Skripsi Ekonomi:ANALISIS PERANAN KREDIT PERBANKAN DALAM PENGEMBANGAN UMK


 BAB I  PENDAHULUAN  
1.1 Latar Belakang   Pembangunan dapat berhasil bila ditunjang oleh sektor ekonomi yang mapan.
Karena pada hakekatnya pembangunan ekonomi adalah serangkaian usaha  multidimensional dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat, mengusahakan  kesempatan kerja serta mengurangi ketimpangan kesejahteraan dan distribusi  pendapatan. Terdapat tiga sifat penting dari pembangunan ekonomi, yaitu suatu  proses terjadinya perubahan secara terus-menerus, adanya usaha untuk menarik  pendapatan perkapita masyarakat, dan kenaikan pendapatan perkapita masyarakat  dalam jangka panjang.
 Layaknya yang terjadi terhadap kota-kota besar lain, sebagai sebuah kota besar,  struktur perekonomian kota medan telah bergeser dari sektor primer ke sektor  sekunder dan sektor tertier. Dari Sembilan sektor ekonomi (lapangan usaha) yang  ada, sektor perdagangan (tertier) merupakan sektor dengan kontribusi terbesar  terhadap perekonomian kota medan setiap tahunnya. Pada tahun 2010 yang lalu, atas  dasar harga berlaku, volume kontribusi sektor perdagangan terhadap pembentukan  Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)kota Medan adalah sebesar 15.940,67  (dalam juta rupiah) dari total PDRB sebesar 72.669,89 (dalam juta rupiah) atau  dalam persentase adalah sebesar 21,94%, disusul kemudian dengan sektor industri  Universitas Sumatera Utara 14    dengan kontribusi sebesar 14,95% dengan volume sebesar 10.863,70 (dalam juta  rupiah).

 Maka tentunya kalangan pengusaha atau pedagang memainkan peranan yang  begitu besar disini.Dalam mencapai tujuan dari pembangunan, ilmu pengetahuan,  teknologi, kemampuan, dan semangat berwiraswasta mempunyai peranan yang  cukup besar dalam keberhasilan pembangunan dari suatu negara atau daerah.
Teknologi akan mampu menciakan efisiensi yang memicu produktivitas nasional,  sedangkan semangat dan kemampuan dalam  berwiraswasta menjadi kekuatan  pendorong bagi proses pembangunan nasional (Sudantoko dan Hamdani, 2009: 149).
 Schumpeter dalam Sukirno (2007:251-252) mengatakan tentang peran  pengusaha dalam proses pembangunan ekonomi, yaitu tentang pentingnya peranan  pengusaha didalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi. Dalam teori ini ditunjukkan  bahwa para pengusaha merupakan golongan yang akan terus-menerus membuat  pembaharuan atau inovasi dalam kegiatan ekonomi. Inovasi tersebut merupakan :  memperkenalkan barang-barang baru, mempertinggi efisien cara memproduksi  dalam menghasilkan suatu barang, memperluas pasar sesuatu barang ke pasaranpasaran baru, mengembangkan sumber bahan mentah yang baru dan mengadakan  perubahan-perubahan dalam organisasi dengan tujuan mempertinggi keefisienan  kegiatan perusahaan.
 Peranan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) tentunya sangat besar dalam  perekonomian sebuah negara berkembang. Semangat berwirausaha sangat  Universitas Sumatera Utara 15    dibutuhkan dalam pengembangan Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Di Indonesia,  UMK telah menjadi bagian penting dari sistem perekonomian nasional. Hal ini  dikarenakan UMK memiliki keunggulan dalam penyediaan tenaga kerja melalui  usaha padat karya. Hal ini akan mempercepat pemerataan pertumbuhan ekonomi,  peningkatan pendapatan masyarakat, serta ikut berperan dalam meningkatkan  perolehan devisa. Sebagai gambaran, pada tahun 2003, kendati sumbangannya  dalam output nasional (PDRB) hanya 56,7 persen dan dalam ekspor nonmigas hanya  15 persen, namun UMK memberi kontribusi sekitar 99 persen dalam jumlah badan  usaha di Indonesia serta mempunyai andil 99,6 persen dalam penyerapan tenaga  kerja (Kompas, 14/12/2001 dalam Brata, 2003).
