Skripsi Manajemen:Analisis Pengaruh Rasio Profitabilitas terhadap Harga Saham Perusahaan Makanan dan Minuman


 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah Pergerakan harga suatu saham tidak dapat diperkirakan secara pasti. Harga  suatu saham ditentukan menurut hukum permintaan dan penawaran (kekuatan  tawar-menawar). Semakin banyak orang yang membeli saham, maka harga saham  tersebut cenderung akan bergerak naik. Sebaliknya, semakin banyak orang  menjual saham maka harga saham tersebut cenderung akan bergerak turun. Dalam  jangka panjang, kinerja emiten dan pergerakan harga saham umumnya bergerak  searah. Namun demikian perlu diingat, tidak ada harga suatu saham yang terusmenerus naik demikian juga tidak ada harga suatu saham yang terus-menerus  turun.
Rasio menggambarkan suatu hubungan pertimbangan antara suatu jumlah  tertentu dan jumlah yang lain. Hasil analisis laporan keuangan yang menunjukkan  kinerja perusahaan tersebut dipakai sebagai dasar penentu kebijakan bagi pemilik,  manajer dan investor. Menurut Harahap (2001:297) rasio keuangan adalah angka  yang diperoleh dari hasil perbandingan dari suatu pos laporan keuangan dengan  pos lainnya yang mempunyai hubungan yang relevan dan signifikan (berarti).

