Contoh Skripsi Public Administration:Pengaruh Kinerja Pegawai Terhadap Kualitas Pelayanan Publik Di PDAM Tirtanadi Cabang Sei Agul


BAB I  PENDAHULUAN  
1.1. Latar Belakang Masalah  Kemampuan meningkatkan kualitas pelayanan secara terus menerus  merupakan syarat mutlak bagi kelangsungan hidup suatu perusahaan. Dalam  pelaksanaan pelayanan sektor swasta maupun publik, pelayanan yang berkualitas  merupakan senjata utama untuk menjaga keberlangsungan hidup perusahaan. Dengan  adanya pelayanan yang baik, maka konsumen baru akan datang dan konsumen yang  lama akan menjadi pelanggan. Tidak berlebihan jika dalam pepatah dikatakan bahwa  Konsumen Adalah Raja. Sebagaimana halnya seorang raja, maka konsumen harus  dilayani sebaik mungkin. Terutama di masa sekarang ini, di mana masyarakat memiliki  banyak pilihan untuk menentukan produk dan jasa, maka setiap perusahaan harus  memiliki strategi yang bagus untuk menarik konsumen.
 Salah satu hal yang perlu diperbaharui dalam rangka meningkatkan pelayanan  adalah kinerja dari pegawai. Sebagaimana dikatakan dalam ilmu manajemen bahwa dari  6 (enam) unsure manajemen yang dikenal dengan istilah 6M (Man, Money, Matherial,  Method, Market, Machine), maka unsure yang paling utama adalah Man(tenaga kerja).

 Artinya, kelima unsur yang lain tidak akanmenghasilkan apa-apa tanpa didukung oleh  sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa  setiap perusahaan yang ingin meningkatkankualitas pelayanan, apakah perusahaan  swasta maupun perusahaan milik pemerintah (instansi pemerintah), maka yang yang  sangat penting diperbaharui adalah kualitas sumber daya manusianya. Sehingga tidak  Contoh makalah     xv    berlebihan jika dikatakan bahwa manusia merupakan asset (modal) perusahaan yang  perlu untuk terus dijaga dan ditingkatkan kualitasnya.
 Dalam perusahaan public maupun instansipemerintah, terwujudnya pelayanan  publik yang berkualitas merupakan salah satuciri dari pemerintahan yang baik (Good  Governance) sebagai tujuan dari pendayagunaan aparatur negara. Dalam kaitan inilah  maka peningkatan kualitas pelayanan publik merupakan suatu upaya yang harus  dilakukan secara terus menerus, berkelanjutan dan harus dilaksanakan oleh semua para  aparatur pemerintah. Pelayanan yang baik adalah dapat mengerti keinginan pelanggan  dan senantiasa memberikan nilai tambah di mata pelanggan (consumer). Kepuasan  consumer sangat diperhatikan oleh perusahaan karena akan berdampak pada kinerja.
 Menurut Mahsun (2006), bahwa kinerja merupakan gambaran mengenai tingkat  pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan, program, kebijakan dalam mewujudkan  sasaran, tujuan, misi, dan visi yang tertuang dalam perencanaan strategi organisasi  PDAM Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) merupakan salah satu unit  usaha milik daerah, yang bergerak dalam distribusi air bersih bagi masyarakat umum.
 PDAM terdapat di setiap provinsi, kabupaten, dan kotamadya di seluruh Indonesia.
 PDAM merupakan perusahaan daerah sebagai sarana penyedia air bersih yang diawasi  dan dimonitor oleh aparat-aparat eksekutif maupun legislatif daerah. PDAM  mempunyai komitmen untuk melayani pelanggan dengan baik sesuai dengan standart  pelayanan prima yang diberikan. PDAM sebagai perusahaan yang menjual jasa dan  kepercayaan terhadap masyarakat, harus tetap memahami perilaku dan keinginan para  pelanggan dalam pemanfaatan jasa layanan listrik dan kebijaksanaan perusahaan berupa  standard pelayanan yang ditetapkan, sehingga dapat memberikan pelayanan yang baik  yang menyebabkan pelanggan menjadi puas.
