BAB PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Telepon pintar (Smartphone)
adalah telepon genggam yang memiliki sistem
operasi untuk masyarakat luas, dimana pengguna dapat dengan bebas menambahkan aplikasi, menambah fungsi-fungsi
atau mengubah sesuai keinginan pengguna.
Dengan kata lain, telepon pintar
merupakan komputer mini yang mempunyai
kapabilitas sebuah telepon (Shiraishi et al, 2010).
Saat ini pemakaian telepon pintar di Indonesia
mengalami kemajuan yang sangat pesat,
terutama telepon pintar yang memiliki fasilitas chatting /
instant messaging yang
terintegrasi. Berdasarkan data statistik
ITU (International Telecommunication
Union, 2009), pada tahun 2002 pengguna telepon seluler di Indonesia mencapai 11,7 juta orang, lima tahun
kemudian pengguna telepon seluler di
Indonesia mencapai 93 juta orang, dan pada tahun 2009 mencapai 159 juta orang.
Sejak akhir 1990an, penggunaan telepon genggam
diantara remaja terus meningkat. Pada
tahun 2005, sebuah penelitian menemukan kurang lebih 33% remaja memiliki telepon genggam. Dari 33%
remaja yang melaporkan memiliki telepon
genggam tersebut, kurang lebih 64% mengatakan mereka secara rutin mengirimkan pesan singkat (Lenhart et al,
2005).
Asosiasi Telekomunikasi Selular Indonesia
(ATSI) mencatat jumlah pengiriman
telepon pintar meningkat dari hanya 6% (2009) menjadi 12% dari jumlah pengiriman semua model ponsel ke
Indonesia pada 2010. Menurut Dian Siswarini,
Sekretaris Jenderal ATSI, layanan data internet kini menjadi bagian dari aktivitas harian pelanggan ponsel di
Indonesia. Ia mencatat sebagian besar pengguna
telepon pintar dewasa ini menggunakan
perangkat mereka untuk menelri internet,
membaca berita online, bergaul di jejaring sosial, dan saling mengirim surat elektronik. Untuk itu, pengguna
telepon pintar akan menghabiskan waktunya
untuk menatap pada layar telepon dalam waktu yang lama dan jarak yang dekat.
Secara
teori, menatap suatu target pada titik dekat dalam waktu yang lama dapat menyebabkan tekanan yang berlebihan pada
saraf otonom di mata dan otak.
Hal ini biasanya mengarah pada penurunan
daya akomodasi yang akhirnya menghasilkan fokus yang tetap pada satu titik
dekat (“Focus Freezing Phenomenon”).
Berdasarkan hal-hal di atas, dampak penggunaan
telepon pintar terhadap tajam
penglihatan belum sepenuhnya dapat dibuktikan karena jarang sekali ada penelitian mengenai hal tersebut. Oleh karena
itu, penulis tertarik untuk melakukan
penelitian mengenai perbedaan tajam penglihatan
antara pengguna telepon pintar
dengan yang tidak menggunakan telepon pintar. Adapun tempat yang dipilih penulis untuk melakukan
penelitian adalah SMA St. Thomas 1 Medan.
Penulis memilih sekolah tersebut karena pada umumnya tingkat sosial ekonominya menengah ke atas dan juga sebagian
besar populasinya menggunakan telepon
pintar.
1.2.
Rumusan Masalah Dari uraian latar belakang di atas dapat disimpulkan
satu pertanyaan pada penelitian ini,
yaitu: “Apakah ada perbedaan tajam penglihatan antara pengguna telepon pintar
dengan yang tidak menggunakan telepon pintar?” 1.3.Tujuan Penelitian 1.3.1. Tujuan Umum Untuk mengetahui perbedaan tajam
penglihatan antara pengguna telepon pintar
dengan yang tidak menggunakan telepon pintar pada siswa SMA St.
Thomas 1 Medan.
1.3.2.
Tujuan Khs 1. Untuk
mengetahui proporsi siswa SMA St. Thomas 1 Medan yang menggunakan telepon pintar yang mengalami penurunan tajam penglihatan.
2. Untuk mengetahui proporsi siswa SMA St.
Thomas 1 Medan yang tidak menggunakan telepon pintar yang mengalami penurunan tajam penglihatan.
3.
Untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang bermakna pada penurunan tajam penglihatan siswa SMA St. Thomas 1 Medan
yang menggunakan telepon pintar dengan yang
tidak menggunakan telepon pintar.
1.4.
Manfaat Penelitian 1. Hasil
penelitian ini dapat menjadi masukan bagi siswa SMA St. Thomas 1 Medan mengenai dampak penggunaan telepon
pintar pada tajam penglihatan.
2.
Penelitian ini dapat menambah pengalaman dan wawasan penulis dalam melakukan penelitian.
3.
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk penelitian
lebih lanjut bagi peneliti lain yang
ingin meneliti hal yang sama serta penjelasan teoretisnya.
Contoh Skripsi Kedokteran:Perbedaan Tajam Penglihatan Antara Pengguna Telepon Pintar Dengan Yang Tidak Menggunakan Telepon Pintar Pada Siswa SMA
Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini
Bab I
|
Downloads
| |
Bab II
|
Downloads
| |
Bab III - V
|
Downloads
| |
Daftar Pustaka
|
Downloads
| |
Lampiran
|
Downloads
|
