Skripsi Teknologi Informasi:Implementasi Metode K- Means Clustering Dan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Dalam Penilaian Kedisiplinan Siswa


BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang  Keberhasilan seseorang dapat dilihat dari caranya mendisiplinkan hidup sejak dia  kecil hingga dewasa, agar kelak dewasa nanti seseorang tersebut telah terbiasa dalam  mencapai keberhasilan. Kedispilinan itu sendiri merupakan suatu sikap yang taat dan  patuh terhadap suatu peraturan yang berlaku, tanpa suatu adanya peraturan maka tidak  akan tercapainya suatu kedisiplinan. Dengan adanya suatu peraturan akan melatih  seseorang untuk disiplin dalam segala hal dan dengan sikap yang selalu disiplin dapat  membuat seseorang berhasil dengan apa yang seseorang tersebut cita – citakan, itulah  sebabnya kedisiplinan adalah modal utama suatu keberhasilan. Kedisiplinan tersebut  dapat dimulai dari lingkungan keluarga, kemudian lingkungan sekolah dan lingkungan  masyarakat.
Mendengar dan melihat pemberitaan di media massa dan elektronik akhir-akhir ini  menggambarkan bahwa tingkat kedisiplinan siswa umumnya masih tergolong  memprihatinkan. Kuantitas pelanggaran yang dilakukan oleh siswa semakin  bertambah dari waktu ke waktu. Dari berbagai jenis pelanggaran tata tertib sekolah,  misalnya banyaknya siswa yang bolos atau keluar pada waktu jam belajar,  perkelahian, terlambat datang ke sekolah, malas belajar, sering tidak masuk sekolah,  tidak mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru, tidak membuat pekerjaan rumah  dan lain-lain sebagainya. Secara garis besar banyaknya pelanggaran yang dilakukan  oleh siswa akan berpengaruh terhadap kemajuan dan prestasi belajar di sekolah.

