Skripsi Secretary:Etika Kerja Seorang Sekretaris Terhadap Pelayanan Tamu PAda Dinas Informasi Komunikasi Dan Pengolahan


  BAB I PENDAHULUAN
 A. Latar Belakang Masalah  Kegiatan suatu organisasi adalah kegiatan ekonomi yang terstruktur atau  terorganisasi untuk melayani masyarakat, akan tetapi tetap harus digaris bawahi  pelayanan dalam suatu organisasi tidak dapat bersifat nepotisme. Tetapi diadakan  dalam interaksi yang menguntungkan atau memuaskan kedua belah pihak.
Masalah etiket menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam suatu  organisasi. Etiket bukan hanya sebagai alat bantu untuk menilai pantas atau tidak  pantas, benar atau salah. Etiket berbicara tentang sopan santun tata krama, etiket  juga menjadi perekat dalam transaksi bisnis.
Setiap organisasi/instansi  mengharapkan memiliki tenaga kerja yang  terampil dalam memberikan pelayanan tamu, karena suatu instansi sadar bahwa  setiap tamu itu penting dan salah satu tenaga kerja tersebut adalah sekretaris  karena dalam kehidupan kerja sekretaris bertemu dengan orang baru setiap hari,  kolega, orang-orang yang melakukan penelitian, tamu kehormatan, partner bisnis  yang potensial, dan lainya.

