BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Rinosinusitis merupakan
penyakit peradangan yang menyerang organ sinus paranasal dan kavitas nasal. Sejak
pertengahan tahun 1990, kata sinusitis telah
diganti menjadi istilah rinosinusitis, dimana jarang ditemukan kasus sinusitis tanpa rhinitis dan juga penyakit
rhinitis yang selalu disertai dengan sinusitis.
(Lee, 2008) Rinosinusitis dianggap merupakan salah satu penyebab gangguan kesehatan tersering di dunia. Sekitar 14% atau
31 juta orang dewasa yang menderita
penyakit rinosinusitis per tahun . (Assish, 2008).
Task Force of the Rhinology and
Paranasal Sinus Committee pada tahun 1997
mengkategorikan rinosinusitis sebagai
rinosinusitis akut apabila menderita
gejala dengan durasi kurang dari 4 minggu, rinosinusitis subakut apabila menderita gejala lebih dari 4 minggu
sampai kurang dari 12 minggu dan
rinosinusitis kronis apabila gejala sama dengan lebih dari 12 minggu.
(Fergurson, 2005) Menurut Global
Research In Allergy (2009), insidensi rinosinusitis di Amerika pada tahun 1997 yaitu sekitar 14,7%
atau 31 juta kasus per tahun, dengan
angka kejadian yang meningkat dalam kurun waktu 11 tahun terakhir.
Rinosinusitis juga menyumbang
sekitar lebih dari 21 juta resep antibiotik dan merupakan peringkat ketiga diagnosis yang
membutuhkan peresepan antibiotik.
Penelitian yang diadakan di Jerman pada tahun 2001 juga memaparkan bahwa angka kejadian rinosinusitis
akut sebesar 6,3 juta orang dengan
peresepan obat untuk rinosinusitis akut sekitar 8,5 juta resep, sedangkan angka kejadian rinosinusitis kronis
sebesar 2,6 juta dan 3,4 juta peresepan
obat diberikan untuk rinosinusitis kronis. European Position Paper on Rinosinusitis on Nasal Polyps atau EP30S
(2007) memaparkan pada studi perbandingan
di Skotlandia Utara dan di Kepulauan Karibia menunjukkan jumlah populasi rinosinusitis kronis kurang
lebih sama, dengan persentase 9,6% dan
9,3%.
Berdasarkan penelitian di Belanda
pada tahun 1999 bahwa sekitar 8,4% populasi
setidaknya pernah menderita satu episode rinosinusitis akut pertahunnya. Insidensi kunjungan ke
dokter-dokter untuk keluhan rinosinusitis akut di Belanda pada tahun 2000 adalah sekitar
20 per 1000 laki-laki dan 33,8 per 1000
wanita (EP30S, 2007). Penelitian di Kanada menyebutkan prevalensi rata-rata rinosinusitis kronis lebih banyak
diderita oleh wanita, dengan rasio perbandingan
6:4. (Daudia, 2008). US Government Statistics pada tahun 1994 juga mengatakan bahwa Rinosinusitis kronis
lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan
pria.
Prevalensi rinosinusitis kronis
pada kelompok usia 20-29 tahun sekitar 2,7%,
usia 50-59 tahun sekitar 6,6% dan pada usia >60 tahun sekitar 4,7%.
Penelitian di Korea menyatakan
bahwa prevalensi rinosinusitis kronis terdapat kurang lebih tiga gejala pada nasal selama
lebih dari tiga bulan dan pada temuan
endoskopi nya terdapat nasal polip dan atau cairan mukopurulen di meatus media yaitu sekitar 1,01%. Penelitian
di Belgia, Gordts et al melaporkan bahwa
sekitar 6% dari subjek penelitian menderita rinosinusitis kronis disertai sekret di hidung yang kronis
pula. (EP3OS,2007).
DEPKES RI tahun 2003 menyatakan
bahwa penyakit hidung dan sinus berada
pada urutan ke-25 dari 50 pola penyakit utama atau sekitar 102.818 penderita rawat jalan di rumah sakit (Hardi,
2008). Data dari Divisi Rinologi Departemen
THT RSUD.Dr. Pirngadi pada tahun 2010
terdapat 3201 kasus rinosinusitis kronis.
Banyaknya kasus rinosinusitis
yang terjadi baik di luar negeri maupun di Indonesia, maka penulis tertarik untuk
meneliti tentang gambaran rinosinusitis di
RSUP. Haji Adam Malik pada tahun 2010.
1.2
Rumusan Masalah Berdasarkan latar
belakang di atas maka peneliti ingin mengetahui bagaimana gambaran penderita rinosinusitis di RSUP. pada tahun 2010.
1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Tujuan Umum Untuk mengetahui gambaran penderita
rinosinusitis di RSUP. Haji Adam Malik pada tahun 2010.
1.3.2 Tujuan Khs a.
Untuk mengetahui gambaran penderita rinosinusitis di RSUP. Haji Adam Malik pada tahun 2010 berdasarkan umur dan jenis kelamin b.
Untuk mengetahui gambaran penderita rinosinusitis di RSUP. Haji Adam Malik pada tahun 2010 berdasarkan pekerjaan c.
Untuk mengetahui gambaran penderita rinosinusitis di RSUP. Haji Adam Malik pada tahun 2010 berdasarkan tingkat pendidikan d.
Untuk mengetahui keluhan utama yang terbanyak diderita oleh penderita rinosinusitis di RSUP. Haji Adam
Malik pada tahun 2010.
e. Untuk mengetahui distribusi rinosinusitis
yang datang ke RSUP.
Haji Adam Malik pada tahun 2010 berdasarkan lokasi f. Untuk mengetahui distribusi jumlah sinus yang
terlibat pada pasien rinosinusitis di
RSUP. Haji Adam Malik pada tahun 2010.
g. Untuk mengetahui distribusi rinosinusitis
berdasarkan lama penyakit di RSUP. Haji
Adam Malik pada tahun 2010.
Contoh Skripsi Kedokteran:Gambaran Penderita Rinosinusitis
Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini
Bab I
|
Downloads
| |
Bab II
|
Downloads
| |
Bab III - V
|
Downloads
| |
Daftar Pustaka
|
Downloads
| |
Lampiran
|
Downloads
|
