BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang Tanah
sawah di Indonesia saat ini umumnya ditemukan pada tanah yang cukup baik di daerah datar maupun perbukitan
yang diteraskan. Menurut data yang
dikemukakan oleh Biro Pusat Statistika (BPS, 2008), luas lahan sawah di Indonesia pada tahun 2008 adalah 5.600.000 ha,
dan Sumatera Utara memiliki bagian luas
lahan sawah irigasi 498.467 ha. Lahan sawah
adalah lahan yang dikelola sedemikian rupa untuk budidaya tanaman padi sawah, dimana dilakukan
penggenangan selama atau sebagian dari masa
pertumbuhan padi. Yang membedakan lahan ini dari lahan rawa adalah masa penggenangan airnya, pada lahan sawah
penggenangan tidak terjadi terusmenerus tetapi mengalami masa pengeringan
(Djaenuddin, et all, 2003).
Istilah tanah sawah bukan merupakan istilah taksonomi, tetapi merupakan istilah umum seperti halnya hutan, tanah perkebunan, tanah pertanian, dan sebagainya. Segala macam jenis tanah dapat disawahkan asalkan air cukup tersedia. Kecuali itu padi sawah juga ditemukan pada berbagai macam iklim yang jauh lebih beragam dibandingkan dengan jenis tanaman lain. Karena itu tidak mengherankan bila sifat tanah sawah sangat beragam sesuai dengan sifat tanah asalnya. Dengan penggenangan, kadar fosfor didalam larutan tanah meningkat sekali. Peningkatan ini disebabkan oleh
Istilah tanah sawah bukan merupakan istilah taksonomi, tetapi merupakan istilah umum seperti halnya hutan, tanah perkebunan, tanah pertanian, dan sebagainya. Segala macam jenis tanah dapat disawahkan asalkan air cukup tersedia. Kecuali itu padi sawah juga ditemukan pada berbagai macam iklim yang jauh lebih beragam dibandingkan dengan jenis tanaman lain. Karena itu tidak mengherankan bila sifat tanah sawah sangat beragam sesuai dengan sifat tanah asalnya. Dengan penggenangan, kadar fosfor didalam larutan tanah meningkat sekali. Peningkatan ini disebabkan oleh
1)
tereduksinya ferifosfat menjadi ferofosfat
yang lebih mudah larut,
2) tersediannya senyawa fosfor larut-pereduksi sebagai akibat
melarutnya lapisan yang sebelumnya teroksidasi, meningkatnya pemineralan fosfor organik pada tanah asam
yang disebabkan karena dinaikkannya pH 6
dan 7 (Sanchez, 1993).
Pada lahan sawah
intensifikasi pemakaian pupuk P cenderung berlebihan, sehingga banyak penelitian yang menunjukkan
bahwa pemberian pupuk P pada tanaman
tidak diikuti dengan peningkatan hasil serta efisiensinya sangat rendah, sementara harga pupuk tersebut cukup mahal.
Dari hasil analisis, jumlah P yang terangkut
pada saat panen cukup kecil dan fosfat yang diserap tanaman padi pada lahan irigasi 15-20% dan pada lahan kering
hanya 10-15% dari takaran pupuk yang
diberikan, sementara sisanya tinggal didalam tanah sebagai residu dalam bentuk senyawa P (Adiningsih, 2004). Survei dan
pemetaan tanah berfungsi untuk mengetahui penyebaran jenis tanah dan menentukan potensinya pada berbagai
macam penggunaannya. Pada penelitian
ini, status hara fosfat dan penyebarannya pada daerah lahan sawah pada daerah irigasi Bahal Gajah/ Tiga Bolon
Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun
dilakukan dengan survei dan pemetaan.
Contoh Skripsi Soil Science: Survei Dan Pemetaan Status Fosfat Lahan Sawah Pada Daerah Irigasi Bahal GajahTiga Bolon Kecamatan Sidamanik
Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini
Bab I
|
Downloads
| |
Bab II
|
Downloads
| |
Bab III - V
|
Downloads
| |
Daftar Pustaka
|
Downloads
| |
Lampiran
|
Downloads
|
Artikel terkait skripsi diantaranya : contoh proposal penelitian kualitatif, contoh proposal penelitian kuantitatif,contoh judul skripsi, contoh skripsi,contoh proposal,download skripsi, proposal skripsi, Kumpulan Contoh skripsi, contoh artikel, contoh makalah,proposal penelitian, karya tulis, judul seminar akuntansi, proposal tentang, beasiswa disertasi, laporan ta, tugas ta, tesis akuntansi keuangan, tesis kesehatan, proposal tesis akuntansi, contoh-contoh tesis, tesis gratis, tesis contoh, contoh bab 1 tugas akhir, kumpulan tugas akhir akuntansi, proposal pengajuan tugas akhir, contoh laporan tugas akhir akuntansi, judul tugas akhir jurusan akuntansi.
