Skripsi Manajemen: PENGARUH KUALITAS JASA TERHADAP KEPUASAN NASABAH BANK PERKREDITAN RAKYAT SYARIAH BUMI RINJANI KOTA BATU


BABI  PENDAHULUAN  
1.1.  LATAR BELAKANG  Kualitas jasa dan kepuasan konsumen merupakan satu kesatuan yang sulit  dipisahkan.  Kualitas  jasa  menurut  Wykof  dalam  Mts  Arif  (2007:118)    adalah  tingkat  keunggulan  yang  diharapkan  dan  pengendalian atas  tingkat  keunggulan  tersebut untuk memenuhi keinginan pelanggan  Peningkatan  kualitas  merupakan  salah  satu  strategi  pemasaran  yang  ditekankan  pada  pemenuhan  keinginan  pelanggan.  Untuk  menciptakan  kualitas  layanan yang tinggi, sebuah perusahaan/lembaga harus menawarkan layanan yang  mampu diterima atau dirasakan pelanggan sesuai dengan atau melebihi apa yang  diharapkan  pelanggan.  Semakin  tinggi  kualitas  pelayanan  yang  dirasakan  dibanding harapannya, pelanggan tentu akan semakin puas.

 Kualitas  jasa  pelayanan  yang  diberikan  suatu  perusahaan  atau  lembaga  berpengaruh  langsung  terhadap  kepuasan  pelanggan.  Dimana  pelanggan  umumnya mengharapkan produk berupa barang atau jasa yang dikonsumsi dapat  diterima dan dinikmatinya dengan pelayanan yang baik atau memuaskan. Oleh  karena  itu,  suatu  lembaga  jasa  pelayanan  diharapkan dapat  meningkatkan  kinerjanya,  dimulai  dengan  mengetahui  sejauh  mana  tingkat  kepuasan  yang  diperoleh pelanggan.
 BPR (Bank Perkreditan Rakyat) merupakan perbankan  yang mengalami  pertumbuhan  yang  sangat  pesat,  serta  sebagai  suatu  institusi  keuangan  yang  melayani  kredit  mikro  kepada  masyarakat,  BPR  (Bank  Perkreditan  Rakyat)  2  dituntut mampu bersaing dengan bank-bank sejenis lainnya dan bank umum yang  juga  semakin  gencar  untuk  menawarkan  kredit  mikro.  Bank  sebagai  lembaga  kepercayaan  harus  menjaga  kredibilitas  kepada  nasabahnya.  Persaingan  yang  semakin  ketat  menuntut  dunia  perbankan  untuk  selalu meningkatkan  pelayanannya  terhadap  nasabah.  Dengan  kualitas  pelayanan  yang  baik  akan  diyakini  dapat  meningkatkan  kepuasan  nasabah,  namun dimensi  kualitas  jasa  sangat beragam, hal inilah yang mempersulit dalam penerapan strategi pelayanan  yang baik.
 Dengan  ini  maka  dari  perbankan  syariah  perlu  ditingkatkan  misalnya  dalam  peningkatan  kualitas  jasa  maka  mengharuskan  perusahaan  untuk  terus  meningkatkan layanan konsumennya. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk  memenangkan  persaingan  tersebut  menurut  Tjiptono  (1997:59)  adalah  kualitas  pelayanan.  Kualitas  pelayanan  jasa  (service  quality)  adalah  tingkat  keunggulan  yang  diharapkan  dan  pengendalian  atas  tingkat  keunggulan  tersebut  untuk  memenuhi keinginan konsumen menurut Wykof dalam Tjiptono (2004:59)  Kualitas  jasa  menurut  Gronross  dalam  Mts  Arif  (2007:120)  mengidentifikasikan  adanya  dua  komponen  dasar  dalam kualitas  jasa  yaitu  kualitas teknis dan kualitas fungsional. Kualitas teknis adalah elemen yang relatif  mudah  diukur  secara  objektif,  baik  oleh  konsumen  maupun  oleh  perusahaan  sebagai  penyedia  jasa.  Misalnya  adalah  lamanya  antre  dalam  pembayaran  menunggu panggilan teller di Bank dan lain sebagainya. Komponen ini menjadi  dasar konsumen dalam menilai kualitas jasa, tetapi karena adanya interaksi antara  konsumen dan produsen maka kualitas fungsional seperti lingkungan tempat antre  3  atau  penanganan  keterlambatan  akan  sangat  mempengaruhi  penilaian  konsumen  terhadap kualitas jasa yang diterima. Dengan demikian baik burukya kualitas jasa  tergantung  pada  penyedia  jasa  dalam  memenuhi  kebutuhan  konsumen  secara  konsisten. Dengan adanya dimensi kualitas jasa yangsangat beragam, hal inilah  yang mempersulit dalam penerapan strategi pelayananyang baik. Maka peneliti  hanya  menggambil  tiga  Variabel  kualitas  jasa  menurut  Parasuraman,  Zeithaml,  dan Barry dalam Tjiptono (2005:132) terdapat sepuluh variabel dimensi kualitas  jasa  tapi  peneliti  hanya  menggambil  tiga  variabel  diantaranya  yaitu  Reliability,  Responsiveness,  dan  Courtesy. Fenomena  tersebut  yang  memberikan  inspirasi  kepada peneliti untuk melakukan penelitian mengenaidimensi kualitas pelayanan  jasa perbankan.
 Penelitian ini dilakukan di Bank Perkreditan RakyatSyariah (BPRS) Bumi  Rinjani  Kota  Batu.  Karena  BPRS  Bumi  Rinjani  tersebut  sebagai  satu-satunya  BPRS  yang  ada  di  Kota  Batu.  Hal  ini  disebabkan  karena  masyarakat  yang  mayoritas  beragama  Islam  mendambakan  sebuah  sistem  perbankan  yang  sesuai  dengan syariah Islam. Oleh karena itu antusias masyarakat dalam memanfaatkan  jasa-jasa  yang  ditawarkan  oleh  Bank  Perkreditan  Rakyat  Syariah  (BPRS)  Bumi  Rinjani  cukup  berarti  dan  terus  mengalami  kenaikan  dalam  kuantitas  yang  terdapat dalam data BPRS Bumi Rinjani.
 4  TABEL 1.1  Data Jumlah Nasabah Tabungan 2008-2009  Nasabah tabungan  2008  2009  Tabungan umum  2076  22 Tabungan pendidikan  67  71  Tabungan perusahaan  1  1  Total Keseluruhan  2114  2353  Sumber data: BPRS Bumi Rinjani (2009)  TABEL 1.2  Data Jumlah Nasabah Pembiayaan 2008-2009  Nasabah Pembiayaan  2008  2009  Murabahah  574  717  Mudharabah  42  76  Musyarakah  40  53  Total Keseluruhan  656  846  Sumber data: BPRS Bumi Rinjani (2009)  Menurut  data  diatas  dengan  menigkatnya  nasabah  dari tahun  2008-2009  dapat  diambil kesimpulan bahwa nasabah di BPRS Bumi Rinjani ada indikasi kualitas jasa yang  di miliki oleh BPRS tersebut.
 Berdasarkan latar belakang diatas dan melihat betapa pentingnya kualitas  jasa  dalam  rangka  mewujudkan  kepuasan  nasabah,  maka peneliti  tertarik  untuk  melakukan  penelitian  dengan  judul  ”Pengaruh  Kualitas  Jasa  Terhadap  Kepuasan  Nasabah  Pada  Bank  Perkreditan  Rakyat  Syariah  Bumi  Rinjani  Kota Batu”  


Download lengkap Versi PDF