BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Ketersediaan dan produksi minyak dan lemak
nabati seperti minyak kelapa sawit
diperkirakan akan meningkat terus sampai tahun 2010, demikian pula minyak inti sawit. Hal ini dapat ditunjukkan
pada tabel 1.1. Estimasi kenaikan ini menjadi
fakta yang sangat menunjang prospek industri oleokimia di tanah air.
Keragaman bahan baku alami nabati untuk
industri oleokimia juga berdampak pada
keragaman produk oleokimia dan penggunaannya. Kondisi ini menjadi salah satu pemicu potensi industri
oleokimia di tanah air sehingga semakin
meningkat untuk mendukung ketersediaan dari segi kualitas. Keragaman produk oleokimia ini tentu saja ditunjang oleh
kebutuhan pasar dan teknologi yang
dipilih dan dipakai dalam proses produksi. Salah satu jenis produk oleokimia ini adalah asam palmitat (palmitic acid) yang
merupakan senyawa paling baik sebagai
bahan baku pembuatan sabun sodium palmitat (noodle soap).
Dalam kehidupan sehari-hari,
noodle soapbukanlah barang yang asing lagi.
Penggunaannya sebagai bahan pembersih telah di kenal sejak zaman Mesir kuno sampai sekarang. Penggunaan noodle soapsebagai
kebutuhan sehari-hari semakin meningkat
dari tahun ke tahun, sehingga menyebabkan di usahakannya pengembangan industri pembuatan noodle
soapbaik dari segi kualitas maupun dari
segi kuantitas.
Kebutuhan sabun dalam bentuk
noodle soapuntuk ekspor dari tahun ke tahun
ditunjukkan pada tabel 1.2. sebagai berikut : Tabel 1.2. Kebutuhan Ekspor sabun dalam bentuk
noodle soapIndonesia Tahun Kebutuhan (ton/tahun) 2004 2.762 2005 3.418 2006 3.754 2007 3.950 2008 4.115 (Sumber : bps, 2008) Kebutuhan ekspor sabun dalam bentuk noodle
soapIndonesia dari tahun ke tahun selalu
mengalami peningkatan. Permintaan luar negeri terhadap sabun dalam bentuk noodle soapIndonesia yang besar
akan memicu perkembangan industri
noodle soapdi Indonesia. Oleh karena itu pabrik pembuatan noodle soap dari asam
palmitat dan natrium hidroksida dengan proses netralisasi sudah layak di dirikan untuk memenuhi kebutuhan noodle
soapbaik dalam negeri maupun untuk
kebutuhan ekspor.
1.2. Tujuan Prarancangan Prarancangan pembuatan noodle soapdari asam
palmitat dan natrium hidroksida dengan
proses netralisasi untuk memberikan gambaran rancangan pabrik pembuatan noodle soap (sodium
palmitic)dari asam palmitat dan natrium hidroksida
dengan proses netralisasi yang layak untuk di dirikan sehingga kebutuhan industri berbahan baku noodle
soapdapat terpenuhi.
1.3. Batasan Masalah Batasan masalah dalam prarancangan pabrik
pembuatan noodle soapdari asam palmitat
dan natrium hidroksida dengan proses netralisasi adalah : 1.
Penghitungan neraca massa dan neraca energi.
2. Penentuan spesifikasi peralatan yang
diperlukan untuk proses produksi maupun
proses pendukung produksi.
3. Penentuan instrumentasi dan keselamatan kerja
yang dibutuhkan.
4. Penentuan utilitas.
5. Penentuan manajemen organisasi perusahaan
yang diperlukan demi kelancaran proses
produksi.
6. Penentuan estimasi ekonomi dan pembiayaan.
1.4. Manfaat Pra Rancangan Pabrik
Pra rancangan pabrik noodle soapdapat
bermanfaat untuk informasi awal bagi
para investor yang akan mendirikan pabrik tersebut. Karena dengan adanya pabrik tersebut, dapat mengurangi tingkat
impor Indonesia terhadap vinil asetat.
Disamping itu, juga untuk memanfaatkan
sumber daya alam Indonesia dan memberikan
nilai tambah pada bahan baku. Manfaat lain yang ingin dicapai dengan didirikannya pabrik ini adalahakan
terbukanya lapangan kerja dan memacu
rakyat untuk meningkatkan produksi dalam negeri yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Skripsi Chemical Engineering:Prarancangan Unit Pembuatan Sodium Palmitat Dari Asam Palmitat Dan Natrium Hidroksida Dengan Kapasitas 4.500 TonTahun
Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI
Bab I
|
Download
| |
Bab II
|
Download
| |
Bab III - V
|
Download
| |
Daftar Pustaka
|
Download
| |
Lampiran
|
Download
|
