Contoh Skripsi Kedokteran:Tingkat Pengetahuan Siswa SMP Swasta Kristen Immanuel Medan Kelas VIII Terhadap Penyalahgunaan dan Ketergantungan NAPZA


BAB  PENDAHULUAN
1.1.  Latar Belakang Penyalahgunaan dan ketergantungan narkotika, psikotropika dan zat  adiktif (NAPZA) merupakan satu ancaman yang dapat menghancurkan generasi  muda. Sampai saat ini belum semua orang memiliki kesadaran untuk memerangi  penggunaan NAPZA, karena masih kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap  bahaya penyalahgunaan NAPZA. Penyuluhan perlu dilakukan terutama pada  anak-anak usia sekolah untuk mendidik masyarakat tentang bahaya  penyalahgunaan NAPZA (Kaplan, 1991).
Pada saat ini anak-anak sekolah dasar sudah mengenal narkotika, oleh  karena itu sudah saatnya bagi kita untuk mensosialisasikan bahaya narkotika ini di  kalangan masyarakat. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), kasus  pemakaian narkoba oleh pelaku dengan tingkat pendidikan SD hingga tahun 2007  berjumlah 12.305 kasus. Data ini begitu mengkhawatirkan karena seiring dengan  meningkatnya kasus narkoba (khsnya di kalangan usia muda dan anak-anak),  penyebaran HIV/AIDS semakin meningkat dan mengancam.
Penyebaran narkoba  menjadi makin mudah karena anak SD juga sudah mulai mencoba-coba mengisap  rokok. Tidak jarang para pengedar narkoba memasukkan zat-zat adiktif (zat yang  menimbulkan efek kecanduan) ke dalam lintingan tembakaunya dan akhirnya  sampai pada stadium ketergantungan (dependence) (World Drug Report, 2010).
Dalam DSM-IV-TR (The Diagnostic And Statistical Manual of Mental  Disorder’s, th  edition, Text  Revision) seperti DSM-III dan DSM-IV,  ketergantungan dan penyalahgunaan kenyataannya merupakan manifestasi fisik  dan psikologis dari penyakit akibat penggunaan obat-obatan yang terdiri dari dua  kategori bahan yang menyebabkan ketergantungan dan bahan yang  disalahgunakan.  Substance abuse  atau penyalahgunaan obat-obatan adalah  perilaku maladaptif. Penelitian telah menunjukkan lebih jauh lagi tentang  ketergantungan obat-obatan daripada penggunaan obat-obatan (Leshner, 1999;  Kalivas, 2003). Akibat dari penyalahgunaan NAPZA  dapat terjadi gangguan  Universitas Sumatera Utara kesehatan jasmani, fungsi intelektual, kehidupan emosi dan sosial yang dapat  merugikan keluarga dan masyarakat sekitar maupun negara (American Psychiatric  Association, 2000).
Prevalensi  penggunaan  NAPZA  dari  tahun  ke tahun terus terjadi  peningkatan sehingga dapat terlihat seperti fenomena gunung  es (iceberg  phenomenon).  Menurut data  BNN, pada tahun 2009 terdapat 35.299 orang  tersangka korban narkoba. Dari status tersangka diputuskan sebagai terpidana  kasus narkoba sebanyak 28.392 orang dan 9.661 terpidana kasus narkotika. Bila  dilihat data yang ada, sekitar 86% penyalahgunaan narkotika justru usia produktif  yang butuh upaya rehabilitasi. Untuk mengakomodasi hak atas rehabilitasi  pecandu dan penyalahguna narkotika, BNN melalui Unit Terapi Rehabilitasi  (Unitra) hanya memiliki tempat untuk pecandu dan penyalahguna maksimal  menampung 500 orang dan pada tahun 2009 hanya 249 orang korban yang  direhabilitasi di Unitra Lido. Padahal pecandu ada 3,6 juta pecandu (Badan  Narkotika Nasional, 2009).
Hasil survei BNN menunjukkan, prevalensi penyalahgunaan narkoba di  lingkungan pelajar mencapai 4,7% dari jumlah pelajar dan mahasiswa atau sekitar  921.695 orang. Kabid Pembinaan dan Pencegahan Badan Narkotika Provinsi  Sumatera Utara menyatakan dari jumlah tersebut 61% di antaranya menggunakan  narkoba jenis analgesic dan 39%  jenis ganja,  amphetamine, ekstasi dan lem.
Berdasarkan data di atas, peneliti ingin mengkaji tingkat pengetahuan siswa SMP  Swasta Kristen Immanuel  kelas VIII terhadap penyalahgunaan dan  ketergantungan NAPZA.
1.2.  Rumusan Masalah  Bagaimana  tingkat pengetahuan siswa SMP Swasta Kristen Immanuel   kelas VIII terhadap penyalahgunaan dan ketergantungan NAPZA? Universitas Sumatera Utara 1.3.  Tujuan Penelitian  1.3.1.  Tujuan Umum Mengetahui tingkat pengetahuan siswa SMP Swasta Kristen  Immanuel   kelas VIII terhadap penyalahgunaan dan ketergantungan NAPZA.
1.3.2.  Tujuan Khs  Tujuan khs penelitian ini adalah: 1.  Mengetahui tingkat pengetahuan siswa berdasarkan jenis kelamin.
2.  Mengetahui tingkat pengetahuan siswa berdasarkan pekerjaan orang tua  (sosio-ekonomi).
3.  Mengetahui tingkat pengetahuan siswa berdasarkan sumber informasi.
1.4.  Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini adalah: 1.  Bagi siswa Hasil  penelitian ini dapat menjadi refrensi siswa tentang bahaya  penyalahgunaan dan ketergantungan NAPZA.
2.  Bagi sekolah Hasil penelitian ini sebagai sarana informatif bagi pihak sekolah untuk  mendidik siswa dan mengadakan penyuluhan supaya siswa tidak terlibat  dalam penyalahgunaan dan ketergantungan NAPZA.


Contoh Skripsi Kedokteran:Tingkat Pengetahuan Siswa SMP Swasta Kristen Immanuel Medan Kelas VIII Terhadap Penyalahgunaan dan Ketergantungan NAPZA
Downloads  Versi PDF >>>>>>>Klik Disini

Bab I
Downloads
Bab II
 Downloads 
 Bab  III - V
 Downloads 
Daftar Pustaka
 Downloads 
Lampiran
Downloads