BAB I PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Dewasa ini semua industri diarahkan untuk menggunakan
teknologi yang minim akan polusi dan
hemat biaya untuk operasional, salah satu jenis proses teknologi tersebut adalah proses
gasifikasi. Teknologi gasifikasi ini
juga merupakan teknologi yang hemat
biaya. Dapat dikatakan demikian karena, proses konversi batubara menjadi gas dapat dilakukan
dengan alat yang bernama gasifier, dimana
dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang diinginkan (Sukandarumidi,2006). Gasifikasi merupakan
satu upaya pengkonversian batubara padat
menjadi gas, seperti H2, CO, CO2, CH4, N2 dan H2S. Gas-gas ini selanjutnya akan mengalami proses purifikasi sebelum
disintesa menjadi senyawa kimia baru yang
secara luas dibutuhkan dalam kehidupan manusia, salah satunya adalah metanol.
Metanol (CH3OH) merupakan salah
satu senyawa kimia yang dapat diproduksi
melalui proses gasifikasi. Metanol (CH3OH) adalah senyawa kimia yang banyak digunakan dalam berbagai sektor
kehidupan, seperti sektor kesehatan sektor
kosmetik dan lain-lain. Metanol (CH3OH) bertindak sebagai bahan baku dalam memproduksi senyawa hidrokarbon yang
berguna sebagai bahan bakar atau senyawa
organik yang biasa digunakan untuk menaikkan nilai oktan suatu bahan bakar, seperti metil t- butil eter (MTBE) ( US
Patent 5472986, 1995).
Permintaan industri dunia akan
metanol lebih dari 32 juta ton per tahun dan mengalami peningkatan permintaan lebih
dari 3% tiap tahunnya ( www.chemlink.com.au/actedconsultant,
1997). Indonesia merupakan salah satu penghasil
bahan bakar terbesar sehingga industri metanol mempunyai prospek dan nilai ekonomi yang sangat menguntungkan jika
dikembangkan di Indonesia.
Skripsi Chemical Engineering:Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Metanol Dengan Proses Gasifikasi Batubara Dengan Kapasitas 70.000 TonTahun
Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI
Bab I
|
Download
| |
Bab II
|
Download
| |
Bab III - V
|
Download
| |
Daftar Pustaka
|
Download
| |
Lampiran
|
Download
|
