Skripsi Ekonomi:ANALISI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KREDITBERMASALAH (STUDI KASUS : PT. BANKRETKREDITAN RAKYAT BUMIASIH NBP 34 PEMATANG SIANTAR)


1  BAB I PENDAHULUAN  
1.1 Latar Belakang  Perekonomian merupakan sektor yang sangat penting dan menjadi salah  satu fokus pemerintah dalam membuat  berbagai kebijakan utuk mencapai  kesejahteraan. Sedemikaian pentingnya sektor perekonomian ini sehingga dalam  setiap pembuatan kebijakan harus mempertimbangkan segala aspek yang mungkin  dapat mempengaruhinya baik yang bersifatpositif maupun yang bersifat negative.
Perekonomian suatu Negara disamping memerlukan program yang terencana dan  terarah uantuk mencapai sasaran, faktorlainnya adalah dibutuhkan modal atau  dana pembangunan yang cukup besar. Program-program pembangunan tersebut  disusun oleh lembaga-lembaga perekonomian yang telah ditentukan. Lembagalembaga perkonomian ini bahu-membahu mengelola dan menggerakkan semua  potensi ekonomi agar berdaya dan berhasil guna secara optimal. Lembaga  keuangan khususnya perbankan mempunyai peranan yang strategis dalam  menggerakkan perekonomian suatu neagara.
Dengan melihat kondisi perekonomian tersebut maka semua orang  berusaha memperbaiki kondisi ekonominya. Dalam kehidupan sehari-hari  individu, perusahaan-perusahaan dan masyarakat secara keseluruhannya akan  selalu menghadapi persoalan-persoalan yang bersifat ekonomi, yaitu persoalan  yang menghendaki seseorang, suatu perusahaan atau masyarakat membuat  keputusan tentang cara yang terbaik untuk melakukan suatu kegiatan ekonomi.