 Penyebab ketidakdisiplinan siswa adalah kurang jelasnya peraturan dan sangsi yang  diberikan kepada siswa, kurang pengawasan dari pendidik bagi siswa yang melakukan  pelanggran. Untuk itu diupayakan dalam mengatasi kedisiplinan tersebut adalah  dengan cara memberikan sanksi – sanksi dan pengawasan dari pendidik sangat jelas.
Bentuk sanksi bisa berupa hukuman, pembinaan, atau surat pernyataan. Sanksi berupa  pembinaan akan diserahkan ke BK (Bimbingan Konseling). Jika dalam pembinaan  BK, siswa diketahui mempunyai  masalah yang melatar belakangi perbuatan  pelanggaran, maka siswa tersebut akan ditindak lanjuti dalam bentuk layanan  konseling.
Oleh sebab itu perlu adanya pengelompokan di setiap sekolah berdasarkan tingkat  kedisiplinannya, agar pihak sekolah terutama guru BK lebih mudah mengetahui  kelompok siswa yang perlu penanganan khs. Dari permasalahan tersebut penulis  menggukan metode K-  Means Clustering dan Analitycal Hierarchy Process (AHP)  sebagaimana pada penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh “Arim Wijaya yang  berjudul Analisis Algoritma K-  Means untuk Sistem Pendukung Keputusan  Penjurusan Siswa di Man Binong Subang”[12] dan “Faraby Azwani yang berjudul  Sistem Pendukung Keputusan Pemberian Kredit Usaha Rakyat Pada Bank Syariah  Mandiri Cabang  Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process  (AHP)”[6].
Dari beberapa penjabaran diatas penulis mengajukan skripsi untuk memecahkan  permasalahan tersebut dan tertarik membuat suatu sistem pendukung keputusan  dalam bentuk sebuah aplikasi yang akan bermanfaat dalam penilaian disiplin siswa  dengan menggunakan Metode K- Means Clustering dan Analitycal Hierarchy Process (AHP) yang di implementasikan untuk menilai disiplin siswa di SMP Negeri 21  .
1.2 Rumusan Masalah  Rumusan masalah pada penelitian  ini adalah  bagaimana permasalahan penilaian  disiplin siswa di SMP Negeri 21  dapat di selesaikan dengan menggunakan  MetodeK- Means Clustering dan Analitycal Hierarchy Process (AHP).
 1.3 Batasan Masalah  Ada pun beberapa batasan yang perlu dibuat, yaitu : 1. Data penelitian yang didapat dari SMP Negeri 21 .
2. Kriteria terhadap penilaian disiplin siswa yang digunakan adalah berdasarkan  kriteria yang ditetapkan oleh Guru BK SMP Negeri 21  yaitu  a). Disiplin terhadap waktu (DTW) b). Disiplin mengerjakan tugas (DMT)  c). Disiplin terhadap tata tertib (DTT) d). Disiplin dalam berpakaian (DDB)  e). Disiplin dalam pembayaran kewajiban (DPK) 3. Pada kasus penelitian penilaian disiplin siswa menggunakan gabungan metode  Analitycal Hierarchy Process (AHP)dan K- Means Clustering ini akan  dikelompokkan menjadi 4 kelompok yaitu  a). Sangat disiplin  31 - 50  b). Disiplin   21 - 30  c). Cukup disiplin   11 - 20  d). Tidak Disiplin   0 - 10  1.4 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini antara lain adalah : Membuat perangkat lunak penerapan Metode K-  Means Clustering dan Analitycal  Hierarchy Process (AHP) yang digunakan untuk mengelompokkan dan menentukan  nilai kedisiplinan siswa.
1.5 Manfaat penelitian  1. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang penggunaan Metode K-  Means Clustering an Analitycal Hierarchy Process (AHP) 2. Memudahkan Guru BK (Bimbingan Konseling) untuk mengetahui kelompok siswa  berdasarkan tingkat kedisiplinan dalam menangani siswa yang tidak menaati atau  melanggar peraturan sekolah.
 1.6 Metodologi Penelitian  Penelitian ini akan dilaksanakan dengan mengikuti beberapa langkah yang akan  digunakan penulis, yaitu:  1. Studi Kepustakaan  Pengumpulan referensi dalam penelitian yang penulis lakukan dengan mencari jurnal,  buku, tulisan ilmiah, e-book, maupun artikel lain yang berhubungan dengan Sistem  Pendukung Keputusan, Metode K-  Means Clustering, Metode Analitycal Hierachy  Process, Kedisiplinan, serta Bahasa Pemrograman Visual Basic2010.
2. Analisis dan Perancangan Sistem Tahap ini digunakan untuk mengolah data dari hasil studi kepustakaan kemudian  melakukan analisis sehingga menjadi suatu informasi. Proses ini meliputi pembuatan  algoritma program,  flowchart  sistem, rancangan aplikasi, dan pembuatan  user  interface aplikasi.
3. Implementasi Sistem Menerapkan K- Means Clustering dan Analitycal Hierarchy Process ke dalam aplikasi  komputer yang sedang dirancang.
4. Pengujian aplikasi  Menguji apakah aplikasi yang dibuat telah berhasil berjalan sesuai dengan keinginan  dan melakukan perbaikan kesalahan jika masih terdapat error pada aplikasi.
5. Dokumentasi  Tahap akhir dari penelitian yang dilakukan, yaitu membuat kesimpulan dan laporan  tentang penelitian yang telah dilakukan.
 1.7 Sistematika Penulisan Penulisan Skripsi ini terbagi menjadi beberapa bab yang masing – masing bab  membahas tentang :  Bab I  : Pendahuluan Di dalam bab ini menjelaskan tentang latar belakang, rumusan masalah, batasan  masalah, tujuan dan manfaat, metodologi penelitian dan sistematika penulisan.
Bab II : Landasan Teori  Di dalam bab ini berisi tentang teori metode K-  Means  Clustering, metode  Analitycal Hierachy Process, sistem pendukung keputusan, dan disiplin Siswa.
Bab III : Desain dan Perancangan Sistem Dalam bab ini menjelaskan tentang analisis penulis dalam pengembangan sistem  pendukung keputusan, tahap perencanaan, desain dan perancangan sistem penetuan  nilai disiplin siswa dengan menggunakan metode K- Means Clustering dan Analitycal  Hierarchy Process Bab IV : Hasil dan Pembahasan Dalam bab ini menjelaskan tahapan implementasi dan uji coba dari perancangan  sistem serta analisis hasil.
Bab V  :   Penutup Dalam bab ini berisi kesimpulan dari pembahasan dan saran-saran yang bermanfaat  untuk pengembangan penelitian ini.


Skripsi Teknologi Informasi:Implementasi Metode K- Means Clustering Dan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Dalam Penilaian Kedisiplinan Siswa 
Downloads  Versi PDF >>>>>>>Klik Disini

Bab I
Downloads
Bab II
 Downloads 
 Bab  III - V
 Downloads 
Daftar Pustaka
 Downloads 
Lampiran
Downloads