 Contoh makalah     xvi    Untuk memberikan pelayanan terbaik, PDAM di Kota Medan harus mampu  memberikan mutu pelayanan yang baik. Jenis-jenis layanan yang dapat diperoleh  pelanggan diantaranya pelayanan pembayaran rekening air, pelayanan pasang baru dan  tambah daya serta pelayanan baca meter pelanggan. Untuk pembayaran rekening air  pelanggan akan mudah melakukan pembayaran dengan sistem setelah bayar. air setelah  bayar menyajikan air yang dihitung lewat standar meter dan akan ditagihkan tiap  bulannya. Pembayaran rekening air pun dapat dilakukan di tempat pembayaran  rekening yang ditunjuk seperti POS, payment point, dan BANK baik melalui teller,  autodebitmaupun Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Pelanggan yang ingin melakukan  pasang baru dan tambah daya dapat mendatangi kantor pelayanan PDAM terdekat.
 Selain pembayaran rekening listrik, terdapat pula:  1. Pelayanan catat meter dimana petugas catat meter setiap bulan mencatat stand  meter dari rumah ke rumah.
 2. Pelayanan pengaduan pelanggan dimana pelanggan dapat menyampaikan keluhan  terkait rekening mereka yang tidak wajar.
 3. Pelayanan pasang baru dan tambah dayadimana PDAM Kota Medan melayani  pelanggan yang ingin melakukan pemasangan air atau menambah daya air mereka.
 Sebagaimana telah diuraikan sebelumnyabahwa berbicara masalah pelayanan,  maka yang menjadi ujung tombak dari pelaksanaan sebuah pelayanan adalah para  pekerja atau pegawai. Demikian pula halnya pada Perusahaan Daerah Air Minum  (PDAM), dalam menghadapi berbagai kendala dan keluhan masyarakat, maka salah satu  yang perlu dibenahi adalah kemampuan kerja sumber daya manusianya. Dengan adanya  perbaikan kualitas SDM, maka otomatis pelayanan yang akan diberikan tentu akan lebih  baik.
 Contoh makalah     xvii    Dari berbagai hasil pemberitaan sering ditemukan adanya keluhan masyarakat  tentang kualitas pelayanan di PDAM Kota Medan, baik yang berhubungan dengan  kualitas air (air sering tidak mengalir) hinggapada keluhan di loket-loket pelayanan  PDAM. Keluhan tersebut dapat dirangkum sebagai berikut:  1.  Pelanggan masih kesulitan menemukan loket yang dapat dijangkau dengan  mudah.
 2.  Jumlah keluhan pelanggan yang meningkat terhadap catat meter yang keliru  3.  Pelanggan yang ingin melakukan pasang baru dan tambah daya tidak  diberikan cukup informasi sehingga muncul transaksi-transaksi gelap yang  merugikan pelanggan.
 Dari berbagai jenis keluhan tersebut, secara umum keluhan muncul dikarenakan  kinerja dan kualitas pelayanan yang kurang maksimal. Oleh karena itu, penulis tertarik  untuk mengangkat masalah tersebut sebagai judul dalam penelitian yang akan  dituangkan dalam bentuk skripsi dengan judul : “Pengaruh Kinerja Pegawai  Terhadap Kualitas Pelayanan Publik di PDAM Tirtanadi Cabang Sei Agul Kota  Medan”.
 1.2. Perumusan Masalah  Untuk memberikan arah bagi jalannya suatu penelitian, maka terlebih dahulu  perlu dirumuskan hal-hal yang akan menjadi permasalahan dalam penelitian. Disamping  itu masalah dapat muncul karena keragu-raguan tentang keadaan sesuatu, sehingga  ingin diketahui keadaannya secara mendalam dan efektif. Beranjak dari uraian diatas,  maka penulis mencoba membuat perumusan masalah yakni :  Contoh makalah     xviii    “ Apakah Terdapat Pengaruh Kinerja Pegawai Terhadap Kualitas  Pelayanan Publik di PDAM Tirtanadi Cabang sei Agul Kota Medan”.
 1.3. Tujuan Penelitian  Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah :  1. Untuk mengetahui bagaimana kinerja pegawai di PDAM Tirtanadi Cabang Sei  Agul Kota Medan.
 2. Untuk mengetahui bagaimana kualitas pelayanan publik PDAM Tirtanadi Cabang  Sei Agul Kota Medan  3. Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh kinerja pegawai terhadap kualitas  pelayanan publik di PDAM Tirtanadi Cabang Sei Agul Kota Medan.