 Saat Indonesia diterpa badai krisis finansial pada tahun 1997 silam, UMK-UMK  memiliki kemampuan untuk bertahan pada masa krisis tersebut. Hal ini karena  semangat dan jiwa wirausaha yang dimiliki tertanam kuat sehingga meskipun  mereka sempat goyang oleh dampak yang ditimbulkan, mereka secara perlahanlahan mampu bangkit dari keterpurukan. Hal inilah yang membedakan antara usahausaha sekelas UMK dengan usaha-usaha besar, meskipun penghasilan yang  diperoleh lebih besar, namun resiko yang dihadapi juga semakin besar. UMK-UMK  yang ada memiliki peran penting dalam menyerap tenaga kerja, meningkatkan  jumlah unit usaha, dan mendukung pendapatan rumah tangga. UMK mempunyai  fleksibilitas yang lebih besar dibandingkan unit besar (UB). Hal ini karena dalam  UB pengambilan keputusan dan inovasi padaumumnya terhambat oleh birokrasi dan  Universitas Sumatera Utara 16    kaku. Bagi orang-orang yang kreatif dan inovatif, hal tersebut dianggap terlalu rumit  dan terdapat keinginan untuk mempunyai usaha sendiri. Berwiraswasta biasanya  dimulai dengan usaha-usaha skala kecil yang berpotensi untuk berkembang.
 Pemerintah Kota Medan sendiri dalam Program Kerja Pembangunan Bidang  Ekonominya memasukkan UMK sebagai salah satu prioritas Namun disadari pula  bahwa perkembangan UMK saat ini masih banyak menemui berbagai hambatan.
Hambatan-hambatan tersebut berbeda dari satu daerah dengan daerah lain serta  antarsektor yang ada, atau antar sesama perusahaan di sektor yang sama. Salah satu  masalah yang umumnya menjadi penghambat adalah masalah permodalan usaha  kecil dan menengah. Masalah permodalan yang dihadapi mencakup aspek-aspek  permodalan, masalah pembiayaan usaha, masalah akumulasi modal, serta cara  memanfaatkan fasilitas dalam rangka pelaksanaan usahanya. Masalah lain yang juga  sering terjadi pada UMK meliputi aspek pemasaran, kemampuan teknologi,  distribusi dan pengadaan bahan baku serta input lainnya, kualitas sumber daya  manusia yang rendah, biaya transportasi dan energi yang tinggi, keterbatasan  komunikasi, serta proseduradministrasi dan birokrasi yang kompleks dalam  pengurusan izin usaha. Terdapat pula ketidakpastian peraturan serta kebijaksanaankebijaksanaan ekonomi yang tidak jelas arahnya (Tambunan, 2009: 75).
 Menurut data dari Kementrian Negara Koperasi dan UKM, pertumbuhan UKM  di Indonesia dilihat dari sisi perkembangan nilai investasi turut mengalami  perkembangan yang cukup positif. Perkembangan nilai investasi untuk usaha kecil  Universitas Sumatera Utara 17    (UK) periode 2007-2008 mengalami peningkatan sebesar 15,68 persenyaitu dari Rp.
77.234.590 pada tahun 2007 menjadi Rp. 89.347.419 pada tahun 2008, sedangkan  untuk usaha menengah (UM) mengalami peningkatan sebesar 12,63persen antara  tahun 2007-2008 yaitu dari Rp. 85.354.385 pada tahun 2007 menjadi Rp. 96.131.849  pada tahun 2008. Jika ditinjau dari proporsi unit usaha pada sektor ekonomi UMK  yang memiliki proporsi unit usaha terbesar adalah sektor (1) Pertanian, peternakan,  kehutanan dan perikanan; (2) Perdagangan, Hotel dan Restoran; (3) Industri  Pengolahan; (4) Pengangkutan dan Komunikasi; serta (5) Jasa-jasa, yang masingmasing tercatat sebesar 51,51 persen; 28,85 persen; 6,32 persen; 6,25 persen; dan  4,25 persen (www.depkop.go.id). Oleh karena itu, apabila sektor UMK tersebut terus  didukung oleh pemerintah dan dunia perbankan dalam hal penyaluran modal maka  akan memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pertumbuhan ekonomi, dan juga  akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
 Dalam memenuhi kebutuhan permodalan bagi sektor UMK, perbankan jelas  memainkan peranan yang sangat penting. Pengertian Bank menurut Undang-Undang  No.10 tahun 1998 adalah badan usaha yangmenghimpun dana dari masyarakat  dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat d alam bentuk  kredit dan atau bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat  banyak. Bank dikenal sebagai lembaga keuangan yang kegiatan utamanya menerima  simpanan giro, tabungan dan deposito. Kemudian bank juga dikenal sebagai tempat  untuk meminjam uang atau kredit bagi masyarakat yang membutuhkannya.
