Contoh Skripsi Public Administration:Pengaruh Prosedur Administrasi Terhadap Efektivitas Pelayanan Publik


BAB I PENDAHULUAN
1.1.   Latar Belakang Masalah Salah satu tugas utama negara adalah memberi pelayanan kepada  masyarakat baik dalam bentuk jasa maupun fasilitas. Bahkan untuk mengukur  tingkat kemajuan sebuah negara, pelayanan publik dapat digunakan sebagai salah  satu indikator. Oleh karena itu, bila sebuah negara berada dalam posisi menuju  pada kemajuan, hal utama yang perlu diperbaiki adalah pelayanan publik di  negara tersebut. Indonesia sebagai negara yang sedang bergerak menuju negara  maju juga memprioritaskan pelayanan publik sebagai salah satu aspek yang perlu  ditingkatkan. Karena pemerintah Indonesia sangat menyadari bahwa jika  masyarakat sudah mendapatkan apa yang menjadi haknya yaitu pelayanan yang  baik, maka masyarakat juga akan menjalankan kewajibannya dengan penuh  kesadaran.

Pelayanan publik yang diberikan instansi Pemerintah (Pusat, Pemerintah  Propinsi, Kabupaten, Kota dan Kecamatan) kepada masyarakat merupakan  perwujudan fungsi aparatur negara sebagai abdi masyarakat disamping sebagai  abdi negara. Pada era otonomi daerah, fungsi pelayanan publik menjadi salah satu  fokus perhatian dalam peningkatan kinerja instansi pemerintah daerah. Oleh  karenanya secara otomatis berbagai jasa atau fasilitas pelayanan publik harus  lebih didekatkan pada masyarakat, sehingga mudah dijangkau oleh masyarakat.
Sesuai dengan pengertian pelayanan publik dalam Undang-Undang No. 25 Tahun  2009 yaitu rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan  Contoh makalah sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan  penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh  penyelenggara pelayanan publik.
Dalam Keputusan Menpan No. 63/Kep.
M.PAN/7/2003, tentang  Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik, disebutkan bahwa pelayanan  publik oleh pemerintah dibedakan menjadi tiga kelompok pelayanan, yaitu :  Pertama, kelompok layanan yang menghasilkan bentuk dokumen resmi yang  dibutuhkan oleh publik; Kedua, kelompok layanan yang menghasilkan berbagai  bentuk/jenis barang yang digunakan oleh publik; Ketiga, kelompok layanan yang  menghasilkan berbagai bentuk jasa yang dibutuhkan. Pelayanan publik oleh  birokrasi  seharusnya digerakkan oleh visi dan misi pelayanan, namun pada  kenyataannya justru digerakkan oleh peraturan dan anggaran yang tidak  dimengerti oleh publik karena tidak disosialisasikan secara transparan (Dwiyanto,  2002 : 84).
Pada saat ini kondisi masyarakat Indonesia sendiri semakin kritis dalam  menginginkan pelayanan yang maksimal dari pemerintah. Hal ini berarti  masyarakat semakin sadar akan apa yang menjadi hak dan kewajibannya sebagai  warga negara. Masyarakat semakin berani untuk mengajukan tuntutan, keinginan  dan aspirasinya kepada pemerintah. Dalam kondisi masyarakat seperti  digambarkan diatas, pelayanan publik harus dapat memberikan layanan yang  efektif, tepat waktu dalam artian pelayanan dapat diselesaikan dalam waktu yang  telah ditentukan oleh unit penyelenggara pelayanan, informasi yang jelas dalam  hal pemenuhan persyaratan untuk mendapatkan pelayanan, sederhana dalam  Contoh makalah prosedur pelayanan mudah dipahami, tidak berbelit-belit, serta perlu adanya  kepastian biaya pelayanan, yakni kesesuaian antara biaya yang dibayarkan dengan  biaya yang telah ditetapkan. Selain itu, pelayanan publik juga harus sesuai dengan  kebutuhan masyarakat. Ini berarti pemerintah harus mampu merespon kebutuhan  dan keinginan pelanggan dengan menyediakan pelayanan yang tepat.
