BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang Tanah merupakan medium alam untuk pertumbuhan
tanaman. Tanah menyediakan unsur-unsur
hara sebagai makanan tanaman untuk pertumbuhannya. Tanah yang
terbentuk dari bahan-bahan berupa bahan mineral dan organik, air serta udara tersn didalam ruangan yang
membentuk tubuh tanah. Akibat berlangsungnya
proses pembentukan tanah, maka terbentuklah perbedaan sifat kimia, fisis, biologi dan morfologi dari tanah
yang berbeda-beda pula (Hakim, dkk, 1986). Tanah tidak terbentuk
secara sendiri tanpa ada faktor-faktor pembentuknya.
Ada 5 faktor pembentuk tanah yaitu iklim (climate), bahan induk (parent
material), organisme (organism),
topografi (relief), dan waktu (time). Faktor-faktor
tersebut tidak berjalan atau bekerja sendiri-sendiri tetapi bekerja secara simultan atau saling bekerja sama.
Pembentukan dan perkembangan tanah membutuhkan waktu sehingga menghasilkan jenis-jenis tanah tertentu yang berbeda sesuai dengan kondisi faktor-faktor pembentuknya (Hasibuan, 2006). Klasifikasi tanah adalah usaha untuk membeda-bedakan tanah berdasar atas sifat-sifat yang dimilikinya. Dengan cara ini maka tanah-tanah dengan sifat yang sama dimasukkan ke dalam satu kelas yang sama. Hal ini sangat penting karena tanah-tanah dengan sifat yang berbeda memerlukan perlakuan yang berbeda jadi jenis-jenis tanah itu diberi nama (Hardjowigeno, 2003) Di Indonesia, sejak tahun 1975 dikenal dengan tiga sistem klasifikasi tanah yang banyak digunakan oleh Lembaga Penelitian, Perguruan Tinggi, Dinas Teknis dan Teknisi di lapangan, yaitu :
Pembentukan dan perkembangan tanah membutuhkan waktu sehingga menghasilkan jenis-jenis tanah tertentu yang berbeda sesuai dengan kondisi faktor-faktor pembentuknya (Hasibuan, 2006). Klasifikasi tanah adalah usaha untuk membeda-bedakan tanah berdasar atas sifat-sifat yang dimilikinya. Dengan cara ini maka tanah-tanah dengan sifat yang sama dimasukkan ke dalam satu kelas yang sama. Hal ini sangat penting karena tanah-tanah dengan sifat yang berbeda memerlukan perlakuan yang berbeda jadi jenis-jenis tanah itu diberi nama (Hardjowigeno, 2003) Di Indonesia, sejak tahun 1975 dikenal dengan tiga sistem klasifikasi tanah yang banyak digunakan oleh Lembaga Penelitian, Perguruan Tinggi, Dinas Teknis dan Teknisi di lapangan, yaitu :
(1) Sistem Klasifikasi Tanah Nasional (Dudal
& Soepraptohardjo, 1957; Soepraptohardjo,
1961),
(2) Sistem Klasifikasi Tanah
Internasional, dikenal sebagai Taksonomi Tanah (Soil Taxonomy, USDA, 1975; 2003), dan
(3) Sistem FAO/UNESCO (1974).
Sistem
klasifikasi tanah yang sekarang dikenal dengan nama Taksonomi Tanah atau Soil Taxonomy (USDA, 1975)
merupakan penyempurnaan dari The Comprehensive
System of Soil Classification th Aprroximation
(USDA, 1960). Sistem tersebut disebut
Comprehensive System karena dapat digunakan
untuk seluruh tanah di dunia. Disebut th
Aprroximation karena sistem tersebut
dibuat dengan beberapa kali pendekatan dan perbaikan, hingga pendekatan yang ke-7.
Contoh Skripsi Soil Science: Klasifikasi Tanah Desa Sihiong, Sinar Sabungan, dan Lumban Lobu Kecamatan Bonatua Lunasi Kabupaten Toba Samosir Berdasarkan Taksonomi Tanah 2010
Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini
Bab I
|
Downloads
| |
Bab II
|
Downloads
| |
Bab III - V
|
Downloads
| |
Daftar Pustaka
|
Downloads
| |
Lampiran
|
Downloads
|
Artikel terkait skripsi diantaranya : contoh proposal penelitian kualitatif, contoh proposal penelitian kuantitatif,contoh judul skripsi, contoh skripsi,contoh proposal,download skripsi, proposal skripsi, Kumpulan Contoh skripsi, contoh artikel, contoh makalah,proposal penelitian, karya tulis, judul seminar akuntansi, proposal tentang, beasiswa disertasi, laporan ta, tugas ta, tesis akuntansi keuangan, tesis kesehatan, proposal tesis akuntansi, contoh-contoh tesis, tesis gratis, tesis contoh, contoh bab 1 tugas akhir, kumpulan tugas akhir akuntansi, proposal pengajuan tugas akhir, contoh laporan tugas akhir akuntansi, judul tugas akhir jurusan akuntansi.