 1.4. Manfaat Penelitian  Adapun manfaat yang diharapkan dari pelaksanaan penelitian ini adalah sebagai  berikut :  1.  Bagi PDAM Tirtanadi Cabang Sei AgulKota Medan, mendapatkan masukkan  tentang pengukuran kinerja pegawai terhadap kualitas pelayanan publik dalam  memberikan manfaat dalam menetapkan pengukuran kinerja yang lebih  komprehenship.
 2.  Untuk menguji penerapan teori yang diperoleh selama masa perkuliahan, juga  akan dijadikan sebagai wahana untuk mengembangkan pengetahuan, dan sebagai  bahan pertimbangan bagi pihak-pihak yang mengadakan penelitian mengenai  kinerja manajemen suatu badan usaha berbentuk BUMN yang berhubungan  dengan pelayanan publik.
 Contoh makalah     xix    3.  Memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar kesarjanaan dari Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jurusan Ilmu Administrasi Negara, Universitas  Sumatera Utara.
 1.5. Kerangka Teori  Sebelum melakukan penelitian lebih lanjut, penulis perlu mengemukakan teoriteori sebagai kerangka berpikir untuk menggambarkan dari sudut mana penelitian  menyoroti masalah yang dipilih. Singarimbun (1995:37) menyebutkan teori adalah  serangkaian asumsi, konsep dan konstruksi, defenisi dan proposisi untuk menerangkan  suatu fenomena sosial secara sistematis dengan cara merumuskan hubungan antar  konsep. Dalam penelitian ini yang menjadi kerangka teori adalah :  1.5.1 Pengertian Kinerja  Menurut Bernadin dan Russel yang dikutip Gomes Lardoso Faustino  (2000;135): “Kinerja adalah outcome yang dihasilkan dari fungsi suatu pekerjaan  tertentu atau kegiatan selama satu periodetertentu”. Kinerja pegawai merupakan suatu  hasil yang dicapai oleh pekerja dalam pekerjaannya menurut kriteria tertentu yang  berlaku untuk suatu pekerjaan tertentu. Robbins (1996: 48) menyatakan bahwa kinerja  pegawai atau karyawan adalah fungsi dari interaksi antara kemampuan dan motivasi.
 Menurut Simamora (dalam bukunya Hadari Nawawi, 1997: 39 ) menyatakan  bahwa maksud penetapan tujuan kinerja adalah menyContoh makalahn sasaran yang berguna tidak  hanya bagi evaluasi kinerja pada akhir periode tapi jugauntuk mengelola proses kerja  selama periode tersebut. As’ad (1991 : 45) menyatakan bahwa kinerja pegawai  merupakan kesukesan seseorang di dalam melaksanakan suatu pekerjaan. Kinerja  pada dasarnya merupakan hasil kerja seorang karyawan selama periode tertentu.
 Contoh makalah     xx    Berhasil tidaknya kinerja karyawan dipengaruhi oleh tingkat kinerja dari karyawan  secara individu maupun kelompok.
 Menurut Bernardin dan Russel (1993: 46)ada 6 kriteria yang digunakan untuk  mengukur sejauh mana kinerja karyawan atau pegawai secara individu, yaitu kualitas,  kuantitas, ketepatan waktu, efektivitas, kemandirian, dan komitmen kerja.
 Kinerja pada umumnya dikatakan sebagai ukuran bagi seseorang dalam pekerjaannya.
 Kinerja merupakan landasan bagi produktivitas dan mempunyai kontribusi bagi  pencapaian tujuan organisasi. Tentu saja kriteria adanya nilai tambah digunakan di  banyak perusahaan untuk mengevaluasi manfaat dari suatu pekerjaan dan/atau  pemegang jabatan.
 Kinerja dari setiap pekerja harus mempunyai nilai tambah bagi suatu organisasi  atas penggunaan sumber daya yang telah dikeluarkan. Untuk mencapai kinerja yang  tinggi, setiap individu dalam perusahaan harus mempunyai kemampuan yang tepat  (creating capacity to perform, bekerja keras dalam pekerjaannya (showing the willingness to perform) dan mempunyai kebutuhan pendukung (creating the  opportunity to perform). Ketiga faktor tersebut penting, kegagalan dalam salah satu  faktor tersebut dapat menyebabkan berkurangnya kinerja, dan pembentukan  terbatasnya standard kinerja.