Selain itu, efektivitas merupakan salah satu pencapaian yang ingin diraih  oleh instansi pemerintah agar dapat memuaskan masyarakat. Yang mendasari dari  efektivitas adalah tujuan yang ingin dicapai sesuai dengan perencanaan yang telah  ditetapkan. Pelayanan publik yang diberikan oleh aparat sangat rumit, prosedural,  berbelit-belit lama, boros atau tidak efisien dan efektif (Rohman, dkk 2008:5).
Efektivitas pelayanan publik  mempunyai indikator nyata, kepercayaan,  ketanggapan,  kompetensi,  kesopanan, kredibilitas,  kemudahan mengakses,  komunikasi, dan pemahaman pelanggan.
Kedudukan administrasi penting dalam suatu negara yang telah maju  apalagi bagi negara yang sedang berkembang. Administrasi akan memberikan  sumbangan pengalaman dibidang apapun yang mengajarkan kepada negaranegara bahwa masalah kemajuan negara bukanlah dititik beratkan hanya pada  modal yang cukup sumber daya alam dan tenaga kerja manusia tetapi sangat  dibutuhkan peranan administrasi. Administrasi merupakan modal berharga bagi  negara-negara yang ingin melaksanakan tugas dalam mencapai tujuan. Asas  utama administrasi adalah daya guna kerja yang berarti bahwa manusia ingin  mencapai suatu hasil secara maksimum atau terbaik dengan menyelenggarakan  suatu pekerjaan untuk tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
Contoh makalah Salah satu pelayanan publik dapat dilihat pada Kantor Imigrasi Kelas II  Pematang Siantar yang mempunyai tugas dalam menerbitkan Paspor kepada  Warga Negara Indonesia (WNI) yang ingin pergi keluar negeri. Kantor Imigrasi  Kelas II Pematang Siantar sebagai institusi pelaksana teknis dari Direktorat  Jendral Imigrasi Departemen Hukum dan HAM merupakan lembaga birokrasi  yang mempunyai tugas kewenangan dibidang pelayanan publik antara lain:  memberikan pelayanan sekaligus pengawasan kepada Warga Negara Indonesia  (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) seperti penerbitan Surat Perjalanan  Republik Indonesia (SPRI), VISA, Izin Tinggal Orang Asing, dan lain-lain.
Sesuai dengan Undang-Undang No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian,  pada pasal 8 dikatakan bahwa setiap orang yang masuk atau keluar wilayah  Indonesia wajib memiliki dokumen perjalanan yang sah dan masih berlaku.
Dengan demikian setiap Warga Negara Indonesia (WNI) apabila ingin melakukan  perjalanan keluar negeri dengan alasan apapun harus memiliki paspor. Adapun  prosedur pengurusan paspor adalah formulir diisi dengan melampirkan foto copy  KTP, KK dan Akte Kelahiran/Ijasah. Semua dokumen permohonan dimasukkan  ke dalam map yang telah disediakan dan diserahkan ke loket permohonan SPRI  untuk diteliti oleh petugas imigrasi. Tahap selanjutnya membayar uang pembuatan  paspor diloket pembayaran, yaitu untuk paspor 24 halaman Rp 105.000,  sedangkan paspor 48 halaman Rp 255.000. Tahap selanjutnya membuat foto di  ruang foto, menempelkan sepuluh jari tangan ke mesin biometrik, wawancara, dan  pengambilan paspor. Waktu penyelesaian paspor  (SE. DIRJENIM No. IMIContoh makalah 1586.IZ.03.10 Tahun 2011)  yaitu  4 (empat) hari kerja terhitung setelah  pengambilan foto dan wawancara.
