Contoh Skripsi Public Administration:Implementasi Kebijakan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT)


BAB I  PENDAHULUAN  
I.1 Latar Belakang     Peningkatan penggunaan transportasi oleh masyarakat Indonesia sangat  tinggi, dimana dapat dilihat dalam kehidupan sehari hari. Hampir setiap hari kita  melihat semakin banyaknya jumlah dan jenis kendaraan bermotor yang  bermunculan. Hal ini salah satunya disebabkan oleh pertambahan penduduk yang  terus meningkat dari tahun ke tahun yang berdampak pula akan kebutuhan alat  transportasi guna untuk memenuhi kebutuhan mobilisasi masyarakat dalam  kehidupan sehari-hari.
 Sampai dengan tahun 2010 jumlah kendaraan bermotor di seluruh  Indonesia telah mencapai lebih dari 20juta yang 60% adalah sepeda motor  sedangkan pertumbuhan populasi untuk mobil sekitar 3-4% dan sepeda motor  lebih dari 4% per tahun (data dariDepartemen Perhubungan). Banyaknya  pengguna kendaraan bermotor secara tidak langsung berkaitan dengan  penambahan pajak daerah dalam hal pajak kendaraan bermotor. Pemilik  kendaraan bermotor haruslah membayar pajak kendaraan bermotor.