 Kinerja individu adalah hasil kerja karyawan baik dari segi kualitas maupun  kuantitas berdasarkan standar kerja yang telah ditentukan. Kinerja individu ini akan  tercapai jika didukung oleh atribut individu, upaya kerja (work effort) dan dukungan  organisasi. Dengan kata lain kerja individu adalah hasil :  a. Atribut individu yang menentukan kapasitas untuk mengerjakan sesuatu. Atribut  individu ini meliputi faktorindividu (kemampuan dan keahlian, latar belakang  Contoh makalah     xxi    serta demografi) dan faktor psikologis meliputi persepsi, attitude, personality,  pembelajaran dan motivasi.
 b. Upaya kerja (work effor ) yang membentuk keinginan untuk mencapai sesuatu  c. Dukungan organisasi, yang memberikan kesempatan untuk berbuat sesuatu.
 Dukungan organisasi meliputi sumber daya, kepemimpinan, lingkungan kerja,  struktur organisasi dan job design.
 Menurut A. Dale Timple (dalam Anwar Prabumangkunegara, 2006: 45) faktor  kinerja terdiri dari yaitu :  1.  Faktor internal (disposisional) yaitu faktor yang dihubungkan dengan sifat-sifat  seseorang.
 2.  Fakor eksternal yaitu faktor-faktor yang mempengaruhikinerja seseorang yang  berasal dari lingkungan seperti perilaku, sikap dan tindakan bawahan ataupun  rekan kerja, fasilitas kerja dan iklim organisasi.
 Menurut Mulyadi dan Setiawan (dalam Tangkilisan, 2005:171) indikator  kinerja adalah: 1. Membangun kepuasan pelanggan (customer satisfaction) 2.
 Produktivitas kerja karyawan 3. Menghasilkan financial returnsyang memadai.
 Konsep peningkatan kinerja organisasi publikdapat juga dikatakan sebagai sebuah  hasil (output) dari suatu proses tertentu yang dilakukanoleh seluruh komponen  organisasi terhadap sumber-sumber tertentu yang digunakan (input). Selanjutnya,  kinerja juga merupakan hasil dari serangkaian proses kegiatan yang dilakukan untuk  mencapai tujuan organisasi.
 Contoh makalah     xxii    1.5.2 Tujuan dan Sasaran Penilaian Kinerja  Penilaian kinerja menurut Mondy dan Noe (1993: 394) merupakan suatu sistem  formal yang secara berkala digunakan untuk mengevaluasi kinerja individu dalam  menjalankan tugas-tugasnya. Tujuan Evaluasi kinerja adalah untuk memperbaiki dan  meningkatkan kinerja organisasi melalui peningkatan kinerja SDM organisasi, dalam  penilaian kinerja tidak hanya semata–mata menilai hasil fisik tetapi pelaksanaan  pekerjan secara keseluruhan yang menyangkutberbagai bidang seperti kemampuan,  kerajinan, disiplin, hubungan kerja atau hal–hal khContoh makalahs sesuai dengan bidang dan  tugasnya semuanya layak untuk dinilai.
 Tujuan penilaian kinerja karyawan menurut Veithzal Rivai (2003: 312) pada  dasarnya meliputi:  1.  Untuk mengetahui tingkat kinerja karyawan selama ini.
 2.  Pemberian imbalan yag serasi, misalnya untuk pemberian kenaikan gaji berkala,  gaji pokok, kenaikan gaji istimewa dan insentif uang.
 3.  Mendorong pertanggung jawaban dari karyawan  4.  Untuk pembeda antar karyawan yang satu dengan yang lainnya  5.  Pengembangan SDM yang masih dapat dibedakan lagi ke dalam.
 a. Penugasan kembali, seperti diadakannyamutasi atau transfer, rotasi  perusahaan.
 b. Kenaikan jabatan.
 c. Traning.
 Contoh makalah     xxiii    Penilaian kinerja sangat membutuhkan standar yang jelas yang dijadikan tolok  ukur atau patokan terhadap kinerja yang akan diukur. Standar yang dibuat tentu saja  harus berhubungan dengan jenis pekerjaan yang akan diukur dan hasil yang  diharapkan akan terlihat dengan adanya penilaian kinerja ini.
