Contoh Skripsi Kedokteran:Prevalensi Kejadian Penyakit Jantung Kongenital Pada Anak Penderita Sindrom Down


BAB 1  PENDAHULUAN  
1.1.  Latar belakang  Sindrom Down merupakan salah satu kelainan genetik yang sering terjadi  pada bayi baru lahir. Prevalensi kejadian bayi lahir dengan sindrom Down  adalah 1 dari 800 kelahiran. Berdasarkan penelitian awal yang dilakukan,  di  Amerika  Serikat  terdapat  lebih  dari  400,000  orang  menderita sindrom  Down,  dengan  jumlah  kelahiran  bayi  yang  mendapat  sindroma  tersebut  mencapai 3,400 bayi dalam setahun ( CDC, 2009).

Sindrom Down merupakan kelainan kromosom yang nantinya akan  menimbulkan  berbagai  kelainan  ketika  lahir.  Individu  dengan  sindrom  Down  biasanya  akan  mengalami  keterbatasan  dari  segi  kognitif,  wajah  dismorfik  yang  berbeda  apabila  dibandingkan  dengan  orang  normal,  kelainan  jantung dan  masalah –  masalah kesehatan  yang lain.  Keparahan  kondisi yang diderita penderita sindrom Down adalah berbeda antara satu  individu  dengan  individu  yang  lainnya.  Walau  demikian,  dengan  adanya  tehnik  skrining  yang  ada  sekarang,  usia  penderita  sindrom  Down  dapat  mencapai 60 tahun (National Down Syndrome Society, 2009).
Sebuah  penelitian  telah  dilakukan  pada  24  (21,62  %)  anak  yang  dicurigai  sindrom  Down  dari  111  anak  retardasi  mental  di Sekolah  Luar  Biasa (SLB) Negeri Semarang periode Juli 2007 – Juni 2008. Berdasarkan  pemeriksaan  dari  20  anak  SLBC  Negeri  Semarang  dengan  penampakan  klinis  Sindrom  Down,  19  anak  (95  %)  mempunyai  kelainan  kromosom  Trisomi 21 (kelebihan 1 kromosom 21) dan 1 anak (5%) dengan kariotipe  (46,XX)(Vidyaningsih, 2008).
Pada  penelitian  tahun  1994,  dari  340  siswa  SLB,  laki  –  laki  dan  perempuan, di Semarang didapatkan 42 kasus sindrom Down di Semarang  (12,3%), secara keseluruhan jumlah sindrom Down jenis kelamin laki-laki  sama dengan jenis kelamin perempuan. Selanjutnya pada penelitian siswa  SLB-C di Kotamadia Semarang pada tahun 2000 menunjukkan frekuensi   14  penderita  sindrom  Down  14%  (32/235)  dengan  distribusi  jenis  kelamin  yang  juga  sama  pada  laki  –  laki  dan  perempuan.  Sindrom  Down  yang  ditemukan  pada  penelitian  ini  menunjukkan  angka  yang  hampir  mirip  dengan  angka  yang  pernah  dilaporkan  oleh  peneliti  lain  pada  bangsa  Kaukasia,  tetapi  pada  penelitian  lain  jumlah  penderita  laki-laki  lebih  banyak daripada penderita perempuan (Sultana, 2004).
Hampir setengah dari  bayi dengan sindrom Down akan  mendapat  kelainan jantung. Kelainan jantung dapat ringan dan dapat diterapi dengan  obat,  dan  ada  juga  kelainan  berat  yang  memerlukan  pembedahan.  Setiap  bayi  yang  lahir  dengan  sindrom  Down  harus  diperiksa  oleh  dokter  kardiologi  anak.  Pemeriksaan  yang  dapat  dilakukan  adalah  pemeriksaan  dengan  echocardiogram atau  ultrasound pada  jantung  setelah  usia  dua  bulan (American Academy of Pediatrics Committee on Genetics, 2007).
Sindrom  Down  adalah  kelainan  genetik  (kromosom)  yang  sering  berhubungan dengan penyakit jantung kongenital, mencapai sehingga 5%  dari keseluruhan kelainan jantung. Pada penderita sindrom Down, kejadian  kelainan  jantung  dapat  mencapai  50%.  Defek  pada  jaringan  endokardial  dan  kelainan  katup  ventrikular  merupakan  kelainan  yang  paling  sering  dilaporkan (American Academy of Pediatrics, 1993).
Anak  sindrom  Down  memiliki  risiko  lebih  tinggi  mendapat  penyakit  jantung  kongenital.  Insidens  penyakit  jantung  kongenital  pada  populasi  umum  adalah  0.8  %,  sedangkan  pada  anak  penderita  sindrom  Down sebesar 40 – 60 % (Freeman SB, 2009).
Kelainan  jantung  kongenital  yang  paling  sering  terjadi  pada  anak  penderita sindrom Down adalah Atrioventricular Septal Defects(AVSDs).



Contoh Skripsi Kedokteran:Prevalensi Kejadian Penyakit Jantung Kongenital Pada Anak Penderita Sindrom Down
Downloads  Versi PDF >>>>>>>Klik Disini

Bab I
Downloads
Bab II
 Downloads 
 Bab  III - V
 Downloads 
Daftar Pustaka
 Downloads 
Lampiran
Downloads