Skripsi Manajemen:Faktor-faktor yang Mempengaruhi Konsumen Berkunjung pada Rumah Makan Istana Minang


 BAB I PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang Usaha kecil adalah sebuah usaha atau kegiatan perekonomian berskala  kecil yang memiliki batasan tertentu. Menurut Undang-undang No 9 Tahun 1995,  batasan usaha kecil yaitu memiliki asset bersih (tidak termasuk tanah dan  bangunan) yang tidak lebih dari Rp. 200.000.000,00 serta memiliki penjualan  tahunan tidak lebih dari Rp. 1.000.000.000,00. Usaha kecil merupakan salah satu bagian penting dari perekonomian suatu negara ataupun daerah, peran penting  tersebut telah mendorong banyak negara termasuk juga Indonesia agar terus  berupaya untuk mengembangkan usaha kecil menengah.
Usaha rumah makan merupakan usaha kecil menengah yang dianggap  oleh sebagian orang sebagai bisnis yang paling mudah untuk dilakoni dalam  situasi apapun, dengan alasan bahwa setiap orang perlu makan sehingga membuat  bisnis makanan tidak akan pernah mati. Oleh karena itu, pertumbuhan usahausaha rumah makan, restoran dan cafĂ© di Indonesia sangat berkembang pesat.

