BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Menurut
Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara
fisik, mental, spiritual maupun sosial yang
memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif
secara sosial dan ekonomi.
Penyelenggaraan upaya kesehatan dapat berupa pendekatan pemeliharaan, pelayanan kesehatan, peningkatan
kesehatan (promotif), pencegahan
penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif). Salah satu upaya
peningkatan derajat kesejahteraan masyarakat
adalah melalui pekerjaan yang berhubungan dengan kefarmasian, dan tempat dilakukannya pekerjaan kefarmasian
adalah Apotek.
Salah satu
pelayanan kefarmasian yang dilakukan di apotek adalah pengobatan sendiri. Pengobatan sendiri adalah
upaya yang dilakukan orang awam untuk
mengatasi sakit atau keluhan yang dialaminya, tanpa bantuan tenaga ahli medis (Supardi, 2008). Namun bukan berarti
asal mengobati, justru pasien harus mencari
informasi obat yang sesuai dengan penyakitnya dan apoteker memiliki peranan di sini. Apoteker bisa memberikan
informasi obat yang objektif dan rasional.
Pengobatan sendiri boleh dilakukan untuk kondisi penyakit ringan, umum dan tidak akut (Wulandari, 2010).
Menurut Lawrence
Green, penggunaan obat dalam pengobatan sendiri merupakan suatu perilaku kesehatan. Perilaku
kesehatan dipengaruhi tiga faktor pokok
yaitu: faktor predisposisi (predisposising factor), faktor pendukung (enabling factor), faktor pendorong atau
penguat (reinforcing factor).
Obat yang digunakan untuk pengobatan sendiri
meliputi obat-obat yang dapat digunakan
tanpa resep yang meliputi: Obat Bebas (OB), Obat Bebas Terbatas (OBT) dan Obat Wajib Apotek (OWA).
Obat wajib apotek terdiri dari terapi
oral kontrasepsi, obat saluran cerna, obat mulut serta tenggorokan, obat saluran nafas, obat yang mempengaruhi sistem
neuromuskular, anti parasit dan obat
kulit topikal(Anonim, 2007).
Gencarnya
promosi obat bebas melalui iklan baik media cetak maupun media elektronik mendorong masyarakat untuk
melakukan pengobatan sendiri (Self
Medication). Pada prinsipnya pengobatan sendiri dilakukan tanpa melalui pemeriksaan dokter sebelumnya, sehingga
masyarakat yang melakukan pengobatan
sendiri sebaiknya lebih dapat mengenali penyakit yang dideritanya (Anonim, 2009).
Contoh Skripsi Farmasi:Pola Penggunaan Obat Dalam Upaya Pasien Melakukan Pengobatan Sendiri Di Beberapa Apotek
Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini
Bab I
|
Downloads
| |
Bab II
|
Downloads
| |
Bab III - V
|
Downloads
| |
Daftar Pustaka
|
Downloads
| |
Lampiran
|
Downloads
|
Artikel terkait skripsi diantaranya : contoh proposal penelitian kualitatif, contoh proposal penelitian kuantitatif,contoh judul skripsi, contoh skripsi,contoh proposal,download skripsi, proposal skripsi, Kumpulan Contoh skripsi, contoh artikel, contoh makalah,proposal penelitian, karya tulis, judul seminar akuntansi, proposal tentang, beasiswa disertasi, laporan ta, tugas ta, tesis akuntansi keuangan, tesis kesehatan, proposal tesis akuntansi, contoh-contoh tesis, tesis gratis, tesis contoh, contoh bab 1 tugas akhir, kumpulan tugas akhir akuntansi, proposal pengajuan tugas akhir, contoh laporan tugas akhir akuntansi, judul tugas akhir jurusan akuntansi.
