BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Magnesium adalah unsur
kimia di dalam siatem berkala yang mempunyai simbol Mg dan bernomor atom 12 dan mempunyai
berat atom 24,31. Magnesium merupakan
unsur yang kedelapan paling melimpah dan terdapat 2 persen dari kulit bumi, serta merupakan unsur terlarut ketiga
terbanyak pada air laut. Magnesium merupakan
logam alkali tanah yang terutama digunakan sebagai zat campuran (alloy) untuk membuat campuran aluminium-magnesium, yang biasanya dinamakan "magnalium" atau "magnelium".
Magnesium murni tidak didapatkan
di alam, namun terkandung sebagai senyawa
dalam mineral. Sebagai contoh magnesium dalam bentuk senyawa karbonat terdapat dalam mineral magnesit dan dolomit
(MgCO3.CaCO3). Air laut mengandung 0,13%
magnesium, dan merupakan sumber magnesium yang tidak terbatas (Thopick,2008).
Sumber garam magnesium yang
terpenting di Amerika Serikat adalah air laut, sumur garam, bittern (cairan sisa penguapan)
dari air laut, air asin, do lomit dan magnesit
(MgCO3). Senyawa magnesium banyak digunakan untuk bahan isolasi, pembuatan karet, tinta cetak, obat-obatan, dan
bahan kebersihan (Austin,1996) .
Sumber-sumber magnesium di alam
berasal dari batuan kapur (dolomit) CaCO3.MgCO3,
garam Epsom (Epsom Salt) MgSO4.7H2O, dan Magnesia MgO.
Berdasarkan data dari Biro Pusat
Statistik, kebutuhan magnesium hidroksida di Indonesia dapat dilihat dalam tabel 1.1
berikut.
Tabel 1.1 Kebutuhan Magnesium
Hidroksida di Indonesia Tahun Jumlah (
kg ) Nominal ( USD ) 2003 616.276
1,568, 2004 497.116 1,284, 2005
1.345.655 3,906, 2006 1.891.233
2,394, 2007 2.286.713 6,450, ( Badan Pusat Statistik, 2007) Bahan baku air laut di Indonesia selalu
tersedia dalam jumlah banyak dan merupaan
sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan harganya relatif murah.
Selain itu kebutuhan magnesium
hidroksida di Indonesia terus meningkat setiap tahun maka perlu untuk didirikan pabrik untuk
menghasilkan magnesium hidroksida dari
air laut.
1.2 Perumusan Masalah Kebutuhan magnesium
hidroksida di Indonesia belum dapat terpenuhi, dan di Indonesia belum berdiri pabrik yang
memproduksi magnesium hidroksida, sehingga untuk menanggulangi kebutuhan magnesium
hidroksida di dalam negeri maka dirasa perlu
untuk mendirikan suatu pabrik pembuatan magnesium hidroksida.
1.3 Tujuan Tujuan dari pra
rancangan pabrik pembuatan magnesium hidroksida adalah untuk mengaplikasikan ilmu Teknik Kimia, khsnya
di bidang perancangan, analisis proses,
dan operasi teknik kimia, sehingga akan memberikan gambaran kelayakan pra rancangan pabrik pembuatan
magnesium hidroksida.
1.4 Manfaat Manfaat yang dapat
diperoleh dari pra rancangan ini adalah tersedianya informasi mengenai pabrik magnesium hidroksida
sebagai intermediet sehingga dapat
menjadi referensi untuk pendirian suatu pabrik magnesium hidroksida.
Skripsi Chemical EngineeringPra Rancangan Pabrik Pembuatan Magnesium Hidroksida Dari Air Laut Dengan Kapasitas Produksi 2.385 Ton Tahun
Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI
Bab I
|
Download
| |
Bab II
|
Download
| |
Bab III - V
|
Download
| |
Daftar Pustaka
|
Download
| |
Lampiran
|
Download
|
