Contoh Skripsi Kedokteran:Prevalensi Remaja Pengguna Non Steroid Inflammatory Drugs dalam Keadaan Dismenore


BAB 1  PENDAHULUAN  
1.1    Latar Belakang  Menstruasi adalah keluarnya darah dari kemaluan. Menstruasi yang timbul  pertama kali disebut “menarche”, kemudian setiap bulan secara periodik seorang  wanita  normal  akan  mengalami  menstruasi  secara  siklik.  Menstruasi  merupakan  peristiwa  yang  wajar  dan  alami,  walaupun  kenyataannya  banyak  wanita  mengalami  masalah  menstruasi  di  antaranya  yang  sering  terjadi  adalah  dismenorea atau nyeri haid (Hacker dan Moore, 2001)  Dismenore adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan nyeri rahim  selama menstruasi. Kata ini berasal dari kata Yunani yaitu dis  yang berarti sulit  atau abnormal, men berarti bulan dan rea yang berarti mengalir (Hillard, 2006).

Prevalensi  dismenore  tertinggi  pada  wanita  remaja, dengan perkiraaan  antara 20 sampai 90 %. Di Amerika Serikat sekitar 15 % melaporkan dismenore  yang parah dan merupakan penyebab utama ketidakhadiran remaja perempuan di  sekolah. Prevalensi dismenore di Swedia pada usia 19 tahun sebanyak 90 % dan  pada usia 24 tahun sebanyak 67 %.10 % wanita berumur 24 tahun melaporkan  bahwa  dismenore  mengganggu  aktivitas  sehari-hari  (French  2005).  Studi  prevalensi  di  Thailand  melaporkan  kejadian  dismenorea  adalah  84,2%  pada  remaja  perempuan  pubertas.  Jumlah  ketidakhadiran  di  sekolah  sebesar  21,1%  yang  dihubungkan  dengan  beratnya  gejala  (Tangchai  et  al,  2004).  Di  Indonesia  angka  kejadian  dismenore  sebesar  64.25  %  yang  terdiri  dari  54,89%  dismenore  primer dan 9,36 % dismenore sekunder. Di Surabaya di dapatkan 1,07 % - 1,31 %  dari  jumlah  penderita  dismenore  datang  kebagian  kebidanan  (Harunriyanto,  2008).
Dismenore  dibagi  menjadi  dua  yaitu  primer  dan  sekunder.  Dismenore  primer ditandai oleh tidak adanya etiologi organik, sedangkan dismenore sekunder  berhubungan  dengan  penyakit  tertentu  atau  gangguan  seperti  endometriosis  (Calis KA, 2008).
 Dismenore  primer  paling  baik  ditangani  dengan  hambatan prostaglandin  dari  obat  anti-inflammatory  drugs  (NSAIDs)  dan  siklooksigenase  -2 inhibitor  (COX-2)-tertentu (Nasir L dan Bope ET, 2004).
1.2  Rumusan masalah  Berapa  prevalensi  remaja  putri  yang  menggunakan  NSAIDs  dalam  keadaan  dismenore.
1.3  Tujuan penelitian  Umum :  Untuk mengetahui prevalensi remaja putri yang menggunakan NSAIDs dalam  keadaan dismenore.
Khs :  Untuk mengetahui prevalensi remaja putri yang mengalami dismenore.
1.4  Manfaat penelitian  1.  Bagi peneliti  Meningkatkan  pengetahuan  peneliti  dalam  hal  pengobatan  dismenore  pada remaja putri.
2.  Bagi Responden    Dapat  menambah  pengetahuan  remaja  tentang  penanganan  dismenore.
  Dapat  menambah  pengetahuan  remaja  tentang   penggunaan  NSAIDs dan kemungkinan terjadinya efek samping obat tersebut.
3.  Bagi Akademik    Diharapkan menjadi sumber wacana bagi instansi pendidikan.
  Sebagai  bahan  bacaan  /kepustakaan  dan  bahan  penelitian  selanjutnya.


Contoh Skripsi Kedokteran:Prevalensi Remaja Pengguna Non Steroid Inflammatory Drugs dalam Keadaan Dismenore
Downloads  Versi PDF >>>>>>>Klik Disini

Bab I
Downloads
Bab II
 Downloads 
 Bab  III - V
 Downloads 
Daftar Pustaka
 Downloads 
Lampiran
Downloads