Dari hasil pengamatan penulis, maka ada beberapa faktor yang  menyebabkan pelayanan paspor menjadi tidak efektif diantaranya seperti  perlakuan yang tidak adil oleh pegawai, panjangnya prosedur yang harus dilalui  sehingga menyita waktu yang lama dan biaya yang cukup besar serta kurangnya  ketegasan petugas dalam memberantas calo. Salah satu penyebab hambatan  tersebut adalah adanya persoalan internal, artinya pemerintah sulit mencegah  pengaruh nilai-nilai dan kepentingan para aparat dari kepentingan umum  masyarakat yang seharusnya dilayaninya. Lebih buruk lagi sebagian pengelola  pelayanan memanfaatkan untuk mengambil keuntungan pribadi dan cenderung  mempersulit prosedur pelayanannya sehingga masyarakat akan mengeluarkan  biaya tertentu agar prosesnya lebih cepat. Akibatnya citra buruk pada pengelolaan  pelayanan publik masih melekat sampai saat ini sehingga tidak ada kepercayaan  masyarakat pada pengelola pelayanan (Rahmayanty, 2010:100). Hal tersebut  diatas dapat menurunkan efektivitas pelayanan publik sehingga belum tercapai  secara maksimal.
Berdasarkan gambaran latar belakang diatas, maka penulis tertarik untuk  mengadakan penelitian dengan judul : Pengaruh Prosedur Administrasi  Terhadap Efektivitas Pelayanan Publik (Studi Tentang Pelayanan Paspor  Pada Kantor Imigrasi Kelas II Pematang Siantar).
Contoh makalah 1.2.   Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan diatas, maka  permasalahan yang menjadi perhatian penulis dalam penelitian ini adalah:  “Seberapa besar pengaruh prosedur administrasi terhadap efektivitas pelayanan  publik dalam pemberian paspor pada Kantor Imigrasi Kelas II Pematang Siantar.”.
1.3.  Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian yang dilakukan adalah: 1.  Untuk mengetahui prosedur administrasi dalam pengurusan paspor pada  Kantor Imigrasi Kelas II Pematang Siantar.
2.  Untuk mengetahui efektivitas pelayanan publik pada Kantor Imigrasi Kelas  II Pematang Siantar.
3.  Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh prosedur administrasi terhadap  efektivitas pelayanan publik dalam pengurusan paspor di Kantor Imigrasi  Kelas II Pematang Siantar.
1.4.  Manfaat Penelitian Adapun manfaat penelitian yang diharapkan dari penelitian ini adalah : 1.  Sebagai acuan bagi Kantor Imigrasi Pematang Siantar dalam rangka  meningkatkan efektivitas pelayanan publik khContoh makalahsnya pelayanan pemberian  paspor WNI ( Warga Negara Indonesia ).
Contoh makalah 2.  Sebagai bahan referensi ilmiah bagi Mahasiswa/i FISIP-CONTOH MAKALAH dalam  melakukan penelitian di bidang Ilmu Sosial pada umumnya dan Ilmu  Administrasi Negara pada khContoh makalahsnya.
3.  Bermanfaat bagi penulis untuk dapat meningkatkan dan mengembangkan  kemampuan berpikir dalam menganalisa setiap gejala dan permasalahan  yang dihadapi di lapangan.
1.5.  Kerangka Teori Dalam penelitian ini diperlukan adanya kumpulan teori-teori yang  menjadi landasan teoritis dan menjadi pedoman dalam melaksanakan penelitian.
