BAB I
PENDAHULUAN
Latar
Belakang Wilayah sungai Padang merupakan aliran sungai
yang terbentang mulai dari kabupaten
Simalungun dengan hulu sungai Gunung Simbolon dan bagian hilir sungai wilayah kotamadya Tebingtinggi
dengan luas DAS sungai Padang sekitar
11O.801,58 hektar. Kawasan DAS Padang memiliki beragam penggunaan lahan dimulai dari wilayah Simalungun yang
masih ditumbuhi vegetasi hutan hingga
wilayah Tebingtinggi dengan luas 4.247,048 hektar (Kantor Bappeda Kabupaten Simalungun, 22 Juni 2010) yang
merupakan lahan perkebunan rakyat, perkebunan
pemerintah maupun kebun campuran. Perubahan peruntukan lahan hutan menjadi lahan-lahan pertanian dan
perkebunan di sepanjang DAS Padang mengakibatkan
terjadi perubahan kualitas tanah.
Akibat alih fungsi lahan hutan menjadi lahan pertanian menyebabkan air presipitasi tidak dapat ditahan oleh tanah secara optimal. Air mengalir dan membawa massa tanah di permukaan lahan menuju aliran air ke sungai. Erosi yang terjadi terus menerus mengikis lapisan bahan organik di permukaan tanah di kawasan hilir. Endapan yang semakin tinggi mengurangi kapasitas sungai menampung curah hujan yang tinggi sehingga air sungai meluap dan menyebabkan banjir terjadi. Daerah sekitar Sungai Padang dan bahilang di Tebingtinggi merupakan daerah berpotensi banjir berupa banjir kiriman dari kabupaten Simalungun yang berada di hulu. Indikator suatu tanah terdegradasi dapat dilihat dari kualitas tanah suatu lahan. Kualitas suatu lahan dikatakan baik bila masih melaksanakan fungsi-fungsi tanah sebagaimana mestinya. Perubahan kualitas tanah disebabkan terjadinya perubahan fungsi lahan dari hutan ke pertanian atau perkebunan.
Bila pengelolaan tanah seperti pemupukan sedang terjadi, kualitas tanah menjadi fungsi dari resistensi (kapasitas penyangga) tanah. Apabila pemupukan sudah terjadi, kualitas merupakan fungsi dari pemulihan tanah. Kapasitas penyangga tanah dan pemulihan tanah dipengaruhi oleh sifat-sifat tanah yakni fisika, kimia, dan biologi tanah, Dengan demikian kita melihat adanya perubahan kualitas tanah terhadap sifat-sifat tanah tersebut akibat beberapa penggunaan lahan pada daerah tersebut. Lahan merupakan sumberdaya alam yang jumlahnya terbatas. Kebutuhan akan sumberdaya lahan oleh manusia yang semakin meningkat telah memberikan corak tersendiri terhadap pola penggunaan lahan di suatu kawasan. Dampak yang ditimbulkan adalah terjadinya perubahan tata guna lahan, seperti perubahan pemanfaatan lahan dari hutan ke pertanian dan pemanfaatan lahan lainnya, yang dapat mengganggu stabilitas tata air dan tanah (Asdak, 1995).
Akibat alih fungsi lahan hutan menjadi lahan pertanian menyebabkan air presipitasi tidak dapat ditahan oleh tanah secara optimal. Air mengalir dan membawa massa tanah di permukaan lahan menuju aliran air ke sungai. Erosi yang terjadi terus menerus mengikis lapisan bahan organik di permukaan tanah di kawasan hilir. Endapan yang semakin tinggi mengurangi kapasitas sungai menampung curah hujan yang tinggi sehingga air sungai meluap dan menyebabkan banjir terjadi. Daerah sekitar Sungai Padang dan bahilang di Tebingtinggi merupakan daerah berpotensi banjir berupa banjir kiriman dari kabupaten Simalungun yang berada di hulu. Indikator suatu tanah terdegradasi dapat dilihat dari kualitas tanah suatu lahan. Kualitas suatu lahan dikatakan baik bila masih melaksanakan fungsi-fungsi tanah sebagaimana mestinya. Perubahan kualitas tanah disebabkan terjadinya perubahan fungsi lahan dari hutan ke pertanian atau perkebunan.
Bila pengelolaan tanah seperti pemupukan sedang terjadi, kualitas tanah menjadi fungsi dari resistensi (kapasitas penyangga) tanah. Apabila pemupukan sudah terjadi, kualitas merupakan fungsi dari pemulihan tanah. Kapasitas penyangga tanah dan pemulihan tanah dipengaruhi oleh sifat-sifat tanah yakni fisika, kimia, dan biologi tanah, Dengan demikian kita melihat adanya perubahan kualitas tanah terhadap sifat-sifat tanah tersebut akibat beberapa penggunaan lahan pada daerah tersebut. Lahan merupakan sumberdaya alam yang jumlahnya terbatas. Kebutuhan akan sumberdaya lahan oleh manusia yang semakin meningkat telah memberikan corak tersendiri terhadap pola penggunaan lahan di suatu kawasan. Dampak yang ditimbulkan adalah terjadinya perubahan tata guna lahan, seperti perubahan pemanfaatan lahan dari hutan ke pertanian dan pemanfaatan lahan lainnya, yang dapat mengganggu stabilitas tata air dan tanah (Asdak, 1995).
Contoh Skripsi Soil Science: Dinamika Kualitas Tanah Melalui Pendekatan Karakteristik Tanah Pada Beberapa Penggunaan Lahan Di Kawasan Sub-Das Padang Hilir Kotamadya Tebingtinggi
Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini
Bab I
|
Downloads
| |
Bab II
|
Downloads
| |
Bab III - V
|
Downloads
| |
Daftar Pustaka
|
Downloads
| |
Lampiran
|
Downloads
|
Artikel terkait skripsi diantaranya : contoh proposal penelitian kualitatif, contoh proposal penelitian kuantitatif,contoh judul skripsi, contoh skripsi,contoh proposal,download skripsi, proposal skripsi, Kumpulan Contoh skripsi, contoh artikel, contoh makalah,proposal penelitian, karya tulis, judul seminar akuntansi, proposal tentang, beasiswa disertasi, laporan ta, tugas ta, tesis akuntansi keuangan, tesis kesehatan, proposal tesis akuntansi, contoh-contoh tesis, tesis gratis, tesis contoh, contoh bab 1 tugas akhir, kumpulan tugas akhir akuntansi, proposal pengajuan tugas akhir, contoh laporan tugas akhir akuntansi, judul tugas akhir jurusan akuntansi.
