Skripsi Manajemen:Analisis Pengaruh Stres Kerja Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Pada Perum Pegadaian


 BAB I PENDAHULUAN
 A.  Latar Belakang Masalah Prestasi kerja karyawan yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh  perusahaan merupakan hal utama yang dituntut perusahaan dari karyawannya.
Prestasi kerja karyawan akan membawa dampak bagi karyawan yang bersangkutan  maupun perusahaan tempat ia bekerja. Prestasi kerja yang tinggi akan meningkatkan  produktivitas perusahaan. Sebaliknya, prestasi kerja karyawan yang rendah dapat  menurunkan tingkat kualitas dan produktivitas kerja, yang pada akhirnya akan  berdampak pada penurunan pendapatan perusahaan.
Ada banyak faktor yang mempengaruhi prestasi kerja karyawan. Karyawan  bekerja produktif atau tidak tergantung pada motivasi, kepuasan kerja, tingkat stres,  kondisi fisik pekerjaan, sistem kompensasi, desain pekerjaan, dan aspek–aspek  ekonomis, teknis serta perilaku lainnya.

Prestasi kerja karyawan merupakan hal yang sangat penting dalam perusahaan  untuk mencapai tujuannya, sehingga berbagai usaha dilakukan untuk  meningkatkannya. Seorang karyawan dikatakan memiliki prestasi dalam bekerja, jika  beban kerja yang ditetapkan tercapai atau jika realisasi hasil lebih tinggi daripada  yang ditetapkan perusahaan. Kondisi ini disebut prestasi karyawan dalam kategori  terbaik. Tuntutan yang tidak mampu dikendalikan oleh setiap karyawan akan  menimbulkan ketegangan dalam diri karyawan dan jika tidak dapat diatasi maka  karyawan tersebut mengalami stres (Hariandja, 2009:304) Stres merupakan suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses  berpikir dan kondisi seseorang. Stres yang terlalu besar akan mengancam kemampuan   seseorang untuk menghadapi lingkungan dan sebagai hasilnya akan mengganggu  pelaksanaan kerja mereka,  orang yang mengalami stres sering menjadi mudah marah  dan tidak rileks atau menunjukkan sikap tidak kooperatif Stres dapat bersifat sementara atau jangka panjang, ringan atau berat, sangat  tergantung pada seberapa penyebabnya berlangsung. Stres yang terlalu besar dapat  mengancam kemampuan seseorang untuk menghadapi lingkungan. Sebagai hasilnya,  pada diri karyawan berkembang berbagai macam gejala stres yang dapat mengganggu  pelaksanaan kerja mereka.
Menurut Miner, (dalam Gitosudarmo,2000:60) penyebab timbulnya stres  dalam organisasi dapat dibedakan dalam dua kategori yaitu faktor yang bersumber  dari luar dan dari individu itu sendiri. Penyebab stres yang bersumber dari  luar  dibedakan lagi menjadi stres yang bersumber dari dalam organisasi dan dari luar  organisasi. Sumber stres yang berasal dari individu itu sendiri, seperti kepribadiannya,  kebutuhan, nilai, umur, dan kondisi kesehatan.
Setiap orang pernah  mengalami stres walaupun kadangkala tidak  dirasakannya, karena stres ini berkisar dari adanya kegelisahan sampai pada rasa  cemas yang melumpuhkan. Seseorang yang mengalami sedikit rasa gelisah, tidak  menyadari kalau hal itu merupakan stres yang dapat menjadi semakin parah. Keadaan  tersebut dapat mengakibatkan menurunnya prestasi kerja yang sudah pasti sangat  merugikan diri karyawan dan perusahaan tempat ia bekerja. Timbulnya stres seperti  yang dipaparkan di atas pada hakikatnya disebabkan oleh masalah organisasi di  lingkungan kerja, individu karyawan tersebut dan hal lain yang berhubungan dengan  masyarakat. Seseorang karyawan dapat  mengalami stres karena ketiga faktor di atas  atau salah satu faktor saja.
 Perum Pegadaian merupakan satu-satunya perusahaan atau badan usaha milik  negara (BUMN) yang menyelenggarakan penyaluran kredit atas dasar gadai. Adanya  target/omset yang ditetapkan secara periodik dalam Rencana Kerja dan Anggaran  Perusahaan, mengharuskan karyawan untuk dapat mencapai target sebagai pencapaian  kinerjanya masing-masing. Para karyawan Perum Pegadaian membutuhkan jam  kerja yang tinggi dan kesabaran dalam melaksanakan aktivitas pekerjaannya  dikarenakan pekerjaan mereka adalah di bidang jasa yang dituntut memberikan  pelayanan dibidang kredit atas dasar gadai kepada nasabah.
