BAB PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Rumah sakit adalah suatu tempat pelayanan
medis yang memerlukan keahlian dan kinerja
yang profesional. Sehingga diperlukan suatu kinerja yang dapat memberikan pelayanan yang optimal. Pengalokasian tenaga
perawat merupakan salah satu pemecahan
agar mendapatkan suatu pelayanan optimal dari rumah sakit tersebut.
Manajemen rumah sakit hendaknya
membuat suatu pengaturan dan pengalokasian yang tepat dan benar.
Demikian halnya Rumah Sakit Jiwa
(RSJ) Daerah Provinsi Sumatera Utara yang
merupakan satu-satunya RSJ Pemerintah yang ada di Provinsi Sumatera Utara yang berada di Kota Medan. Pengalokasian
tenaga perawat merupakan salah satu masalah
yang dihadapi, dimana terjadi penumpukan pada salah satu hari tetapi dihari lainnya tidak terjadi bahkan jumlahnya
sedikit. Inilah yang menyebabkan pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga perawat kurang
optimal.
Dalam riset operasi ( operation
research) proses pengambilan keputusan terdiri
dari pengembangan sebuah model keputusan lalu memecahkannya untuk menentukan keputusan yang optimum. Optimisasi
merupakan topik yang luas dalam pembahasan
masalah-masalah modern dan praktis. Salah satu pemrograman matematika dalam pemecahan masalah optimisasi
adalah program dinamik, yang digunakan
dalam pengoptimalan alokasi kegiatan-kegiatan baik dalam bidang finansial, teknologi, pemasaran,
pengorganisasian dan berbagai bidang lainnya Program Dinamik merupakan suatu teknik
matematis yang digunakan untuk pengoptimalan
proses pengambilan keputusan secara bertahap-ganda. Dalam teknik ini keputusan yang menyangkut suatu persoalan
dioptimalkan secara bertahap dan bukan
secara sekaligus. Jadi, inti dari teknik ini adalah membagi satu persoalan atas
beberapa bagian persoalan yang dalam
program dinamik disebut tahap, kemudian memecahkan
tiap tahap dengan mengoptimalkan keputusan atas tiap tahap sampai seluruh persoalan telah terpecahkan. Keputusan
optimal atas seluruh persoalan ialah kumpulan
dari sejumlah keputusan optimal atas seluruh tahap yang kemudian disebut sebagai kebijakan optimal.
Perbedaan pemrograman dinamik
dengan pemrograman linier adalah bila pemrograman
dinamik memiliki banyak cara atau langkah untuk mencapai suatu fungsi tujuan sedangkan pada pemrograman
linier hanya memiliki satu cara dalam pencapaian
suatu fungsi tujuan Program dinamik tidak memiliki rumusan yang baku atau standard. Tiap problem memerlukan
perumusan tertentu yang dibuat sesuai dengan
situasi yang sifatnya individual. Teknik pemrograman dinamik dikenal juga dengan multistage programming.
Dalam penelitian ini program
dinamik akan dipergunakan untuk menyelesaikan
permasalahan yang dihadapi oleh Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara, setelah permasalahan disn
dalam model matematika dan diketahui tahap-tahap
serta keadaan. Program Dinamik adalah suatu model pengambilaan keputusan melalui tahap-tahap dan multi tahap.
Dari uraian diatas, penulis memberi judul
penelitian ini dengan “ Pengaturan Jumlah Tenaga Perawat Setiap Shift dengan Menggunakan Program Dinamik Pada RSJ
Daerah Provinsi Sumatera Utara” 1.2
Rumusan Masalah Permasalahan yang akan
di bahas dalam penelitian tugas akhir ini adalah : 1. Bagaimana pengaturan shift tenaga perawat
yang tepat untuk mendapatkan pelayanan
optimal bagi pasien dengan menggunakan program dinamik.
2. Bagaimana perbandingan jumlah perawat yang
bekerja antara real worlddan menggunakan
program dinamik 1.3 Batasan Masalah Agar penelitian yang dilakukan dapat
menghasilkan penelitian yang fokus dan akurat, maka diberikan batasan masalah sebagai berikut
: 1. Tenaga kerja yang dipermasalahkan dalam tulisan ini adalah tenaga kerja
perawat.