 1.5.3 Sumber Kesalahan dalam Penilaian Kinerja  Berdasarkan Veithzal Rivai (2003: 345) sumber kesalahan dari penilaian  kinerja dibagi ke dalam 4 (empat) macam kesalahan yaitu:  1.  Kesalahan–kesalahan dalam penilaian kinerja bersumber dari:  a. Bentuk penilaian kinerja yang dipakai.
 b. Penilai.
 2.  Dapat pula terjadi dalam bentuk penilaian kinerja ditemukan aspek–aspek  sebenarnya tidak ada sangkut pautnya dengan keberhasilan seorang karyawan.
 Misalnya: ciri inisiatif, ternyata pekerjaannya dalam pelaksanaannya tidak atau  kurang sekali memerlukan inisiatif.
 3.  Hal lain yang dapat timbul dalam penilaian kinerja adalah jika asfek yang dinilai  tidak jelas batasannya (definisinya) atauberdirwiarti. Kedirwatian dari aspekaspek memberi kemungkinan pada penilai untuk mempergunakan kriteria atau  standar yang berbeda dalam penilaian.
 4.  Kesalahan–kesalahan yang ditimbulkan karena penilaian dapat dibedakan  menjadi:  a. Kesalahan hallo (hallo error); penilaian dalam aspek-aspek yang terdapat  dalam formulir (barang) penilaian kinerja dipengaruhi oleh suatu asfek yang  dianggap menonjol dan yang telah dinilai oleh penilai.
 Contoh makalah     xxiv    b. Kesalahan konstan (costan error); kesalahan yang dilakukan oleh penilai  secara konstan setiap kali menilai orang lain. Ada tiga macam kesalahan  konstan.
 -  Adanya kecenderungan untuk memberikan nilai yang terkumpul sekitar  nilai tengah.
 -  Kecenderungan untuk memberikan nilai terlalu tinggi.
 -  Kecenderungan memberikan nilai terlalu rendah.
 c. Berbagai prasangka, misalnya prasangka terhadap karyawan yang masa  kerjanya telah lama, prasangka kesukuan, prasangka agama, jenis kelamin,  pendidikan, dan sebagainya.
 1.5.4  Pelayanan Publik  Menurut Kotler (2002:83) definisi pelayanan adalah setiap tindakan atau  kegiatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya  tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun. Produksinya dapat  dikaitkan atau tidak dikaitkan pada satu produk fisik. Pelayanan merupakan perilaku  produsen dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen demi  tercapainya kepuasan pada konsumen itu sendiri. Kotler juga mengatakan bahwa  perilaku tersebut dapat terjadi pada saat, sebelum dan sesudah terjadinya transaksi. Pada  umumnya pelayanan yang bertaraf tinggi akan menghasilkan kepuasan yang tinggi serta  pembelian ulang yang lebih sering.
 Esensi pelayanan publik yang paling utama adalah memenuhi berbagai  tuntutan dan kebutuhan masyarakat, baik secara individu, makhluk hidup, penduduk,  warga negara, akan jasa publik (public goods). Untuk memenuhi tuntutan kebutuhan  Contoh makalah     xxv    masyarakat dan upaya pencapaian kepuasan masyarakat, pemerintah tentunya harus  dapat memberikan pelayanan prima.
 Pada dasarnya pelayanan merupakan usaha apa saja yang dapat mempertinggi  kepuasan pelanggan. Dukungan kepada pelanggan dapat bermakna sebagai suatu bentuk  pelayanan yang memberikan kepuasan bagipelanggannya, selalu dekat dengan  pelanggannya, sehingga kesan yang menyenangkan senantiasa diingat oleh para  pelanggannnya.
 Pengertian tentang pelayanan public ataupelayanan umum  di atas terkait  beberapa istilah dalam administrasi negara seperti instansi pemerintah, tatalaksana, tata  kerja, prosedur kerja, sistem kerja dan wewenang, dapat dijelaskan sebagai berikut :  1. Instansi Pemerintah  Yang dimaksud Instansi Pemerintah disiniadalah sebuah kolektif yang meliputi  satuan kerja atau satuan organisasi suatu departemen, lembaga pemerintah bukan  departemen, instansi pemerintah lainnya baik instansi Pemerintah Tingkat Pusat  maupun Instansi Pemerintah Tingkat Daerah, termasuk BUMN dan BUMD.
