BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang Tanah merupakan tubuh alam sebagai tempat
tumbuh semua makhluk hidup. Tanah
dimanfaatkan oleh manusia dengan cara mengelolahnya sehingga dapat memenuhi kebutuhan manusia tersebut.
Tanah dapat bermanfaat dengan baik
apabila manusia dapat juga memeliharanya dan memahami keadaan tanah tersebut dengan baik. Namun karena kurangnya
kemapuan manusia dalam memelihara dan
memahami khsnya kesesuaian lahan tersebut sehingga manusia tidak dapat memperoleh kebutuhan yang
cukup bagi kehidupannya (Foth, 1998). Tanah terbentuk
dari bahan induk dan dipengaruhi oleh faktor fakor lainnya. Ada 5 faktor pembentuk tanah yaitu
iklim (climate), bahan induk (parent
material), organisme (organism), topografi (relief), dan waktu (time).
Faktor tersebut
tidak berjalan atau bekerja sendiri tetapi bekerja secara simultan atau saling bekerjasama. Pembentukan dan
perkembangan tanah membutuhkan waktu sehingga menghasilkan jenis tanah tertentu
yang berbeda sesuai dengan kondisi
faktor pembentuknya (Hasibuan, 2006) Evaluasi
lahan adalah suatu penilaian terhadap karakteristik suatu lahan untuk mengetahui potensi lahan tersebut,
sehingga penggunan lahan tersebut dapat
maksimal. Pengunanan lahan yang tidak sesuai dengan kemampuannya dapat menyebabkan terjadinya degradasi lahan,
oleh sebab itu evaluasi lahan merupakan
hal yang penting untuk dilakukan agar penggunanan lahan sesuai dengan kemampuannya. Ubi kayu (Manihot esculenta Crant) merupakan
salah satu bahan pangan yang utama,
tidak saja di Indonesia tetapi juga di dunia. Di Indonesia, ubi kayu merupakan makanan pokok ke tiga
setelah padi-padian dan jagung.
Sedangkan untuk
konsumsi penduduk dunia, khsnya penduduk negaranegara tropis, tiap tahun
diproduksi sekitar 300 juta ton ubi kayu (Simanjuntak, 2002). Berdasarkan data
BPS, produksi ubi kayu nasional pada tahun 2012 sekitar 23,71 juta ton dengan sebaran di 26
propinsi cukup bervariasi, yaitu antara 12.000 – 4.992.000 ton. Di provinsi
Sumatera Utara dengan luas areal 39.467
ha yang menghasilkan produksi 1.202.094 ton, dengan produksi ubi kayu tertinggi 30 ton/ha pada Kabupaten Simalungun.
Sebagian besar pertanaman ubi kayu
terdapat di daerah dengan jenis tanah Alluvial, Latosol, Podsolik dan sebagian kecil terdapat di daerah dengan jenis
tanah Mediteran, Grumusol dan Andosol. Desa Petuaran
Hilir memiliki ketingian ±25 m di atas permukaan laut Kecamatan Pegajahan terletak di Kabupaten
Serdang Bedagai yang memiliki luas lahan
93.120 km atau 4,90 % dari luas
Kabupaten Serdang Bedagai.
Contoh Skripsi Soil Science: Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Ubi Kayu (Manihot esculenta Crant) di Desa Petuaran Hilir
Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini
Bab I
|
Downloads
| |
Bab II
|
Downloads
| |
Bab III - V
|
Downloads
| |
Daftar Pustaka
|
Downloads
| |
Lampiran
|
Downloads
|
Artikel terkait skripsi diantaranya : contoh proposal penelitian kualitatif, contoh proposal penelitian kuantitatif,contoh judul skripsi, contoh skripsi,contoh proposal,download skripsi, proposal skripsi, Kumpulan Contoh skripsi, contoh artikel, contoh makalah,proposal penelitian, karya tulis, judul seminar akuntansi, proposal tentang, beasiswa disertasi, laporan ta, tugas ta, tesis akuntansi keuangan, tesis kesehatan, proposal tesis akuntansi, contoh-contoh tesis, tesis gratis, tesis contoh, contoh bab 1 tugas akhir, kumpulan tugas akhir akuntansi, proposal pengajuan tugas akhir, contoh laporan tugas akhir akuntansi, judul tugas akhir jurusan akuntansi.