Maka dari itu tidak termasuk
didalamnya para pegawai administrasi, dokter dan staf ahli lainnya.
2. Tingkat kemampuan tiap tenaga
kerja untuk menyelesaikan beban kerja dianggap konstan artinya tidak dapat dipengaruhi oleh
waktu dan faktor-faktor lainnya.
3. Perbedaan keterampilan tenaga
kerja tidak dibicarakan.
1.4 Tinjauan Pustaka Hiller dan Lieberman (2001) Menjelaskan
tentang hubungan rekursif yang mengidentifikasi
kebijakan optimal pada tahap n, bila diketahui kebijakan optimal untuk tahap (n+1) dan setiap masalah hubungan
rekursifnya memiliki bentuk yang berbeda-beda.
Buku ini memperkenalkan notasi
yang digunakan penulis pada penulisan skripsi ini, yaitu : N =
banyaknya tahap n = label untuk tahap sekarang ( n = 1, 2,
3,..., N) sn =
keadaan sekarang untuk tahap n xn = peubah keputusan untuk tahap n xn * = nilai optimal Xn(diketahui Sn) fn(sn, xn) = kontribusi tahap n, n+1, ..., N
kepada fungsi tujuan bila sistem dimulai
dari keadaan sn pada tahap n, keputusan sekarang adalah xndan keputusan optimal dibuat
sesudahnya.
fn * (sn) = fn(sn, xn * ) Hubungan rekursif akan selalu memiliki bentuk
: fn * (sn) = maxxn {fn(sn, xn)} atau fn
* (sn) = minxn {fn(sn, xn)} dimana fn(sn, xn) akan dinyatakan dalam sn, xn, f *
n+1(sn+1) dan mungkin beberapa ukuran
tentang keefektifan (atau ketidakefektifan) tahap pertama dari xn.
Hubungan rekursif dinamakan
demikian karena hubungan tersebut selalu berulang setiap bergerak ke belakang tahap
demi tahap. Bila tahap sekarang bernomor n diturunkan satu tahap, maka fungsi f * (sn)
baru akan diturunkan menggunakan f * n+1(sn+1)
yang baru saja diturunkan dalam iterasi sebelumnya, proses ini berulang terus.
Perhitungan maju dilaksanakan
dalam urutan f1
f2 f3, metode perhitungan ini dikenal sebagai prosedur maju
( forward procedure) karena perhitungan
maju dari tahap pertama ke tahap akhir. Sedangkan metode untuk perhitungan mulai dari tahap akhir dan
kemudian berlanjut ke tahap satu dinamakan prosedur mundur ( backward procedure).
Perbedaan utama antara prosedur maju dan prosedur mundur adalah dalam mengidentifikasi
keadaan sistem.
1.5. Tujuan Penelitian 1. Mengetahui jumlah tenaga kerja pada setiap
shift dengan menggunakan Program Dinamik
2. Mengetahui perbandingan jumlah
perawat yang bekerja antara real worlddan metode Program Dinamik 1.6. Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian ini adalah dapat
membantu pihak rumah sakit sebagai alternatif
kebijakan bagi para pengambil keputusan di RSJ Daerah Provinsi Sumatera Utara 1.7. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian adalah
langsung ke lapangan untuk mengambil
data yang diperlukan. Data yang dipergunakan adalah banyaknya tenaga perawat pada rumah sakit, data ini akan
digunakan untuk menentukan berapa jumlah tenaga perawat yang bekerja pada setiap
shiftnya. Data tentang jumlah shift dimana jumlah shifnya ada tiga yaitu pagi dari pukul
08.00 sampai pukul 14.30, siang dari pukul
14.30 sampai pukul 21.00, dan malam dari pukul 21.00 sampai pukul 08.00.
Skripsi Mathematics:Pengaturan Jumlah Tenaga Perawat Setiap Shift Dengan Menggunakan Program Dinamik Pada RSJ Daerah Provinsi Sumatera Utara
Download lengkap Versi PDF
