BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang Indonesia merupakan Negara
kepulauan. Kurang lebih 70 persen wilayah Indonesia terdiri dari laut, yang pantainya
kaya akan berbagai jenis sumber hayati, dan
lingkungannya potensial. Daerah perairan Indonesia yang cukup luas, dengan panjang pantai kurang lebih 81.000 km.
merupakan wilayah pantai yang subur dan dapat
dimanfaatkan (Arifudin, 1990).
Salah satu kekayaan laut yang
dimiliki adalah rumput laut yang tumbuh di sepanjang pesisir pantai di Indonesia.
Produksi rumput laut Indonesia sebagaian besar di ekspor dalam bentuk kering dan
sebagian lagi dikonsumsi untuk keperluan perusahaan agar-agar atau dikonsumsi langsung
oleh masyarakat sebagai sayuran.
Jenis rumput laut yang banyak
terdapat di Indonesia adalah Kappaphycus alvarezii. Pada rumput laut spesies
Kappaphycus alvarezii terdapat kandungan kappa karagenan yang dapat diperoleh dengan metode
ekstraksi dan dimanfaatkan untuk pengawet
daging untuk industri makanan, dan sebagai penstabil minuman coklat dank krim (Xia, 2005).
Kappa karagenan juga mampu
berperan sebagai cryoprotectant. Karagenan semimurni dapat berfungsi sebagai
cryoprotectant pada surimi karena sifatnya dapat meningkatkan daya ikat air, memperbaiki daya
iris dan melindungi produk dari pembekuan
dan proses thawing sehingga dapat meningkatkan kualitas surimi selama penyimpanan beku (Febrina, 2008).
Kebutuhaan ekspor–impor karagenan Indonesia
dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 1.1. Kebutuhan ekspor-impor
Karagenan di Indonesia Tahun Kebutuhan
Ekspor Kebutuhan Impor Jumlah (kg) Nilai (US $)
Jumlah (kg) Nilai (US $) 2005 1.065.027
5.995.448 552.203 2.770.
2006 1.240.845
6.702.392 633.266 3.177.
2007 1.627.823
9.363.223 714.329 3.285.
2008 2.014.501
12.024.054 795.392 3.394.
(Sumber : Badan Pusat Statistik,
2009) Sedangkan kebutuhan dunia untuk karagenan tahun 2005 sekitar 30.000 ton.
2005 /788,3 .
.000.30 tahununtukjamton jam hari hari tahun tahun ton = Dengan melihat
kecendrungan kebutuhan karagenan yang semakin meningkat dan bahan baku yang melimpah, maka
dirancanglah Pabrik Pembuatan Kappa Karagenan
dengan kapasitas 6 ton/jam 1.2. Perumusan Masalah Sehungan dengan semakin
meningkatnya permintaan terhadap kappa karagenan
maka prospek baru untuk membuat suatu perancangan pabrik pembuatan kappa karagenan dengan menggunakan bahan baku
utama rumput laut (Kappaphycus alvarezii)
sangat memungkinkan.
1.3. Tujuan Perancangan Tujuan
perancangan ini adalah untuk menerapkan disiplin ilmu Teknik Kimia, khsnya di bidang rancang, proses dan
operasi teknik kimia, sehingga memberikan
gambaran kelayakan Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Kappa Karagenan ini.
1.4. Manfaat Pembuatan Kappa
Karagenan dimanfaatkan untuk digunakan dalam berbagai bidang industri seperti dalam industri makanan,
industri pengolahan limbah, bioteknologi, kosmetik dan lain-lain. Selain itu juga
diupayakan untuk membangkitkan
kepedulian masyarakat akan lingkungan dan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri dimasa yang
akan dating.
Manfaat lain yang ingin dicapai
adalah terbukanya lapangan kerja dan memacu rakyat untuk meningkatkan produksi
dalam negeri yang pada akhirnya akan meningkatkan
kesejahteraan rakyat.
Skripsi Chemical EngineeringPra-Rancangan Pabrik Pembuatan Kappa Karagenan dari Kappaphycus alvarezii Dengan Proses Murni Kapasitas Produksi 6 tonjam
Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI
Bab I
|
Download
| |
Bab II
|
Download
| |
Bab III - V
|
Download
| |
Daftar Pustaka
|
Download
| |
Lampiran
|
Download
|