 2. Tatalaksana Yang dimaksud dengan tatalaksana adalah segala aturan yang ditetapkan oleh  instansi pemerintah yang menyangkut tatacara, prosedur dan sistim kerja dalam  melaksanakan kegiatan yang berkenaan dengan penyelenggaraan tugas dan fungsi  pemerintahan dan pembangunan dibidang pelayanan umum.
 3. Tata kerja  Tata kerja disini dimaksudkan sebagai suatu cara pelaksanaan kerja yang se-efisien  mungkin mengenai suatu tugas dengan mengingat segi tujuan, peralatan, fasilitas,  tenaga, ruang dan biaya yang tersedia.
 Contoh makalah     xxvi    4. Prosedur Kerja  Yang dimaksud prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama  lain, sehingga menunjukkan adanya urutan tahapan secara jelas dan pasti serta caracara yang harus ditempuh dalam rangkapenyelesaian suatu bidang tugas.
 5. Sistem Kerja  Sistem kerja disini diartikan dengan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang  membentuk suatu kebulatan pola kerja tertentu dalam rangka mencapai hasil kerja  yang diharapkan.
 6. Wewenang  Wewenang disini diartikan sebagai hak aparatur penyelenggaraan pelayanan umum  untuk mengambil tindakan dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi sesuai  dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam rangka memuaskan  masyarakat sebagai pelanggan, wewenang bukan hanya melekat pada pejabat,  tetapi setiap aparatur dalam lingkungan kerja ketika bertemu dengan pelanggan  (Boediono, 2003:61).
 1.5.5 Kualitas Pelayanan Publik  Kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berpengaruh dengan produk,  jasa, manusia, proses dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan (Tjiptono,  2001). Sehingga definisi kualitas pelayanan dapat diartikan sebagai upaya pemenuhan  kebutuhan dan keinginan konsumen serta ketepatan penyampaiannya dalam  mengimbangi harapan konsumen (Tjiptono, 2007).
 Contoh makalah     xxvii    Kata kualitas mengandung banyak definisi dan makna, orang yang berbeda  akan mengartikannya secara berlainan tetapi dari beberapa definisi yang dapat kita  jumpai memiliki beberapa kesamaan walaupun hanya cara penyampaiannya saja  biasanya terdapat pada elemen sebagai berikut:  1.  Kualitas meliputi usaha memenuhi atau melebihkan harapan pelanggan.
 2.  Kualitas mencakup produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan  3.  Kualitas merupakan kondisi yang selalu berubah.
 Sedangkan menurut menurut Tjandra (2005: 12), ketulusan dan integritas  dalam memberikan pelayanan bermuara pada hal-hal yang melekat pada pelayanan  prima, antara lain:  1.  Keramahan, kesopanan, perhatian dan persahabatan dengan orang yang  menghubunginya.
 2.  Kredibilitas dalam melayani pelanggan, berpedoman pada prinsip, ketulusan dan  kejujuran dalam menyajikan jasa pelayanan yang sesuai dengan kepentingan  pelanggan, sesuai dengan harapan pelanggan dan komitmen pelayanan yang  menempatkan pelanggan sebagai urutan nomor satu.
 3.  Akses yaitu aparatur yang tugasnya melayani pelanggan sesuai dengan keinginan  pelanggan.
 4.  Penampilan fasilitas pelayanan yang dapat mengesankan pelayanan sesuai dengan  keinginan pelanggan.
 5.  Kemampuan dalam menyajikan pelayanan sesuai dengan keinginan pelanggan  (waktu, biaya, kualitas dan moral).
 Dari definisi-definisi tentang kualitaspelayanan tersebut dapat diambil  kesimpulan bahwa kualitas pelayanan adalahsegala bentuk aktivitas yang dilakukan  Contoh makalah     xxviii    oleh perusahaan guna memenuhi harapan konsumen. Pelayanan dalam hal ini diartikan  sebagai jasa atau service yang disampaikan oleh pemilik jasa yang berupa kemudahan,  kecepatan, hubungan, kemampuan dan keramahtamahan yang ditujukan melalui sikap  dan sifat dalam memberikan pelayanan untuk kepuasan konsumen. Kualitas pelayanan  (service quality) dapat diketahui dengan cara membandingkan persepsi para konsumen  atas pelayanan yang nyata-nyata mereka terima atau peroleh dengan pelayanan yang  sesungguhnya mereka harapkan/ inginkan terhadap atribut-atribut pelayanan suatu  perusahaan.