Universitas Sumatera Utara 18    Disamping itu, bank juga dikenal sebagai tempat menukar uang, memindahkan uang  atau menerima segala macam bentuk pembayaran dan setoran seperti pembayaran  listrik, telepon, air, pajak, uang kuliah, dan pembayaran lainnya(Kashmir, 2008:25).
Bank dan kaitannya dalam hal ini berperandalam membantu permasalahan yang  dihadapi usaha kecil menengah melalui penyaluran kredit atau membantu  permodalan ke sektor usaha kecil dan menengah. Dengan peran serta bank terhadap  usaha kecil menengah dalam pemberian kredit, maka usaha kecil menengah dapat  meringankan masalah permodalannya dan dapat meningkatkan usahanya dengan  kualitas yang baik dan bermutu sehingga usaha kecil dan menengah dapat membantu  pertumbuhan ekonomi.
 Kota Medan sebagai sebuah kota besar dengan lalu lintas perekonomian yang  begitu ramai jelas memiliki potensi yang begitu besar bagi pengembangan Usaha  Mikro dan Kecil (UMK). Pemerintah Kota Medan sendiri dalam Program Kerja  Pembangunan Bidang Ekonominya memasukkan UMK sebagai salah satu prioritas.
Capaian kinerja pembinaan usaha mikro di kota Medan pada tahun 2010 yang lalu  mencapai 95% dengan jumlah usaha mikro kecil menengah sebanyak 222.000 usaha.
Berdasarkan uraian latar belakang masalah tersebut, maka timbul keinginan  penulis untuk mempelajari dan mencoba menganalisa kedalam bentuk skripsi yang  berjudul “Analisis Peranan Kredit Perbankan Dalam Pengembangan UMK  (Usaha Mikro dan Kecil) di Kecamatan Medan Helvetia“.
Universitas Sumatera Utara 19    1.2 Perumusan Masalah  Berdasarkan latar belakang di atas, maka perumusan masalah yang dapat  diambil sebagai dasar dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :  1.  Apakah terdapat perbedaan signifikan terhadap jumlah pendapatan yang  diperoleh pelaku UMK di Kecamatan Medan Helvetia sebelum dan sesudah  penyaluran kredit UMK oleh Perbankan ?  2.  Faktor apa yang paling mendorong pengusaha di Kecamatan Medan Helvetia  dalam mengambil kredit UMK ?  1.3  Hipotesis  Hipotesis adalah jawaban sementara dari permasalahan yang menjadi objek  penelitian dimana kebenarannya masih perlu diuji. Berdasarkan perumusan masalah  di atas, penulis mengemukakan hipotesis sebagai berikut :  1.  Terdapat perbedaan pendapatan UMK sebelum dan sesudah penyaluran kredit  UMK oleh Perbankan.
2.  Terdapat beberapa faktor yang mendorong pengusaha di Kecamatan Medan  Helvetia dalam mengambil kredit UMK oleh Perbankan seperti Suku bunga  Kredit, Bahan baku, Upah Tenaga Kerja, Transportasi dan Pemasaran.
Universitas Sumatera Utara 20    1.4  Tujuan Penelitian  1.  Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan terhadap  pendapatan UMK di Kecamatan Medan Helvetia sebelum dan sesudah  mendapat penyaluran kredit UMK oleh Perbankan.
2.  Untuk mengetahui faktor apa yang paling mempengaruhi pengusaha di  Kecamatan Medan Helvetia dalam mengambil kredit UMK oleh Perbankan.
1.5  Manfaat Penelitian  Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk :  1.  Menambah khasanah ilmu pengetahuan dan informasi khususnya mengenai  kredit yang disalurkan oleh Perbankan terhadap perkembangan UMK di  Kecamatan Medan Helvetia.
2.  Sebagai pelengkap atau pembanding penelitian terdahulu, dan sebagai bahan  acuan bagi penelitian-penelitian selanjutnya.
3.  Bagi penulis sendiri, penelitian ini bermanfaat sebagai bahan proses  pembelajaran dan menambah wawasan ilmiah penulis dalam disiplin ilmu yang  penulis tekuni.
4.  Sebagai masukan bagi pemerintah dan pelaku perbankan yang menjadi objek  penelitian.


Download lengkap Versi PDF