Setelah masalah penelitian dirumuskan, maka langkah selanjutnya adalah mencari  teori-teori, konsep-konsep, dan generalisasi-generalisasi hasil penelitian yang  dapat dijadikan sebagai landasan teoritis untuk melaksanakan penelitian  (Sugiyono, 2005:55). Menurut Arikunto (2004:92) kerangka teori adalah bagian  dari penelitian, tempat penelitian, memberikan penjelasan tetang hal-hal yang  berhubungan dengan variabel-variabel pokok, subvariabel atau pokok masalah  yang ada dalam penelitian. Maka dalam penelitian ini, yang menjadi kerangka teorinya adalah sebagai berikut: 1.5.1.  Prosedur Administrasi 1.5.1.1.  Pengertian Prosedur  Prosedur adalah suatu rangkaian metode yang telah menjadi pola tetap  dalam melakukan suatu pekerjaan yang merupakan suatu kebulatan (Syamsi,  Contoh makalah 2004:33). Prosedur merupakan rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain,  sehingga menunjukkan adanya urutan tahapan secara jelas dan pasti serta caracara yang harus ditempuh dalam rangka penyelesaian suatu bidang tugas  (Boediono, 2003:62). Sedangkan suatu rangkaian prosedur yang telah merupakan  suatu kebulatan untuk melaksanakan fungsi disebut sistem. Terry (dalam Syamsi,  2004:33) memberikan batasan: a procedure is a series of related tasks that make  up the cronological sequence and the established way of performing the work to  be accomplished (prosedur adalah serangkaian tugas yang saling berkaitan dan  yang secara kronologis berurutan dalam rangka menyelesaikan suatu pekerjaan).
Sedangkan menurut Mulyadi (2001:5) prosedur adalah urutan kegiatan clerical,  biasanya melibatkan beberapa orang atau lebih, yang dibuat untuk menjamin  penanganan secara seragam transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang.
Menurut Wiriadihardja (1987:29) prosedur adalah tata cara dan tata  urutan atau metode yang harus dipatuhi dalam melakukan pekerjaan dari awal  sampai akhir. Jelasnya prosedur adalah langkah-langkah yang berupa: a.  Segala kegiatan yang harus dilaksanakan dalam melakukan tugas atau  melakukan sebagian dari sistem.
b.  Langkah-langkah para pelaksana yang diambil bersama secara keseluruhan  dan merupakan serangkaian proses.
c.  Bagian dari sistem yang merupakan ajang kegiatan para pelaksana berupa  urutan-urutan apa yang harus ditaati, apa yang harus terjadi dan dibagian  mana tempatnya, dalam organisasi dan siapa yang harus mengerjakan.
Contoh makalah d.  Kegiatan yang ditetapkan sebelumnya mengenai pelaksanaan tugas yang  berulang-ulang terjadi secara sistematis, menggariskan apa yang harus  dikerjakan, siapa yang harus mengerjakan dan kapan harus dikerjakan.
e.  Kegiatan rutin yang digariskan, agar pekerjaan dilaksanakan secara cepat,  terus-menerus dan teratur.
Dari defenisi diatas dapat disimpulkan prosedur merupakan tata laksana  yang memiliki urutan tahapan secara jelas dan pasti yang saling berkaitan  biasanya melibatkan beberapa orang atau lebih untuk menyelesaikan suatu  pekerjaan.
1.5.1.2.  Karakteristik Prosedur  Pada hakikatnya prosedur itu diterapkan bagi pekerjaan yang terjadi  berulang-ulang. Dalam prosedur biasanya dicantumkan batas waktu untuk setiap  langkah, sehingga prosedur itu akan berjalan sesuai dengan batas waktu yang  telah ditetapkan. Batas waktu itu sangat penting, terlebih lagi kalau suatu prosedur  itu ada kaitannya dengan prosedur lain sehingga secara keseluruhan dari prosedurprosedur itu akan selesai pada batas akhir waktu yang telah ditetapkan. Langkahlangkah yang dilakukan dalam suatu prosedur selain dihitung waktu pengerjaan  masing-masing, juga diperhitungkan kesinambungan yang tepat antara langkah  yang satu dengan langkah berikutnya.
Selain itu, menurut Syamsi (2004:34) suatu prosedur mempunyai ciri  yang bersifat stabil di satu pihak dan fleksibel di lain pihak. Yang dimaksud disini  adalah ada sebagian dari langkah yang bagaimanapun harus diikuti sepenuhnya.


Contoh Skripsi Public Administration:Pengaruh Prosedur Administrasi Terhadap Efektivitas Pelayanan Publik 
Downloads PDF Version>>>>>>>Click Here

Chapter I
Downloads
Chapter II
 Downloads 
 Chapter  III - V
 Downloads 
Reference
 Downloads 
Appendix
Downloads