Usaha memberikan pelayanan yang terbaik tersebut harus diperlukan  lingkungan kerja yang baik karena faktor ini mempengaruhi kondisi karyawan baik  fisik maupun mental. Kondisi kerja yang buruk berpotensi menjadi penyebab  karyawan mudah jatuh sakit, mudah stress, sulit berkonsentrasi dan menurunnya  prestasi kerja karyawan. Perangkat kerja yang tidak mendukung seperti komputer  yang lambat, printer yang tidak berfungsi dengan baik, ruangan kerja tidak nyaman,  sirkulasi udara kurang memadai, ruangan kerja terlalu padat, berisik, tentu besar  pengaruhnya pada kenyamanan kerja karyawan.
Faktor konflik peran yaitu ketidakjelasan peran dalam bekerja dan tidak tahu  apa yang diharapkan oleh manajemen yang dapat menyebabkan stres pada karyawan  antara lain masalah administrasi, stres yang tidak wajar untuk menyesuaikan diri  dengan pekerjaan dan situasi kerja, struktur birokrasi yang tidak tepat, sistem  manajemen yang tidak sesuai, perebutan kedudukan, persaingan yang semakin ketat  untuk memperoleh kamajuan, beban kerja yang semakin bertambah dan segala  sesuatu yang ada kaitannya dengan pekerjaan. Faktor dari luar meliputi masalah  keluarga, konflik antara tuntutan keluarga dan tuntutan perusahaan, hubungan dengan  masyarakat yang kurang baik.
 Kondisi yang berpotensi menimbulkan stres di Perum Pegadaian adalah  pencapaian target yang tidak maksimal dari penyaluran kredit gadai sehingga  mempengaruhi pendapatan karyawan. Disamping gaji yang diperoleh oleh karyawan,  insentif pencapaian target merupakan sesuatu yang diharapkan oleh karyawan Perum  Pegadaian. Adanya pencapaian maksimal atas target yang telah ditetapkan oleh  perusahaan tentu dapat mengurangi stres kerja karyawan. Pada kenyataannya  pencapaian target di Perum Pegadaian sering tidak tercapai karena tingginya target  yang telah ditetapkan oleh perusahaan dan dipengaruhi oleh lingkungan kerja yang  tidak nyaman sehingga mempengaruhi kualitas pelayanan. Pada tabel 1.1 berikut ini  disajikan data mengenai pencapaian target Barang Jaminan KCA Perum Pegadaian  Kanwil I Medan yang diambil dari bulan Januari – Desember 2009.
Tabel 1.
Target Barang Jaminan KCA Perum Pegadaian Kanwil Medan  2009  Bulan  Pencapaian  Target (Rp) Target (Rp) Persentase  Pencapain  Target Januari  86.809.000  92.780.000  93% Februari  88.229.000  91.800.000  96% Maret  87.341.000  92.650.000  94% April  85.948.000  90.870.000  95% Mei  87.461.000  91.950.000  98% Juni  89.650.000  92.681.000  93% Juli  90.473.000  93.760.000  96% Agustus  88.165.000  90.350.000  91%  Tabel 1.
Target Barang Jaminan KCA Perum Pegadaian Kanwil Medan  September  89.445.000  92.950.000  95% Oktober  85.970.000  91.872.000  93% November  88.360.000  92.550.000  95% Desember  90.870.000  94.827.000  95% Sumber:Perum Pegadaian KanwilI Medan Berdasarkan Tabel 1.1 dapat dilihat bahwa pencapain target Perum  Pegadaian Kanwil Medan selama bulan Januari-Desember 2009 rata-rata  mencapai 95%. Hal tersebut belum cukup baik karena belum tercapainya  target yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
Pencapaian target yang tidak maksimal  merupakan pemicu munculnya  stres pada karyawan karena mempengaruhi pendapatan karyawan. Kebijakan  perusahaan juga dapat menyebabkan stres dalam organisasi, seperti mutasi  karyawan ke tempat yang tidak diinginkan karyawan tersebut. lingkungan  kerjanya yang baru belum tentu membuatnya nyaman,  sehingga membuat  karyawan tersebut stres.  Perangkat kerja yang tidak mendukung  untuk  memenuhi tuntutan sehingga menurunkan prestasi kerja karyawan.


Skripsi Manajemen:Analisis Pengaruh Stres Kerja Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Pada Perum Pegadaian
Download lengkap Versi PDF