Pada umumnya masyarakat selalu ingin mendapatkan penghidupan yang  layak setiap harinya. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat selalu berusaha  mengerjakan pekerjaan yang dapat memampukan mereka dalam mencukupi  kehidupan mereka. Pendapatan yang meningkat hari kehari sangat diharapkan  seluruh masyarakat, sebab dengan pendapatan yang baik maka setiap kebutuhan  keluarga dapat dipenuhi.
Dalam hal ini pertumbuhan perekonomian suatu masyarakat sangat  mempengaruhi perkembangan ekonomi suatu daerah. Dalam hal ini Kota  Pematang Siantar yang terletak pada garis 2° 53’ 20” - 3° 01’ 00” Lintang Utara  2  dan 99° 1’ 00” - 99° 6’ 35” Bujur Timur dengan luas daratan adalah 79,971 Km 2  terletak 400-500 Meter diatas permukaan laut. Selain itu secara geografis Kota  Pematang Siantar diapit oleh Kabupaten Simalungun yang memiliki kekayaan  perkebunan karet, teh, sawit dan pertanian dan kota ini juga menghubungkan jalan  darat ke kabupaten-kabupaten lainnya, seperti toba samosir, tapanuli utara dan  tapanuli selatan. Oleh karena itu ini merupakan alasan utama salah satu  berkembangnya sektor industri di Kota Pematangsiantar karena dapat sebagai  penyedia input (hiterland) kota Pematangsiantar.
Sektor industri, pertanian dan perdagangan merupakan tulang punggung  perekonomian kota Pematangsiantar, sektor industri ini meliputi industri kecil,  sedang dan industri besar. Hasil industri andalan kota Pematangsiantar adalah  rokok putih filter dan non filter serta tepung tapioka. Produksi industri-industri  dari kota ini selain pemasarannya mencukupi kebutuhan wilayah kota, kabupatenkabupaten dan daerah disekelilingnya juga sudah go internasional. Seperti taiwan  yang sudah menjadi tujuan utama penjualan tepung tapioka.
Oleh karena itu perkembangan pendapatan masyarakat kota  Pematangsiantar melalui usaha-usaha yang mereka lakukan seperti dari sektor  industri (kecil, sedang, modal), pertanian, berdagang dan lain-lain tidak lah mudah  selain terbentur akan fasilitas-fasiltas pendukung yang seharusnya menjadi  perhatian pemerintah setempat juga terhambat akan modal kerja yang merupakan  kendala awal usaha. Dalam hal memajukan dan mengerjakan usaha ini tidak dapat  dipungkiri masyarakat perlu diberikan kredit bagi masyarakat yang kekurangan  modal. Dalam situasi ini lembaga keuangan harus berperan aktip dan mampu  mengambil kebijakan positif, ini terbukti ditengah penekanan ekonomi global  fungsi intrmediasi terus meningkat, hal ini ditunjukkan di dalam pertumbuhan  kredit Kota Pematangsiantar pada tahun 2008 mencapai Rp. 1,4 Triliun dan  mengalami peningkatan pada tahun 2009 hinggaRp 1,6 Triliun. Di sisi lain PDRB  kota Pematangsiantar atas dasar harga berlaku sebesar 3.765.914,24 juta juga  mengalami kenaikan sebesar 8,69 persen jika dibandingkan tahun 2008 sebesar  3.464.686,68 juta Rupiah.
Melihat kondisi diatas maka lembaga perkreditan jelas sangat dibutuhkan  dalam usaha untuk memperkuat posisi perekonomian masyarakat, khususnya   3  masyarakat usaha menengah kebawah, kreditsering kali dijadikan alat untuk  membantu mereka. Dengan pemberian kredit kepada kelompok masyarakat  tersebut dianggap dapat meningkatkan pendapatan maupun kesempatan kerja  baru.
Banyak jenis-jenis kredit yang seringdatang menawarkan bantuan modal  bagi masyarakat mulai dari bank dan lembaga keuangan lainnya. Bank sebagai  lembaga keuangan nasional selalu berusahaagar sirkulasi uang dalam masyarakat  terus berputar dan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat,  dimana fungsi dari uang tersebut dapat memberikan kesejahteraan bagi  masyarakat yang diberikan bank melalui kredit sebagai investasi yang diharapkan  dapat memberikan pertumbuhan dalam perekonomian.
Kredit merupakan sumber pendapatan yang terbesar bagi bank  dibandingkan sumber pendapatan lainnya. Kredit dalam neraca bank merupakan  penggunaan dana namun bagi masyarakatyang mendapat bantuan dari bank  merupakan sumber dana. Namun permintaan terhadap kredit perbankan juga  dipengaruhi oleh suku bunga kredit yang bersangkutan. Setiap bank dalam  menyalurkan kredit kepada masyarakat memperoleh keuntungan dan bunga kredit  merupakan pendapatan utama bank disamping pendapatan lainnya. Keuntungan  ini penting untuk kelangsungan bank memperluas usahanya.
Tetapi banyak permasalahan yang timbul salah satunya ialah bahwa  lembaga keuangan komersil ini tidak  tertarik untuk menyalurkan dan  mengembangkan kredit bagi nasabah-nasabah yang relative kecil, terutama  diwilayah pedesaan. Mereka pada umumnya beranggapan bahwa penyaluran  kredit sampai ketingkat masyarakat kecil akan mengandung resiko yang cukup  tinggi, baik dari segi tingkat jaminan kredit maupun pengembalian kredit. Untuk  mengisi kekosongan dalam memperluas jangkauan fasilitas kredit kepada  kelompok masyarakat kecil maka didirikan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang  secar khusus beroperasi didaerah kecamatan dan lebih ditujukan kepada  masyarakat usaha menengah kebawah.
PT. BPR Bumiasih NBP 34 Pematangsiantar yang berkedudukan di Jalan  Ade Irma Suryani No. 16-E Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara  Kotamadya Pematangsiantar yang mempunyai induk perusahaan yaitu PT.
 4  Nusantara Bona Pasogit (NBP) yang dalam kegitan sehari-harinya adalah  menjalankan fungsi perantara dibidang keuangan, yaitu menghimpun dana berupa  tabungan dan deposito dari masyarakat serta menyalurkan nya kembali dalam  bentuk kredit/pinjaman kepada masyarakat di Kota Pematangsiantar dan  sekitarnya.


Download lengkap Versi PDF