Tempat pedagang makanan sangat mudah ditemukan di berbagai sudut  kota ataupun daerah. Saat ini rumah makan, restoran dan pada umumnya cafe tidak hanya dikunjungi konsumen untuk mencari makanan ataupun minuman saja,  tetapi tidak jarang dijadikan konsumen sebagai tempat berkumpul, pertemuan  bisnis, dan sekaligus dapat dijadikan tempat istirahat untuk menghilangkan lelah.
Para konsumen tersebut mencari tempat-tempat yang menarik, tenang, dan santai.
 Parapat  sebagai salah satu objek wisata terkenal di Sumatera Utara  memiliki banyak usaha rumah makan, terutama di sepanjang Jl. Sisingamangaraja.
Salah satunya adalah Rumah Makan Istana Minang.
Rumah Makan Istana Minang Parapat memiliki bentuk ruangan yang rapi, teratur dan menarik sehingga membuat konsumen nyaman untuk menikmati  hidangan yang disajikan. Harga yang ditawarkan rata-rata relatif murah  dibandingkan dengan rumah makan yang menyajikan produk sejanis, dan juga  tempatnya yang strategis sehingga mudah dijangkau konsumen. Rumah Makan  Istana Minang ini merupakan rumah makan yang selalu ramai dikunjungi  konsumen baik di hari biasa apalagi ketika hari libur tiba.
Makanan utama sekaligus menjadi menu andalan dari Rumah Makan  Istana Minang ini adalah ikan. Adapun jenis ikan yang disajikan di rumah makan  tersebut adalah ikan-ikan danau seperti ikan mujair, ikan nila, ikan pora-pora, ikan  mas, dan jenis ikan danau lainnya. Sang pemilik menjamin kenikmatan olahan  ikan di Rumah Makan Istana Minang karena ikan tersebut langsung diambil dari  Danau Toba. Hal ini membuat sajian ini memiliki cita rasa yang lebih nikmat dan  berbeda walaupun ikan ini banyak juga didapatkan di wilayah lain. Beberapa jenis  olahan ikan di Rumah Makan Istana Minang antara lain ikan goreng, ikan gulai,  ikan sambel, ikan pakai cabai lado hijau, dan lain-lain. Semua menu olahan ikan  tersebut merupakan yang menjadi andalan serta paling banyak dipesan  pengunjung.
Pemilik rumah makan melakukan banyak inovasi baik dalam hal variasi  menu makanan ataupun dalam hal kualitas serta fasilitas di rumah makan tersebut.
Dalam hal variasi makanan, pemilik rumah makan selalu menyajikan menu   makanan dengan cara pengolahan yang berbeda, namun tetap menggunakan bahan  baku utama, yakni ikan danau tersebut. Hal ini dilakukan agar pengunjung tidak  bosan dengan menu makanan yang selalu sama setiap harinya. Dalam hal fasilitas,  pemilik rumah makan menyediakan ruangan musholla serta lapangan parkir yang  cukup luas. Ruangan rumah makan juga di desain dengan sangat rapi dan menarik  sehingga pengunjung merasa nyaman dan mau melakukan kunjungan kembali ke  rumah makan tersebut.
Banyak faktor yang mempengaruhi pelanggan untuk datang ke suatu  lokasi rumah makan, selain persaingan. Beberapa faktor yang mendukung  datangnya pelanggan adalah adanya bauran pemasaran (marketing mix). Menurut  Lupiyoadi (2006:70), bauran pemasaran jasa terdiri dari produk (product), harga  (price), tempat (place), promosi (promotion), orang (people), bukti fisik (physical  evidence), dan proses (process). Melakukan bauran pemasaran yang tepat sasaran  akan semakin meningkatkan jumlah pelanggan atau konsumen.
Produk adalah barang atau jasa yang digunakan untuk memuaskan  kebutuhan konsumen. Harga produk atau jasa adalah faktor kunci dalam  keputusan konsumen untuk melakukan pembelian. Bila harga terlalu tinggi  mungkin banyak konsumen akan membatalkan kunjungannya dan akan beralih ke  tempat lain yang harganya lebih rendah lagi.
Tempat merupakan hal yang penting karena pelanggan semakin  mengharapkan layanan dan kenyamanan yang samakin memuaskan. Promosi  yang bertujuan untuk membujuk para konsumen untuk berkunjung dan melakukan  pembelian produk yang ditawarkan.
 Orang merupakan suatu kualitas dan kuantitas dari orang yang akan  terlibat dalam pemberian jasa, seperti pelayanan yang baik serta memuaskan para  konsumen yang berkunjung. Bukti fisik yakni merupakan lingkungan fisik tempat  jasa diciptakan dan langsung berinteraksi dengan konsumen. Proses meliputi  bagaimana menjalankan operasi dalam jasa tersebut, mulai dari awal hingga akhir  dari kegiatan jasa tersebut.
Rumah Makan Istana Minang lebih banyak dikenal oleh konsumen  dibandingkan rumah makan yang sejenis lainnya yang berada di Jl.
Sisingamangaraja tersebut. Berdasarkan uraian tersebut, maka muncul  ketertarikan untuk melakukan penelitian tentang: “ Analisis Faktor-Faktor yang  Mempengaruhi Konsumen Berkunjung pada Rumah Makan Istana Minang  di Jl. Sisingamangaraja Parapat “.
B.  Perumusan Masalah Perumusan masalah yang dikemukakan peneliti berdasarkan latar belakang  penelitian adalah sebagai berikut: “ Apakah faktor produk, harga, lokasi/tempat, promosi, orang, bukti  fisik dan proses memiliki pengaruh terhadap keputusan konsumen  berkunjung pada Rumah Makan Istana Minang di Jl. Sisingamangaraja  Parapat? ” C. Kerangka Konseptual Produk merupakan barang atau jasa yang digunakan untuk memuaskan  kebutuhan konsumen dan produk dapat mempunyai bentuk, atau dapat berupa jasa   tanpa bentuk fisik (Zimmerer  et al., 2008:413). Para konsumen, pada  kenyataannya membeli lebih dari sekedar sifat-sifat fisik yang melekat pada  barang tersebut, seperti kemasan, warna, bahan yang digunakan, merek, dan lainlain. Mereka membeli pemuas kebutuhan dalam bentuk manfaat produk yang  dibelinya.
Harga produk atau jasa adalah faktor kunci dalam keputusan pembelian.
Menurut Zimmerer et al., (2008:417) harga mempengaruhi baik penjualan  maupun laba, dan tanpa harga yang benar, penjualan dan laba akan mendapatkan  kesulitan. Harga yang benar untuk produk atau jasa bergantung pada tiga faktor,  yaitu: struktur biaya perusahaan, penilaian mengenai pasar, dan citra pasar yang  ingin dibentuk dalam pikiran pelanggan.


Skripsi Manajemen:Faktor-faktor yang Mempengaruhi Konsumen Berkunjung pada Rumah Makan Istana Minang
Download lengkap Versi PDF