Contoh Skripsi Kedokteran:Hubungan Antara Status Ibu Bekerja atau Ibu TidakBekerja Dengan Status Gizi Anak Balita


BAB  PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang  Di era globalisasi tuntutan kebutuhan akan ekonomi yang semakin meningkat,  membuat para ibu harus bekerja untuk menambah pendapatan keluarga. Mereka lebih  memilih bekerja pada saat anak-anak mereka masih di bawah umur satu tahun, yaitu  saat dimana peran ibu sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan dan perkembangan  anak (Engle, 2000). Hal ini tidak terkecuali bagi ibu yang ada di perkotaan ataupun di  pedesaan. Pada tahun 2001, rata-rata di seluruh dunia terdapat 54,3 % ibu bekerja  yang memiliki anak dengan umur di bawah enam tahun (OECD, 2001). Sedangkan di  Inggris, 57% ibu yang memiliki anak balita (bawah lima tahun) adalah seorang  pekerja (ONS, 2008). Menurut Data Statistik Indonesia (2005), lebih kurang 34 juta  penduduk berumur di atas 15 tahun dan berjenis kelamin perempuan adalah seorang  pekerja.

Status ibu bekerja memiliki dampak positif dan negatif bagi pertumbuhan dan  perkembangan anak (Abbi et al, 1988). Di salah satu sisi, ibu yang bekerja akan  mempunyai penghasilan dapat menambah pendapatan keluarga sehingga pangan anak  dan kebutuhan lainnya secara materi dapat tercukupi. Tetapi apabila seorang ibu  harus bekerja, maka waktu yang ia punyai untuk dihabiskan bersama anaknya akan  berkurang. Hal ini menyebabkan sang anak merasa kurang perhatian dan tidak  terkontrol dalam hal asupan makanan (Glick, 2002). Anak-anak tersebut akan  mengalami malnutrisi, baik menjadi gizi kurang hingga buruk, atau malah menjadi  gizi lebih dan mengalami obesitas.        Malnutrisi pada anak balita yang terjadi di negara-negara berkembang seperti  di Indonesia, merupakan masalah utama dalam peningkatan derajat kesehatan  masyarakat. Menurut data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), di Indonesia   terhitung 17,9 % atau sekitar 3,7 juta anak balita dikategorikan gizi kurang (Depkes  RI, 2011). Di wilayah Kota Medan, dari 117.655 anak balita yang ditimbang didapati  3.145 anak gizi kurang dan 137 anak gizi buruk (Dinas Kesehatan Kota Medan,  2010). Dari 21 kecamatan yang ada, Kecamatan Medan Tembung memiliki angka  gizi buruk cukup tinggi yaitu 14 anak atau sekitar 10,2 % tergolong kurus sekali. Data  dari Dinas Kesehatan Kota Medan juga menunjukkan terdapat 169 anak yang  dikategorikan gizi kurang pada tahun 2010 di Kecamatan Medan Tembung,  Kotamadya Medan.
1.2  Rumusan Masalah Berdasarkan uraian ringkas dari latar belakang di atas, memberi dasar bagi peneliti  untuk merumuskan pertanyaan penelitian berikut:  1.  Apakah terdapat hubungan antara status ibu bekerja atau ibu tidak bekerja  dengan status gizi anak balita di Kecamatan Medan Tembung? 2.  Apakah terdapat hubungan antara lama kerja per minggu dengan statusgizi anak  balita? 1.3  Tujuan Penelitian 1.3.1  Tujuan Umum Mengetahui hubungan antara status ibu bekerja atau ibu tidak bekerja dengan status  gizi anak balita di Kecamatan Medan Tembung, dan mengetahui hubungan antara  lama kerja per minggu dengan status gizi anak balita.
1.4  Manfaat Penelitian 1. Hasil penelitian ini diharapkan dapat sebagai masukan kepada para ibu, baik yang  bekerja maupun yang tidak bekerja di Kecamatan Medan Tembung, agar lebih  memperhatikan kebutuhan gizi anak mereka sehingga tercapai status gizi anak  baik.
2. Hasil penelitian diharapkan dapat dipakai sebagai data dasar untuk penelitian lebih  lanjut.


Contoh Skripsi Kedokteran:Hubungan Antara Status Ibu Bekerja atau Ibu TidakBekerja Dengan Status Gizi Anak Balita
Downloads  Versi PDF >>>>>>>Klik Disini

Bab I
Downloads
Bab II
 Downloads 
 Bab  III - V
 Downloads 
Daftar Pustaka
 Downloads 
Lampiran
Downloads