Membuat kesan pertama yang baik, profesional, percaya diri, dan mudah  disukai sangatlah penting. Kesan pertama yang ditampilkan sekretaris akan  berpengaruh terhadap tingkat kenyamanan tamu, organisasi selalu mengharapkan  sekretaris organisasi  mempunyai etiket yang baik dalammemberikan pelayanan.
Semua orang mempunyai tamu, bahkan staf yang tidak ada kontak dengan  klien sekalipun, setiap anggota staf harus tahu cara melayani tamu. Tamu berarti   orang yang berkunjung ketempat lain atau orang yang datang keperjamuan (Wursanto, 2006). Baik-buruknya pelayanan sebuah orgainisasi itu berpengaruh  terhadap jumlah tamu yang mau datang kesuatu instansi.
Tamu yang menjadi bahasan adalah tamu organisasi, badan, lembaga, atau  perusahaan, yaitu orang, baik sebagai pejabat utusan dari suatu lembaga maupun  sebagai pribadi, yang berkunjung kelembaga lain untuk kepentingan kedinasan  maupun untuk kepentingan pribadi. Jika tamu menggunakan jasa, dan informasi  instansi  untuk melaksanakan tugas organisasinya dan tamu adalah kolega  organisasi, berikan pelayanan sebaik-baiknya. Tamu mengharapkan perlakuan  yang baik dan tamu juga menilai segala sesuatu (meskipun secara tidak sadar).
Memiliki pengetahuan yang baik tentang apa sebenarnya yang diinginkan  tamu dapat membuat sekretaris ahli dalam melayani tamu dengan cara yang tepat.
Semakin khs pelayanan yang diberikan, semakin baik hubungan yang akan  dibangun dan semakin banyak orang atau masyarakat yang percaya terhadap kinerja instansi. Sekretaris sering melayani tamu berdasarkan asumsi mengenai  apa yang diinginkan tamu. Asumsi mengenai hal tersebut biasanya terbentuk  seiring waktu dan jarang didasarkan pada data yang akurat.
Satu-satunya cara untuk benar-benar memahami apa yang diinginkan tamu  adalah dengan menanyakan secara lansung. Terkadang seorang tamu tidak benarbenar tahu apa yang diinginkannya, atau mengetahuinya namun tidak dapat  mengungkapkannya dalam bahasa yang mudah dimengerti. Untuk memahami apa  yang  mungkin berguna, sekretaris perlu mengumpulkan data untuk untuk  menciptakan gambaran komplit tentang  keinginan dan tujuan tamu tersebut.
 Dengan informasi ini, sekretaris akan memperoleh gambaran yang jelas tentang  siapa klien utama perusahaan  yang lebih banyak menimbulkan keuntungan  daripada masalah.
Sekretaris harus bersikap dengan  sebaik-baiknya, berusaha mencoba  bersikap terbuka dan bersahabat pada setiap tamu yang dijumpai yang dijumpai.
Pastikan saja bahwa perkenalan tersebut pernah terjadi, meskipun perusahaan  sudah mengenal tamu tersebut tapi tetaplah menjabat tangannya,  mengetahui  maksud kedatangan tamu, berikan kesan yang baik dan mendalam agar good will dapat diperoleh, apabila pimpinan tidak bisa menerima tamu, berikan penjelasan  sebaik-baiknya sehingga tamu tidak tersingung,  usahakan tamu merasa  comfortable.
Sekretaris yang secara sengaja maupun tidak sengaja melakukan kontak  langsung dengan pihak luar perusahaan atau “teramati” pihak luar inilah yang  akan mempunyai kontribusi yang besar dalam membentuk citra organisasi. Jadi  salah satu kunci sukses dalam menciptakan citra positif organisasi adalah dengan  membentuk etiket pribadi yang baik dan juga professional presence.
Citra positif perusahaan juga dipengaruhi oleh ketepatan seorang sekretaris  dalam menempatkan diri yang didukung oleh tingkat kepercayaan diri yang cukup  dan penampilan professional yang disesuaikan dengan tipe perusahaan, visi, dan  posisi diperusahaan. Pada dasarnya citra dan potensi diri dapat ditingkatkan  terlebih dahulu untuk memperbaiki personality. Untuk itu diperlukan kemauan  untuk mengevaluasi secara jujur dan kemuan untuk terus-menerus belajar.
 Keseluruhan citra diri tidak hanya dicerminkan personality saja, tetapi  juga harus dilengkapi denga sikap profesional  yang dihadirkan dalam situasi  apapun. Agar dapat bersifat sebagai seorang sekretaris profesional, perlu kiranya  memahami dan mengimplementasikan etiket yang diterima masyarakat masa  sekarang dan masa mendatang, baik etiket umum maupun etiket dalam situasi  khs, selain itu memahami bagaimana menggunakan visual voice dan bahasa  tubuh yang akan sangat membantu dalam membangun citra profesional.
Seorang sekretaris juga harus memperhatikan busana dan tata rias dalam  melayani tamu. Busana menunjukkan selera, bahkan pada tingkat tertentu dapat  menunjukkan watak seseorang, meskipun tidak akan dapat mengubah setiap orang  yang mengenakannya. Busana yang dikenakan sekretaris dalam melayani tamu  mecerminkan citra organisasi tempat dia bekerja. Seorang sekretaris dapat disebut  sebagai sekretaris profesional apabila dapat menampilkan jati diri seorang  sekretaris secara total.
Sekretaris sering melupakan bagaimana seharusnya sikap yang benar  dalam pelayanan tamu. Dalam bersikap dan berperilaku harus memberikan  kualitas yang sama, tidak dibeda-bedakan, karena sikap dan perilaku ini sangat  besar, guna memberikan kepuasan kepada tamu.
Etiket pelayanan adalah ketentuan yang berhubungan dengan pelayanan  yang dapat menunjang satu sama lainnya. Pelayanan harus dilakukan oleh semua  komponen agar pelayanan yang diberikan cukup sempurna. Tamu adalah raja, jadi  berikan pelayanan sebak-baiknya. Kepuasan mereka berarti keuntungan buat  organisasi, seberapa besar hal yang diberikan kepada tamu sebanyak itulah   keuntungan yang perusahaaan dapatkan. Akan tetapi masih banyak orang luar  yang tidak mengetahui bagaimana cara kerja sekretaris dalam melayani tamu.
Mereka sering berpikir negative terhadap apa yang dimaksud dengan pelayanan  sekretaris.
Dinas Informasi Komunikasi Pemerintahan Kota Medan bergerak  dibidang pelayanan informasi terhadap masyarakat kota Medan khsnya.


Skripsi Secretary:Etika Kerja Seorang Sekretaris Terhadap Pelayanan Tamu PAda Dinas Informasi Komunikasi Dan Pengolahan
Download lengkap Versi PDF