 Berdasarkan data Dinas Pendapatan, pertumbuhan kendaraan bermotor  roda empat mencapai 13,09 persen, dimana pada periode Januari-Mei 2009  mencapai 79.266 unit kendaraan, sedangkan pada 2010 periode yang sama  sebanyak 89.642 unit kendaraan. Pertumbuhan kendaraan roda dua juga  meningkat 17,26 persen. Pada 2009 sebanyak 449.588 unit, dan 2010 587.206  unit.
 Contoh makalah Provinsi Sumatera Utara mempunyai letak yang cukup strategis, karena  posisinya yang berada pada jalur pelayaran selat Malaka. Sumatera Utara  memiliki luas mencapai 71,680 Km atau sekitar 3,5 persen dari total luas  Indonesia. Secara umum, Sumatera Utara terbagi menjadi tiga kawasan, yaitu  kawasan Pantai Barat, kawasan Dataran Tinggi, dan kawasan Pantai Timur.
 Kawasan Pantai Timur pada umumnya lebih maju dibandingkan dengan Dataran  Tinggi apalagi daerah Pantai Barat.
 Pembangunan diberbagai daerah diIndonesia khContoh makalahsnya di Provinsi  Sumatera Utara bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara  khContoh makalahs melalui peningkatan pelayanan publik dalam kerangka otonomi daerah  sehingga lebih efisien dan efektif dalam merespon tuntutan masyarakat yang  sangat tinggi dengan berbagai karakteristik masing-masing.
 Sebelum dilaksanakannya otonomi daerah, dilihat dari nilai proyek yang  dikerjakan, pembangunan yang dilaksanakansebenarnya dapat dirasakan oleh  seluruh desa, namun sumber pembiayaanatau pendanaan masih didukung oleh  anggaran pemerintah pusat, sehingga daerah tidak dapat mengembangkan  daerahnya sendiri secara maksimal dan mandiri.
 Berdasarkan Undang-undang No.32 tahun 2004 tentang pemerintahan  daerah, dan Undang-undang No.33 tahun 2004 tentang perimbangan keuangan  antara pemerintah pusat dan daerah, telah memberikan dampak yang sangat luas  terhadap pelaksanaan pemerintah di  daerah, otonomi yang diberikan kepada  daerah merupakan otonomi yang luas, nyata, dan bertanggung jawab.
 Pemberian otonomi berimplikasi menimbulkan kewenangan dan  kewajiban bagi daerah untuk melaksanakanberbagai kegiatan pemerintah secara  lebih mandiri. Pengaturan, pembagian, dan pemanfaatan sumber daya harus  Contoh makalah dilaukan secara proporsional dan berkeadilan. Pemanfaatan sumber daya alam,  sumber daya manusia, dan pemungutan jenis-jenis pajak daerah didasarkan pada  kewenangan yang diberikan kepada daerah.
 Dalam Undang-undang No.32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah  tersebut juga dijelaskan bahwa dalam penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia  dilakukan berdasarkan 3 azas, yaitu: dekonsentrasi, desentralisasi, dan azas  pembantuan.
 Azas dekonsentrasi yaitu wewenang pengelolaan pembangunan daerah  awalnya dilaksanakan oleh pemerintahpusat, tetapi telah dilimpahkan  kewenangannya kepada kepada pemerintahdaerah. Sedangkan desentralisasi itu  pada dasarnya adalah kewenangan yang dimiliki oleh pemerintah daerah untuk  melaksanakan pembanguan didaerahnya sendiri. Selanjutnya azas pembantuan  adalah bahwa pemerintah daerah membantu melaksanakan tugas-tugas yang  dimiliki oleh pemerintah pusat didaerah, tetapi pembiayaan untuk melaksanakan  kegiatan tersebut ditanggung sendiri oleh pemerintah daerah.
 Dalam melaksanakan tugas-tugas pembangunan dan pelayanan kepada  masyarakat, berdasarkan ketentuan Undang-undang No.32 tahun 2004 tentang  pemerintahan daerah disebutkan bahwa pemerintah daerah dibekali berbagai  kewenangan untuk mengelola berbagai sumber pendapatan daerah, yaitu:  1. Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang terdiri dari:  a. Pajak Daerah.
 b. Hasil Retibusi Daerah  c. Laba Perusahaan Daerah  d. Lain-lain Penerimaan Daerah yang sah  2. Dana Perimbangan, yang terdiri dari:  Contoh makalah a. Dana Bagi Hasil  b. Dana Alokasi Umum  c. Dana Alokasi KhContoh makalahs.
 3. Lain-lain Pendapatan yang sah, yang terdiri dari:  a. Bantuan Dana Kontijensi/Penyeimbangan dari Pemerintah  b. Iuran Jasa Air.
 Pemerintah daerah memiliki sumber Pendapatan Asli Daerah yang berasal  dari hasil pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah  yang dipisahkan, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah.
 Berdasarkan hal tersebut jelas diketahui bahwa salah satu sumber  pendapatan daerah berasal dari pajak daerah. Pajak daerah adalah pungutan daerah  menurut peraturan yang ditetapkan gunapembiayaan pengeluaran daerah.
 Dengan adanya kewenangan yang dimiliki oleh pemerintah daerah untuk  mengelola keuangan daerah secara tertib dan benar sesuai ketentuan perundangundangan yang berlaku, maka diharapkan seluruh objek penerimaan daerah, baik  berupa pajak, retribusi maupun berbagai penerimaan daerah lainnya yang sah  dapat dioptimalkan sehingga roda pemerintahan dan jalannya pembangunan dapat  terlaksana sesuai dengan program yang telah diterapkan oleh pemerintah daerah.
 Pajak daerah sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD)  memegang peranan penting dalam rangka membiayai urusan rumah tangga  daerah, baik dalam pelaksanaan tugas-tugas umum pemerintah maupun tugas  pembangunan. Dapat dikatakan penting karena tanpa pajak daerah maka otonomi  daerah tidak dapat terselenggara secara nyata dan bertanggung jawab. Oleh karena  itu sudah sewajarnya pemerintah daerah secara terus-menerus mengadakan  Contoh makalah pemikiran untuk meningkatkan pendapatan asli daerah terutama dari sektor pajak  daerah dan retribusi daerah.
 Pajak daerah adalah pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah dan  digunakan untuk membiayai rumah tangga daerah, pajak daerah terbagi dua, yaitu  1. Pajak Provinsi.
 2. Pajak kabupaten kota.
 Didalam Undang-undang No. 34 Tahun 2000, pasal 2 ayat 1 disebutkan  bahwasanya jenis pajak provinsi terdiri dari :  a. Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air  b. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor dan Kendaraandi Atas Air  c. Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor  d. Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah dan Air  Permukaan  Diantara sumber pendapatan asli daerah yang berasal dari sektor pajak  daerah yang cukup penting dan potensial adalah Pajak Kendaraan Bermotor  (PKB) dan Bea Balik NamaKendaraan Bermotor (BBN-KB) karena banyak  menunjang pembiayaan daerah.
 Pengelolaan pemungutan dan pengurusan pajak kendaraan bermotor  dilakukan pada satu kantor yang melibatkan beberapa unsur yang terkait didalam  pengelolaannya. Pemungutan pajak kenderaan bermotor yang dilaksanakan pada  satu kantor ini dikenal dengan istilah SAMSAT (sistem administrasi manunggal  satu atap), dimana didalamnya terdapat kerjasama antara pihak Kepolisian Negara  Republik Indonesia (POLRI) yang mampunyai fungsi dan kewenangan dibidang  registrasi dan identifikasikenderaan bermotor, Pemerintah Daerah dalam hal ini  Contoh makalah Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) dibidang pemungutan pajak kendaraan  bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBN-KB), PT. Jasa  Raharja (Persero) yang berwenang dibidang penyampaian sumbangan wajib dana  kecelakaan lalu lintas jalan (SWDKLLJ).
  Sebelum dilakukan Sistem Administrasi Manuggal Satu Atap (SAMSAT)  kegiatan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dilakukan tersebut  dilakukan tersendiri dikantor dinas pendapatan daerah provinsi dan cabangcabang dinas, begitu juga dengan penyelesaian Surat Tanda Nomor Kendaraan  (STNK) dan pembayaran Sumbangan  Wajib Dana Kecelakaan Lalu lintas  (SWDKLLJ) ditempat yang berbeda pula,sehingga hal ini tidak memberikan  pelayaan yang baik bagi pemilik kendaraan bermotor, karena akan memerlukan  waktu yang cukup lama dan biaya yang tidak sedikit jumlahnya.
 Keadaan seperti diatas dapat menjadi penghambat dalam usaha  memberikan pelayanan kepada pemilik kendaraan bermotor, dan juga dapat  menyebabkan masyarakat menjadi malas untuk mengurus pajak kendaraan  bermotor dan menjadi penghambat dalam usaha meningkatkan penerimaan dari  sekor PKB, BBN-KB, dan SWDKLLJ karena tidak adanya keseragaman baik  dalam hal pengurusan, administrasi, maupun besarnya tarif dalam proses  pengurusannya.


Contoh Skripsi Public Administration:Implementasi Kebijakan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT)
Downloads PDF Version>>>>>>>Click Here

Chapter I
Downloads
Chapter II
 Downloads 
 Chapter  III - V
 Downloads 
Reference
 Downloads 
Appendix
Downloads