Skripsi Chemical Engineering:Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Gas Hidrogen Dengan Bahan Baku Cangkang Kelapa Sawit Melalui Proses Gasifikasi Dengan Kapasitas Produksi 46.000 TonTahun


BAB I PENDAHULUAN
 1.1  Latar belakang Selama ini Indonesia menggunakan BBM (Bahan Bakar Minyak) sebagai  sumber daya energi primer secara dominan dalam perekonomian nasional.
Kelangkaan pasokan BBM di tingkat global serta penyebab lainnya seperti bencana  besar dan konflik di negara-negara penghasil utama BBM menyebabkan  ketergantungan pada BBM menjadi titik rawan perekonomian yang bukan saja  menciptakan gangguan ekonomi tapi juga kerawanan politik.
Salah satu bentuk energi terbarukan yang dewasa ini menjadi perhatian besar  pada banyak negara, terutama di negara maju adalah hidrogen. Hidrogen  diproyeksikan oleh banyak negara akan menjadi bahan bakar masa depan yang lebih  ramah lingkungan dan efisien. Wikipedia (2006) menyatakan laju pertumbuhan  penggunaan hidrogen di dunia saat ini adalah 10% per tahun dan terus meningkat.

Untuk tahun 2004, produksi hidrogen dunia mencapai 50 juta metrik ton (million  metric tons-MMT) atau setara dengan 170 juta ton minyak bumi. Diharapkan pada  tahun 2010 sampai 2020, laju penggunaan hidrogen bisa menjadi dua kali lipat dari  laju penggunaan saat ini.  (http://www.world-nuclear.org/info/inf70.html, diakses  pada tanggal 6 September 2008) Hidrogen bukanlah sumber energi (energy source)  melainkan pembawa  energi (energy carier), artinya hidrogen tidak tersedia bebas di alam atau dapat  ditambang layaknya sumber energi fosil. Salah satu cara untuk menghasilkan gas  hidrogen adalah dengan proses gasifikasi biomassa. Gasifikasi biomassa adalah  proses perubahan (konversi) biomassa dari fasa solid menjadi fasa gas (gas sintesa).
Pada dasarnya, biomassa dikonversikan menjadi campuran CO, CO2, H2O, H2, dan  hidrokarbon-hidrokarbon ringan.  Cangkang Kelapa Sawit (CKS) merupakan  biomassa yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan hidrogen melalui proses  gasifikasi biomassa. Adapun kebutuhan impor hidrogen di Indonesia dapat dilihat  melalui tabel 1.1.
 Tabel 1.1 Kebutuhan impor hidrogen di Indonesia Tahun Impor  Jumlah (ton) 2009    1.063.
2008    958.
2007    678.
2006    353.
2005    918.
2004    286.
2003    11.
Sumber : Biro Pusat Statistik Indonesia, Tahun  Perkebunan kelapa sawit salah satu agribisnis yang cukup besar dan  mempunyai pasar yang sangat baik di dunia karena hasil produksinya yaitu minyak  goreng. Perkebunan kelapa sawit Indonesia merupakan perkebunan nomor dua  terbesar di dunia setelah Malaysia.
Sumatera Utara memiliki perkebunan kelapa sawit yang luas, sehingga  potensi cangkang kelapa sawit sangat besar untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku  produksi gas hidrogen yang selama ini dibuang sebagai limbah. Dari 120.000 ton  produksi sawit per tahun, menghasilkan cangkang sekitar 50.000 ton.
(http://www.kompas.com, diakses pada tanggal 31 Agustus2008)  1.2  Perumusan Masalah Kebutuhan hidrogen terus meningkat dan untuk memenuhi kebutuhan  tersebut sampai saat ini Indonesia masih mengimpor, maka diperlukan suatu usaha  agar permintaan hidrogen dapat dipenuhi dengan cara mendirikan pabrik hidrogen.
Perancangan pabrik hidrogen ini menggunakan bahan baku utama cangkang kelapa  sawit, yang materialnya diperoleh dari limbah hasil produksi kelapa sawit oleh  perusahaan pengolahan kelapa sawit. Pemilihan bahan baku ini didasarkan atas  pertimbangan bahwa proses gasifikasi biomassa dari cangkang sawit merupakan  alternatif untuk menghasilkan hidrogen yang bersifat renewable. Apalagi permintaan  hidrogen di perdagangan dunia sangat tinggi, sehingga terbuka kemungkinan untuk  mengekspor produk ini keluar negeri. Dengan terpenuhinya kebutuhan hidrogen di   Indonesia, maka akan berdampak pada berkurangnya pengeluaran negara,  meningkatnya perekonomian nasional dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
1.3  Tujuan Perancangan  Tujuan perancangan pabrik gas hidrogen dari proses gasifikasi cangkang  kelapa sawit adalah untuk mengaplikasikan ilmu teknik kimia yang meliputi neraca  massa, neraca energi, spesifikasi peralatan, operasi teknik kimia, utilitas dan bagian  ilmu teknik kimia lainnya, juga untuk memenuhi aspek ekonomi dalam pembiayaan  pabrik sehingga memberikan gambaran kelayakan pra rancangan pabrik gas hidrogen  dari proses gasifikasi cangkang sawit.
1.4  Ruang Lingkup Perancangan Ruang lingkup dari perancangan pabrik hidrogen adalah seperti berikut : a.  Penanganan umpan (feed handling) b.  Proses gasifikasi dan pembentukan ulang (Gasification and Reforming ) c.  Proses pengkondisian dan pembersihan gas (gas clean up and conditioning) d.  Proses pergeseran konversi (shift conversion) e.  Proses pemurnian hidrogen (hydrogen purification) f.  Proses integrasi dengan siklus steam dan power generation 1.5  Manfaat Perancangan Manfaat atau kontribusi yang diberikan oleh pabrik gas hidrogen dari proses  gasifikasi cangkang kelapa sawit adalah seperti berikut ini.
a.  Sebagai bahan acuan untuk penelitian-penelitian dan perancangan selanjutnya  tentang proses pembuatan gas hidrogen melalui proses gasifikasi.
b.  Sebagai bahan aplikasi bagi mahasiswa dari teori-teori yang di dapat dalam  perkuliahan.
c.  Membuka pemikiran mahasiswa dan masyarakat  terhadap perkembangan sains dan teknologi dibidang proses gasifikasi biomassa.


Skripsi Chemical Engineering:Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Gas Hidrogen Dengan Bahan Baku Cangkang Kelapa Sawit Melalui Proses Gasifikasi Dengan Kapasitas Produksi 46.000 TonTahun
Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI

Bab I
Download 
 Bab II
 Download 
 Bab III - V
 Download 
Daftar Pustaka
 Download 
Lampiran
Download