), adalah merupakan sistem dinding pendukung  linear yang cukup sesuai untuk bangunan tinggi yang juga dapat menahan  gaya-gaya lateral yang terjadi pada bangunan. Core wall ini sering  digunakan pada konstruksi seperti pada jembatan beton, ruang lift, shaft,  service duct , dll.
Struktur core wall biasanya ditempatkan searah dengan tinggi bangunan  sehingga bisa dianggap sebagai balok besar yang terkantilever pada salah  satu ujungnya. Dinding core wall disebut juga sebagai dinding tipis yang  terhubung  pada masing-masing ujungnya dimana ukuran tampangnya  adalah lebih kecil dan tipis dibandingkan dengan jenis-jenis penampang  struktur lainnya. Biasanya core wall  dapat dilihat dalam bentuk box  girders, plate girders,box columns,dll.
 II. Latar Belakang Masalah Pada saat sekarang ini, pembangunan bangunan-bangunan tinggi seperti  apartemen, mall, plaza, dll semakin sering terjadi di kota-kota besar. Penggunaan  jenis konstruksi corewall ini akan membuat pemakaian yang lebih ekonomis  terhadap bagian lain seperti  konstruksi portal terbuka.  Semakin tinggi suatu  bangunan maka gaya lateral yang terjadi akan menjadi semakin besar. Pada  ketinggian tertentu, deformasi yang di akibatkan oleh gaya lateral akan semakin  besar sehingga pertimbangan kesimetrisan struktur, kekakuan struktur, jenis material akan sangat mempengaruhi kemampuan bangunan tersebut mengeliminasi gaya-gaya  yang terjadi. Bangunan yang dibangun dengan sistem struktur yang simetris  cenderung akan lebih tahan terhadap gaya lateral yang terjadi dan dapat mencegah  terjadinya torsi yang besar. Semakin simetris suatu bangunan makan kemungkinan  terjadi torsi akan dapat dihindarkan. Tingkat kekakuan suatu struktur bergantung  kepada sistem struktur yang dipilih. Selain itu, jenis daripada material  yang  digunakan seperti baja ataupun beton harus seminimal mungkin kuantitasnya untuk  mengurangi berat daripada bangunan tetapi tidak mengurangi kekuatan bangunan  untuk menahan gaya-gaya luar yang tejadi. Setiap lantai akan menerima beban-beban  lateral berbeda yang disalurkan melalui element-element bangunan tersebut dimana  bagian atas core wall akan terjadi rotasi terbesar sedangkan pada bagian dasar core  wall akan terjadi gaya geser.
Persamaan umum yang digunakan adalah :  Dimana :  Ms = Momen torsi murni (Saint-Vennant’s Torsion) θ = Kelengkungan Torsi γ = Regangan geser τ = Tegangan geser III. Tujuan Penulisan Dalam tugas akhir ini, penulis bertujuan menhitung gaya torsi dan lintang  yang terjadi akibat beban angin pada luar bangunan dimana core wall diumpamakan  sebagai balok jepit bebas yang mampu mengeliminasi gaya-gaya lateral yang terjadi  dan memiliki tampang  tipis  segi empat  yang berdiri sejajar dengan ketinggian  bangunan.
IV. Metodologi Metode yang digunakan dalam penynan tugas akhir ini adalah  membandingkan hasil perhitungan secara analitis dibandingkan dengan Metode  Elemen Hingga.
V. Pembatasan Masalah Sebagai pembatas permasalahan yang akan dibahas dalam penulisan tugas  akhir ini adalah sebagai berikut : a.  Beban luar yang ditinjau hanya beban angin  b.  Analisa perhitungan struktur dengan teori thin-walled dan metode elemen  hingga  c.  Material pelat core wall terbuat dari beton d.  Bahan yang ditinjau bersifat homogen, isotropis dan berlaku Hukum Hooke e.  Tampang core wall yang ditinjau adalah pelat tipis bertampang segi empat f.  Lateral buckling dipikul oleh lantai g.  Sudut perputaran tidak ditinjau h.  Akibat warping tampang tidak berubah bentuk i.  Gaya-gaya yang bekerja dan jumlah lantai ditentukan  Gambar 1. Perletakan Core wall Gambar 2. Perletakan Shear wall Core wall Column Shear wall Column  


Skripsi Civil Engineering:Analisa Lentur Dan Torsi Pada Corewall Tidak Berlubang Dengan Teori Thin-Walled
Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI

Bab I
Download 
 Bab II
 Download 
 Bab III - V
 Download 
Daftar Pustaka
 Download 
Lampiran
Download