 Menurut Christian Gronroos mengemukakan bahwa terdapat empat faktor yang  mempengaruhi kualitas pelayanan, yaitu :  1.  Menjaga dan memperhatikan, bahwa pelanggan akan merasakan karyawan dan  sistem opersional yang ada dapat menyelesaikan problem mereka.
 2.  Spontanitas, dimana karyawan menunjukkan keinginan untuk menyelesaikan  masalah pelanggan.
 3.  Penyelesaian masalah, karyawan yang berhubungan langsung dengan pelanggan  harus memiliki kemampuan untuk menjalankan tugas berdasarkan standar yang  ada, termasuk pelatihan yang diberikan untuk dapat memberikan pelayanan yang  lebih baik.
 4.  Perbaikan, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan harus mempunyai personel  yang dapat menyiapkan usah-usaha khContoh makalahsuntuk mengatasi kondisi tersebut.
 Untuk dapat memberikan pelayanan yang memuaskan bagi pengguna jasa,  penyelenggaraan pelayanan harus memenuhi asas-asas pelayanan (Keputusan  MENPAN Nomor 63 Tahun 2004)sebagai berikut:  Contoh makalah     xxix    1.  Transparansi    Bersifat terbuka, mudah dan dapat diakses oleh semua pihak yang membutuhkan  dan disediakan secara memadai serta mudah dimengerti.
 2.  Akuntabilitas   Dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.
 3.  Kondisional  Sesuai dengan kondisi dan kemampuan pemberi dan penerima pelayanan dengan  tetap berpegangan pada prinsip efisiensi dan efektifitas.
 4.  Partisipatif  Mendorong peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik  dengan memperhatikan aspirasi, kebutuhan dan harapan masyarakat.
 5.  Kesamaan Hak  Tidak diskriminatif dalam arti tidak membedakan suku, ras, agama, golongan,  gender dan status ekonomis.
 6.  Keseimbangan Hak  Pemberian dan penerima pelayanan publikharus memenuhi hak dan kewajiban  masing-masing pihak.
 Dari beberapa penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan  publik adalah totalitas pemberian layanan oleh instansi pelayan publik kepada  (masyarakat) dalam rangka pemenuhan kebutuhan atau kepentingannya. Penilaian  kualitas pelayanan didasarkan pada lima dimensi kualitas yaitu tangibility, reliability,  responsiveness, assurance danemphaty. Penjelasan dari kelima dimensi tersebut  adalah :  Contoh makalah     xxx    1. Tangibility, meliputi fasilitas fisik, perlengkapan, pegawai dan sarana komunikasi.
 2. Reliability, yaitu kemampuan perusahan untuk memberikan pelayanan yang  dijanjikan dengan tepat waktu dan memuaskan.
 3. Responsiveness, yaitu kemampuan para staf untuk membantu para pelanggan dan  memberikan pelayanan dengan tanggap.
 4. Assurance, mencakup kemampuan, kesopanan dan sifat dapat dipercaya yang  dimiliki para staf, bebas dari bahaya, resiko atau keragu-raguan.
 5. Emphaty, mencakup kemudahan dalam melakukan hubungan komunikasi yang baik  dan memahami kebutuhan para pelanggan.
 Dalam Kep. Menpan No: 63/KEP/M.PAN/7/2003 tentang Pedoman Umum  Penyelenggaraan Pelayanan Publik, pengelompokan pelayanan publik secara garis besar  adalah sebagai berikut:  1. Pelayanan administratif  2. Pelayanan barang  3. Pelayanan jasa  Dari berbagai jenis pengelolaan pelayanan publik yang disediakan oleh  pemerintah tersebut, timbul beberapa persoalan dalam hal penyediaan pelayanan publik.


Contoh Skripsi Public Administration:Pengaruh Kinerja Pegawai Terhadap Kualitas Pelayanan Publik Di PDAM Tirtanadi Cabang Sei Agul
Downloads PDF Version>>>>>>>Click Here

Chapter I
Downloads
Chapter II
 Downloads 
 Chapter  III - V
 Downloads 
Reference
 Downloads 
Appendix
Downloads