BAB PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Merokok membahayakan bagi hampir semua organ
tubuh termasuk organ pernapasan,
menimbulkan banyak penyakit dan mempengaruhi kesehatan perokok secara umum.Merokok meningkatkan risiko
kematian karena penyakit paru kronis hingga
10 kali lipat. Sekitar 90% kematian karena penyakit paru kronis disebabkan oleh merokok.
Data dari Badan Kesehatan Dunia
(WHO) menyebutkan satu dari sepuluh kematian
pada orang dewasa disebabkan oleh penggunaan tembakau. Pada tahun 2005, penggunaan tembakau menyebabkan 5,4 juta
kematian atau rata-rata satu kematian
setiap 6 detik. Bahkan pada tahun 2030 diperkirakan jumlah kematian mencapai angka 8.000.000.
Dari data Survei Kesehatan Rumah Tangga total sebanyak 31.4 % penduduk Indonesia merokok atau angkanya
sekitar 62.800.000 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 59,04 % laki-laki dan 4,83 % adalah
perempuan sementara data dari WHO
Tobacco Atlas 2002 terdiri atas dari 50% laki-laki dan 3,7% adalah perempuan Di asia, badan kesehatan dunia (WHO) menyebutkan, Indonesia menempati urutan ketiga terbanyak jumlah
perokok yang mencapai 146.860.000 jiwa.Namun,
sampai saat ini Indonesia belum mempunyai peraturan perundangan untuk melarang anak merokok.. Akibat tidak adanya aturan yang tegas, dalam penelitian di empat kota yaitu Bandung,
Padang, Yogyakarta dan Malang pada tahun
2004, prevalensi perokok usia 5-9 tahun meningkat drastis dari
0,6 % (1995) jadi 2,8 % pada (2004).
Peningkatan prevalensi merokok tertinggi berada pada inzterval usia 15-19 tahun dari 13,7 %
jadi 24,2 % atau naik 77 % dari tahun 1995.
Menurut surveiglobal tembakau di kalangan remaja pada1.490 murid SMP dijakarta tahun 1999, terdapat 46,7 % siswa
yang pernah merokok dan 19 % diantaranya
mencoba sebelum usia 10 tahun.Remaja umumnya mulai merokok di usia remaja awal atau SMP .
Secara luas telah diketahui bahwa merokok dapat mengurangi pengambilan napas atlet. Terdapat beberapa alasan, yaitu salah satu dampak nikotin adalah menyebabkan konstriksi
bronkiolus terminal paru-paru dan efek iritasi asap rokok itu sendiri menyebabkan
peningkatan sekresi cairan kedalam cabang-cabang
bronkus (Guyton & Hall, 2008).
Dari data diatas, merokok sangat
berperan untuk mempengaruhi ganguan pernapasan, dan mungkin juga dapat mempengaruhi
pengambilan oksigen maksimal. Pada perokok yang sedang melakukan olahraga.
Untuk menilai bagaimana pengambilan
oksigen maksimal tubuh itu dapat dilakukan dengan cara mengukur VO2max.
VO2max dapat diukur dengan beberapa cara. VO2max diukur dengan meminta seseorang untuk berolahraga,Biasanya
dengan treadmill atau ergometer sepeda
(sepeda stasioner dengan berbagai tingkat resistensi).Beban kerja secara bertahap ditingkatkan sampai orang tersebut
kelelahan. Sampel udara ekspirasi yang
dikumpulkan selama menit-menit terakhir olah raga, pada saat konsumsi O maksimum
karena yang bersangkutan bekerja sekeras mungkin, dianalitis untuk mengetahui presentase kandungan O2 dan CO2
nya. Selain itu , voume udara yang diekspirasi
juga diukur. Kemudian digunakan persamaan untuk menentukan jumlah O2 yang dikonsumsi,dengan
memperhitungkan presentase O2 dan CO dalam udara inspirasi, volume total udara
ekspirasi dan presentase O2 dan CO dalam udara ekspirasi (Sherwood, 2001).
1.2. Rumusan Masalah “Bagaimana perbedaan VO2max dan gambaran
gerakan pernapasan antara mahasiswa
perokok dengan bukan perokok saat latihan di Fakultas Kedokteran ?” 1.3. Tujuan Penelitian 1.3.1. Tujuan Umum Penelitian
ini dilakukan untuk mengetahui
perbedaan VO2max dan gambaran gerakan pernapasan antara mahasiswa
perokok dengan bukan perokok saat
latihan di Fakultas Kedokteran Sumatrea Utara.
1.3.2. Tujuan Khs 1. Untuk mengetahui VO2max mahasiswa perokok
saat latihan di Fakultas Kedokteran .
2. Untuk mengetahui VO2max mahasiswa bukan
perokok saat latihan di Fakultas Kedokteran
. .
3. Untuk mengetahui grafik kedalaman inspirasi
dan ekspirasi pada mahasiswa perokok
saat latihan di Fakultas Kedokteran .
4. Untuk mengetahui grafik kedalaman inspirasi
dan ekspirasi pada mahasiswa bukan
perokok saat latihan di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.
1.4. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan
manfaat untuk: 1. Bagi masyarakat untuk mengetahui dampak rokok
terhadap pernapasan.
2. Bagi peneliti untuk mengetahui dampak rokok
terhadap pengambilan oksigen pada saat
olahragadan sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya.
Contoh Skripsi Kedokteran:Perbedaan VO2max dan Gambaran Gerakan Pernapasan Antara Mahasiswa Perokok Dengan Bukan Perokok Saat Latihan
Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini
Bab I
|
Downloads
| |
Bab II
|
Downloads
| |
Bab III - V
|
Downloads
| |
Daftar Pustaka
|
Downloads
| |
Lampiran
|
Downloads
|