Dengan analisis rasio keuangan, dapat diperoleh informasi dan memberikan  penilaian terhadap kondisi keuangan suatu perusahaan dalam suatu periode  tertentu. Analisis rasio bagi pihak manajemen sangat berguna untuk melakukan  perbaikan-perbaikan serta menyn strategi perusahaan dimasa yang akan  datang, untuk itulah penelitian ini lebih terfokus pada kinerja perusahaan   terutama yang berkaitan dengan kinerja keuangan perusahaan.  Profitabilitas  perusahaan adalah salah satu cara untuk menilai secara tepat tingkat pengembalian  yang akan didapat dari aktivitas investasinya. Profitabilitas menggambarkan  kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemampuan, dan  sumber yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah  cabang, dan sebagainya. Sehingga analisis rasio keuangan yang dapat digunakan  untuk melihat pergerakan harga saham ialah analisis rasio profitabilitas.
Industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau  barang setengah jadi menjadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk  mendapatkan keuntungan. Hasil industri tidak hanya berupa barang, tetapi juga  dalam bentuk jasa. Industri makanan dan minuman saat ini sangat mempunyai  pengaruh dalam perekonomian Indonesia. Saat sistem ekonomi telah mengglobal,  persaingan ekonomi dan bisnis di tingkat nasional ataupun dunia meningkat  tajam.
Perusahaan Makanan dan minuman merupakan salah satu alternatif  investasi yang diminati investor. Perusahaan industri makanan dan minuman  memiliki prospek yang cukup bagus dan cenderung diminati oleh investor sebagai  salah satu target investasinya. Penyebabnya adalah hasil industri ini cenderung  digemari oleh masyrakat seperti makanan ringan, minuman energi minuman  isotonik hingga minuman dalam kemasan. Perusahaan makanan dan minuman  merupakan kategori barang konsumsi perusahaan industri manufaktur dimana  produknya sangat dibutuhkan masyarakat, sehingga prospeknya menguntungkan  baik masa sekarang maupun masa yang akan datang, selain itu saham perusahaan   tersebut merupakan saham-saham yang paling tahan krisis ekonomi dibanding  sektor lain karena dalam kondisi krisis atau tidak sebagian besar produk makanan  dan minuman tetap dibutuhkan Penulis melihat pada masa sekarang konsumen semakin menyukai  makanan dan minuman siap saji (prepared food and beverages). Hal ini didukung  oleh adanya hasil survei yang dilakukan oleh Survei Sosial Ekonomi Nasional  (Susenas) yang melakukan survei konsumsi masyarakat Indonesia sekali dalam  tiga tahun. Hasil Susenas menyingkapkan bahwa pola pengeluaran untuk  konsumsi makanan jadi di antara masyarakat perkotaan telah meningkat. Dengan  makin berkembangnya daerah perkotaan, semakin kurang waktu yang tersedia,  serta semakin membudaya cara-cara praktis dalam penyediaan pangan.
Masyarakat kota cenderung menyenangi makanan ready to eat. Demikian  juga, akibat semakin banyak jumlah wanita yang bekerja di luar rumah sehingga  selain pangan ready to eat, permintaan ready to cook serta ready to serve menjadi  semakin tinggi. Akan tetapi hasil survei juga menyebutkan bahwa ternyata  konsumsi  pangan yang sama juga terjadi pada masyarakat pedesaan. Secara  relatif, dikatakan bahwa makanan jadi semakin mendapatkan tempat yang penting  dalam struktur konsumsi masyarakat pedesaan. Atau dapat juga dikatakan bahwa  urbanisasi dalam pengertian masuknya pengaruh kota ke dalam cara hidup desa  telah terjadi dalam konsumsi pangan  (Siagian dalam Nikijuluw, Suara  Pembaharuan Daily, 2005).
Kecenderungan masyarakat kota menyenangi makanan ready to eat menyebabkan semakin meningkatnya industri-industri baru dalam bidang   makanan dan minuman. Dapat dilihat pada tahun-tahun belakangan ini, industri  makanan dan minuman semakin berkembang pesat. Semakin banyak hadirnya  restaurant-restaurant yang menyediakan berbagai macam makanan dan inovasi  terhadap makanan ataupun minuman yang disediakan oleh restaurant tersebut.
Pada tahun 2007 hingga 2008 terjadi gejolak krisis ekonomi global di seluruh  dunia, tetapi hal tersebut tidak terlalu memberikan dampak yang besar terhadap  industri makanan dan minuman. Industri yang paling aman dalam berbisnis adalah  industri makanan dan minuman, karena hal tersebutlah maka banyak para investor  baik dalam ataupun luar negeri yang menginvestasikan dananya kepada industri  makanan dan minuman. Dalam penelitian ini, penulis mengambil kurun waktu 2005 sampai 2009 terhadap industri makanan dan minuman.
Berdasarkan uraian latar belakang yang dikemukakan sebelumnya, maka penulis  tertarik untuk menganalisis pengaruh rasio keuangan yaitu rasio  profitabilitas terhadap harga saham. Rasio profitabilitas yang digunakan adalah  Earning Per Share (EPS), Net Profit Margin (NPM), Return on Asset (ROA) dan  Return  on  Equity (ROE). Melalui analisis rasio profitabilitas yaitu Earning Per  Share (EPS), Net Profit Margin (NPM), Return on Asset (ROA) dan Return  on  Equity  (ROE)  perusahaan makanan dan minuman  terbuka  menunjukkan  perkembangan harga saham yang berbeda-beda dalam beberapa tahun terakhir dan laba bersih yang didapat oleh perusahaan juga mengalami perbedaan. Hal ini  ditunjukkan dalam Tabel 1.1 yang menunjukkan harga saham dan laba bersih dari  beberapa perusahaan makanan dan minuman sebagai berikut :  Tabel 1.
Perkembangan Laba Bersih dan Harga Saham Perusahaan Makanan dan Minuman Terbuka Tahun 2006 sampai dengan  NO  Perusahaan  Laba (million rupiah)  Harga saham (rupiah)  2006  2007  2008  2009  2006  2007  2008   1.  ADES  -128,7  -154,8  -15,2  395,9  1289  858  552   2.  AISA  130  15,76  28,68  19,75  191  345  547   3.  AQUA  48,85  52,24  82,33  77,25  88854  125167  127000   4.  CEKA  15,29  20,18  42,06  46,68  513  633  788   5.  DAVO  196,27  208,4  222,9  -226  418  389  249   6.  DLTA  43,28  31,67  83,75  126,5  30175  22242  25500   7.  INDF  661,2  980,3  1034  799,7  1094  1938  2084   8.  MLBI  73,58  47,48  222,3  243,8  51717  53142  59258   9  MYOR  93,576  115,5  196,2  372,1  1083  1666  1198   10  PSDN  11,84  -4,133  14,02  35,88  88  83  105   11  SKLT  14,426  3,310  4,271  13,25  327  113  90   12  STTP  14,426  10,18  4,817  18,44  149  363  149   13  ULTJ  14,73  38,93  303,7  61,15  319  535  718   Sumber : www.idx.co.id dan www.duniainvestasi.com (diolah, agustus 2010) Berdasarkan fenomena di atas, maka penulis tertarik untuk meneliti dengan judul ”Analisis Pengaruh Rasio Profitabilitas Terhadap Harga Saham  Pada Perusahaan Industri Makanan dan Minuman Terbuka di Bursa Efek  Indonesia”  B. Perumusan Masalah Masalah merupakan faktor penghambat pelaksana kegiatan untuk  mencapai tujuan yang telah ditetapkan, sehingga diperlukan suatu pemecahan agar  kelangsungan operasi perusahaan terlaksana dengan baik sesuai yang diinginkan.


Skripsi Manajemen:Analisis Pengaruh Rasio Profitabilitas terhadap Harga Saham Perusahaan Makanan dan Minuman
Download lengkap Versi PDF