Skripsi Chemical Engineering:Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Biogas Dari Hasil Fermentasi Thermofilik Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Sistem Recycle Menjadi Energi Listrik Untuk Kapasitas 45 Ton TBSJam


BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Pembangkit listrik sangat diperlukan untuk menggerakkan roda pembangunan di semua bidang. Pada saat sumber energi suatu pembangkit melimpah, di saat itu  pula biaya pembangkitan akan murah. Begitu juga sebaliknya, pada saat sumber  energi mulai berkurang, maka di saat itu pula biaya pembangkitan akan menjadi  mahal. Konsumsi listrik Indonesia setiap tahunnya terus meningkat sejalan dengan  peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional.  Kebutuhan listrik untuk masyarakat  maupun industri diperkirakan belum akan tercukupi (Antara, 2008). Untuk itu, perlu  dilakukan pencarian sumber baru untuk mencukupi kebutuhan listrik.

 Salah satu sumber energi yang dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan  listrik adalah biogas. Selama ini biogas dikenal hanya dimanfaatkan sebagai bahan  bakar keperluan rumah tangga khsnya untuk memasak saja, padahal biogas bisa  juga dimanfaatkan sebagai sumber energi pembangkit generator listrik. Biogas  sebenarnya sudah mulai dimanfaatkan sejak beberapa puluh tahun yang lalu, namun  tidak banyak digunakan oleh masyarakat. Biogas yang dikenal masyarakat lebih  banyak dihasilkan dari pengolahan kotoran ternak atau kotoran manusia. Sebenarnya  biogas juga bisa dihasilkan dari biomassa yang lain. Gas metana (CH4) yang  merupakan komponen utama biogas adalah gas yang dihasilkan dari perombakan  anaerobik senyawa-senyawa organik, seperti limbah cair kelapa sawit. Indonesia saat  ini merupakan negara produsen minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil, CPO)  terbesar di dunia. Luas areal perkebunan sawit di Indonesia terus bertumbuh dengan  pesat, demikian pula produksi dan ekspor minyak sawitnya. Dari data terakhir yang kami peroleh bahwa Luas areal tanaman kelapa sawit meningkat dari 5,45 juta hektar pada tahun 2005 menjadi 7,5 juta hektar pada tahun 2009. Dalam kurun waktu yang sama, produksinya berupa CPO dan CPKO (minyak inti sawit mentah), meningkat dari 11,8 juta ton menjadi 18,6 juta ton (Departemen Pertanian, 2009).
 Pada PKS dengan kapasitas olah 40 ton TBS/jam menghasilkan limbah cair  sebanyak 33.700 kg/jam atau sekitar 360–480 m  /hari dengan konsentrasi BOD rata rata sebesar 25.000 mg/l. Saat ini, diperkirakan jumlah limbah PKS di Indonesia  yang berupa TKKS sebesar 15,2 juta ton/tahun dan POME mencapai 28,7 juta ton  /tahun. Secara alami gas metana dihasilkan pada kolam-kolam pengolahan limbah  cair Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Limbah cair yang ditampung di dalam kolam-kolam  terbuka akan melepaskan gas metan (CH4) dan karbon dioksida (CO2). Kedua gas  ini merupakan emisi gas penyebab efek rumah kaca yang berbahaya bagi lingkungan.
 Selama ini kedua gas tersebut dibiarkan saja menguap ke udara. Berdasarkan  penelitian, limbah cair kelapa sawit termasuk sumber energi alternatif (biogas) yang  besar konversinya yaitu sebesar 20 m3 biogas/m3 limbah cair (Asian Palm Oil,  2007). Konversi listrik sekitar 6 kWh/ m3 biogas (Green Indonesia, 2008) 1.2 Perumusan Masalah Konsumsi listrik Indonesia setiap tahunnya terus meningkat sejalan dengan  peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk itu, perlu dicari solusi untuk  menanggulangi kebutuhan listrik di Indonesia. Limbah cair kelapa sawit yang selama  ini  pemanfaatannya belum optimal  dapat digunakan sebagai sumber kebutuhan  listrik. Untuk itu, perlu dibuat suatu pra rancangan pabrik untuk mengolah limbah  cair kelapa sawit menjadi gas metana sebagai sumber kebutuhan listrik. Produk  utama dari proses ini adalah listrik.
 1.3 Tujuan Pra Rancangan Pabrik Ada beberapa tujuan pembuatan pra rancangan pabrik pembuatan biogas dari limbah cair kelapa sawit dengan metode recycle sebagai sumber kebutuhan listrik,  yaitu :  1. Untuk memberikan informasi awal tentang kelayakan pendirian pabrik pembuatan  biogas dari limbah cair kelapa sawit  dengan metode recycle  sebagai sumber  kebutuhan listrik.
 2. Untuk memberikan informasi tentang perkiraan tata rancangan pabrik pembuatan  biogas dari limbah cair kelapa sawit.
 3. Untuk memperkirakan total biaya yang diperlukan serta tata letak pabrik yang  akan didirikan.
  1.4 Manfaat Pra Rancangan Pabrik Manfaat dari pra rancangan pabrik pembuatan biogas dari limbah cair kelapa  sawit adalah agar dapat menerapkan ilmu teknik kimia yang telah didapatkan selama  kuliah seperti neraca massa, neraca energi, utilitas, proses perancangan dan  perencanaan pabrik kimia. Dengan dibuatnya pra rancangan pabrik pembuatan  biogas ini, maka mahasiswa dapat memahami kegunaan dari ilmu yang selama ini  dipelajari dan didapatkan di kuliah.


Skripsi Chemical Engineering:Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Biogas Dari Hasil Fermentasi Thermofilik Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Sistem Recycle Menjadi Energi Listrik Untuk Kapasitas 45 Ton TBSJam
Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI

Bab I
Download 
 Bab II
 Download 
 Bab III - V
 Download 
Daftar Pustaka
 Download 
Lampiran
Download