Contoh Skripsi Soil Science: Dinamika N-NH4 dan N-NO3 Akibat Pemberian Pupuk Urea dan Kapur CaCO3 pada Tanah Inceptisol Kwala Bekala dan Kaitannya terhadap Pertumbuhan Tanaman Jagung



BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang  Tanah Inceptisol termasuk tanah pertanian utama di Indonesia karena  mempunyai sebaran yang luas. Luasannya sekitar 70.52 juta ha (37.5%)  (Puslittanak, 2000). Tanah tersebut mempunyai  prospek cukup besar untuk  dikembangkan sebagai sentra produksi tanaman pangan terutama padi, jagung,  dan kedelai apabila pengelolaan tanah dan tanaman tepat. Pemupukan NPK,  penambahan bahan organik, dan pengapuran  memegang peranan yang sangat  penting dalam meningkatkan produksi pertanian tanaman pangan. Meskipun penyebaran cukup luas dan potensial, tetapi bukan berarti  Inceptisol dalam pemanfaatannya tidak mengalami permasalahan di lapangan. Hasil penelitian Nursyamsi dan Suprihati (2005) menyatakan bahwa kebutuhan  pupuk N pada tanah Inceptisol lebih tinggi dibandingkan padatanah Oksisol dan  Andisol. Karena unsur N pada tanah Inceptisol tergolong rendah.
Ketersediaan  unsur hara seperti N yang rendah, merupakan kendala penting dalam kaitannya  terhadap  pertumbuhan tanaman. Kendala lain yaitu unsur N mudah tercuci  sehingga serapan-N tanaman rendah. Upaya peningkatan unsur N adalahdengan pemberian pupuk urea, tetapi,  pemberian pupuk Urea pada dosis tinggi, dapat menurunkan pH tanah Inceptisol  karena Urea merupakan pupuk bereaksi masam.  Pada Damanik dkk., (2010)  menjelaskan bahwa, beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan oleh beberapa  peneliti pupuk mengenai pupuk urea seperti Gaylord M Volk dari Universitas  Florida mendapatkan bahwa perubahan amida ke bentuk amonia membutuhkan  waktu 1 - 3 hari sesudah pemupukan.  Allison (1939) dalam Muhali (1939)  mendapatkan bahwa pupuk urea mengalami pencucian dari tanah selama 4 hari  dari pemupukan, dengan kata lain, bahwa perubahan seluruh amida ke amonia  membutuhkan waktu 4 hari. 
Universitas Wisconsin (Amerika) mendapatkan  bahwa senyawa N dari Urea akan berubah menjadi bentuk nitrat dalam waktu  lebih kurang 7 hari. Teucher dan Adler menyatakan bahwa perubahan dari urea ke  bentuk amonium karbonat lalu ke asam dan akhirnya ke bentuk nitrat  membutuhkan waktu lebih kurang 3 - 4 minggu (Damanik dkk, 2010)  Salah satu upaya untuk menetralisir kemasaman akibat pemberian pupuk  Urea adalah dengan pemberian kapur. Salah satu kapur yang umum digunakan  oleh petani ialah Kapur Pertanian (CaCO3). Dengan penambahan kapur  diharapkan dapat menetralisir reaksi masam pupuk Urea serta dapat menaikkan  pH tanah Inceptisol. Hasil penelitian Ibrahim dan Kasno (2008), pada tanah dengan tekstur  berbeda yaitu lempung berpasir dan lempung berliat, pemberizn urea 125 kg, 250  kg, 375 kg dan 500 kg per ha menunjukkan respon yang cukup penting terhadap  perubahan pH pada perlakuan control (tanpa perlakuan kapur), sebaliknya bila  diberikan kapur, perubahan pH tampak tidak nyata.


Contoh Skripsi Soil Science: Dinamika N-NH4 dan N-NO3 Akibat Pemberian Pupuk Urea dan Kapur CaCO3 pada Tanah Inceptisol Kwala Bekala dan Kaitannya terhadap Pertumbuhan Tanaman Jagung
Downloads  Versi PDF >>>>>>>Klik Disini 

Bab I
Downloads
Bab II
 Downloads 
 Bab  III - V
 Downloads 
Daftar Pustaka
 Downloads 
Lampiran
Downloads 

Artikel terkait skripsi diantaranya : contoh proposal penelitian kualitatif, contoh proposal penelitian kuantitatif,contoh judul skripsi, contoh skripsi,contoh proposal,download skripsi, proposal skripsi, Kumpulan Contoh skripsi, contoh artikel, contoh makalah,proposal penelitian, karya tulis, judul seminar akuntansi, proposal tentang, beasiswa disertasi, laporan ta, tugas ta, tesis akuntansi keuangan, tesis kesehatan, proposal tesis akuntansi, contoh-contoh tesis, tesis gratis, tesis contoh, contoh bab 1 tugas akhir, kumpulan tugas akhir akuntansi, proposal pengajuan tugas akhir, contoh laporan tugas akhir akuntansi, judul tugas akhir jurusan akuntansi.