BAB 1 PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Di seluruh dunia, 46 juta kehamilan setiap tahun berakhir dengan
aborsi, di mana
36 juta dari
aborsi terjadi di
negara-negara berkembang dan 10 juta
di negara-negara maju
(Henshaw et al., 1999).
WHO memperkirakan bahwa,
di seluruh dunia,
kira-kira 21,6 juta unsafe
abortions terjadi pada tahun 2008,
dan hampir semua kasus aborsi ini
terjadi di negara-negara berkembang.
Menggunakan
tingkat aborsi (yaitu
jumlah aborsi setiap
tahun per 1.000 perempuan berusia
15 – 44
tahun) untuk membandingkan
negara atau wilayah tanpa
memperkirakan ukuran relatif
populasi, didapati tingkat
aborsi tahunan di seluruh
dunia adalah sekitar 35 aborsi per 1.000 perempuan berusia 15 – 44 tahun (Henshaw et al., 1999).
Jika tingkat aborsi dievaluasi berdasarkan
usia produktif wanita, didapati bahwa remaja
(kurang dari 20
tahun) dan wanita
usia 40 atau
lebih tua adalah yang
paling mungkin untuk
melakukan aborsi jika
mereka hamil. Dengan demikian, proporsi kehamilan berakhir dengan
aborsi adalah terbesar di awal dan akhir
masa reproduksi wanita (Henshaw et al. 1999).
Tingkat aborsi tahunan di Asia berkurang antara
tahun 1995 dan 2003 dari 33 menjadi 29
aborsi per 1.000
wanita berusia 15
– 44 tahun.
Di Asia Timur, tingkat
aborsi diperkirakan pada
tahun 2003 adalah
28 per 1.000
wanita usia subur. Di Selatan Asia Tengah, tingkat
aborsinya adalah 27 per 1.000 wanita usia subur.
Asia Tenggara merupakan
daerah dengan tingkat
aborsi tertinggi pada tahun
2003 yaitu 39 per 1.000 wanita usia subur. Tingkat aborsi paling rendah di AsiaBarat yaitu 24 per 1.000 wanita usia subur
(Guttmacher Institute, 2009).
2 Pada tahun
2000, diperkirakan bahwa
sekitar 2 juta
aborsi terjadi di Indonesia.
Perkiraan ini adalah angka tahunan aborsi sebesar 37 aborsi per 1.000 perempuan usia reproduksi (15 – 49 tahun).
Apabila dibandingkan dengan negaranegara lain di Asia, dalam skala regional
sekitar 29 aborsi per 1.000 perempuan usia reproduksi,
ternyata perkiraan ini
cukup tinggi. Kebanyakan
aborsi di Indonesia
dilakukan oleh tenaga
yang tidak terlatih
dan banyak juga
(yang jumlahnya tidak
diketahui) yang mengupayakan
penguguran kandungan sendiri.
Akibatnya, angka dari komplikasi medis dan
kematian maternal dari aborsi yang tidak
aman dapat diperkirakan cukup tinggi. Setiap tahunnya sekitar 2 juta aborsi yang
diinduksi terjadi di
Indonesia dan di
Asia Tenggara, kematian
yang disebabkan karena aborsi
yang tidak aman adalah sebesar 14 – 16% dari semua kematian
maternal (Guttmacher Institute, 2008).
Menurut
WHO, tiga penyebab
utama kematian ibu
adalah perdarahan, sepsis, dan unsafe abortion. Upaya pencegahan
terjadinya unsafe abortionadalah sangat penting
bila Indonesia ingin
mencapai tujuan ke
lima dari Millennium Development
Goal untuk memperbaiki kondisi
kesehatan ibu dan
menurunkan angka kematian ibu
(Guttmacher Institute, 2008).
Berdasarkan Indonesia Demographic
and Health Survey
(IDHS) 2007, Angka Kematian Ibu
(AKI) di Indonesia adalah 228 per 100.000 kelahiran hidup.
Menurut Report
on the Achievement
of the Millennium
Development Goals Indonesia 2010,angka kematian ibu ini masih
tinggi dan target yang diharapkan dapat
dicapai tahun 2015
adalah angka kematian
ibu menjadi 102 per
100.000 kelahiran hidup.
3 1.2.
Rumusan Masalah Berapakah prevalensi
abortus di Rumah
Sakit Umum Pusat
Haji Adam Malik Medan pada periode Januari 2010 hingga
Desember 2010 ? 1.3. Tujuan Penelitian 1.3.1. Tujuan
Umum Tujuan umum
dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui
prevalensi abortus di Rumah Sakit
Umum Pusat Haji Adam Malik Medan pada tahun 2010.
1.3.2.
Tujuan Khs Tujuan khs dalam
penelitian ini adalah seperti berikut: 1. Mengetahui rata-rata usia ibu hamil yang
mengalami abortus.
2.
Mengetahui status gravida, para dan abortus pada ibu hamil.
3.
Mengetahui klasifikasi abortus pada ibu hamil 4.
Mengetahui gambaran klinis abortus pada ibu hamil.
1.4. Manfaat Penelitian Manfaat
dari penelitian ini
adalah sebagai bahan
masukan bagi pihak rumah
sakit mengenai kasus abortus pada ibu-ibu hamil di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan periode Januari
2010 hingga Desember 2010.
Hasil
penelitian ini juga
diharapkan dapat memberikan
manfaat dan sebagai
sumber informasi kepada
masyarakat dan peneliti
untuk melakukan penelitian-penelitian selanjutnya.
Contoh Skripsi Kedokteran:Prevalensi Abortus
Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini
Bab I
|
Downloads
| |
Bab II
|
Downloads
| |
Bab III - V
|
Downloads
| |
Daftar Pustaka
|
Downloads
| |
Lampiran
|
Downloads
|
