Skripsi Manajemen:EFEKTIVITAS IKLAN MEDIA TELEVISI MIE SEDAAP VERSI ”RASA TIDAK PERNAH BOHONG” DENGAN PENDEKATAN EPIC MODEL


BAB I  PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG  Dewasa  ini,  di  mana  tingkat  persaingan  antar  industri  yang  sejenis  semakin  ketat  dalam  memasarkan  produknya.  Hal  ini  di  sebabkan  karena  banyaknya industri baru yang bermunculan dengan kualitas produk yang hampir  sama dan dengan harga yang murah dengan keadaan tersebut para pemasar harus  lebih berfikir secara inovatif dalam memenangkan persaingan tersebut. Sebelum  memasarkan produknya kepada konsumen, dalam hal inisebuah perusahaan harus  terlebih  secara  aktif  menginformasikan  dan  memperkenalakan  produk  tersebut  kepada  para  konsumen.  Diantaranya  usaha  yang  dapat  dilakukan  perusahaan  terhadap  konsumen  dalam  memperkenalkan  produknya  adalah  melalui  komunikasi  pemasaran  yang  berupa  kegiatan  promosi.  Amstrong  (2001:74)  Promosi itu sendiri merupakan aktivitas mengkomunikasikan keunggulan produk  yang menganjurkan untuk mengkonsumsinya.

 Memasarkan suatu produk atau jasa tidak hanya memperhatikan kualitas,  harga  kompetitif,  dan  ketersediaan  produk  bagi  pelanggan  sasaran,  tetapi  juga  memerlukan  komunikasi  interaktif  yang  berkesinambungan  dengan  para  pelanggan potensial, sehingga tercipta hubungan yang erat antara konsumen dan  produsen.  Menurut  Kotler  (1997:205)  bauran  promosi  terdiri  atas  lima  cara  komunikasi  utama  yaitu:  Periklanan  (advertising).  Promosi  Penjualan  (sales  promotion).  Hubungan  Masyarakat  Dan  Publikasi  (publicity  and  relation).
  Penjualan  Secara  Pribadi  (personal  selling)  dan  Pemasaran  Langsung  (derect  marketing). Dari macam-macam bauran promosi tersebut yang banyak digunakan  oleh perusahaan adalah periklanan (advertising). Dalam bukunya Sigit (1992:57)  Media  advertising meliputi  iklan  cetak,  radio,  kemasan  luar,  kemasan sisipan,  surat,  catalog,  film,  majalah,  brosur,  poster  dan  selebaran  buku  alamat  dagang,  cetak ulang, papan iklan, papan nama, pameran pembelian, audio visual, simbol  dan  logo.  Karena  periklanan  merupakan  cara  yang  efektif  dan  efesien  dalam  menjangkau seluruh masyarakat yang tersebar diseluruh wilayah yang ada.
 Selain  sebagai  alat  penyampaian  pesan  (informasi),  advertising yang  dilakukan  haruslah  mampu  bersaing  dengan  berbagai  kegiatan  periklanan  perusahaan  pesaing  serupa  untuk  memenangkan  minat  konsumen  serta  mempertahankan image perusahaan itu sendiri. Salah satunya iklan melalui media  televisi  Menurut  Tjiptono  (2004:231),  penggunaan  media  televisi  untuk  mengiklankan  suatu  produk  banyak  digunakan  oleh  perusahaan  karena  menggabungkan  gambar, suara, dan  gerak, memiliki atensi tinggi, tingkat  reach  tinggi (reach  adalah presentase orang dalam pasar sasaran yang terekspos dengan  sebuah kampanye iklan selama periode waktu tertentu), coverageluas, prestise.
 Namun  di  sisi  lain  perusahaan  harus  mempertimbangkan  biaya  iklan  dengan  keuntungan  yang  diperoleh  perusahaan  dari  ramalan  penjualan  sehingga  tidak mengalami kerugian, karena biaya periklanan itu sendiri sangat besar. Dan  banyak  perusahaan  yang  terus  berkembang  dan  lebih  maju  dikarenakan  keberhasilannya dalam mengiklankan produknya.  Advertisingyang tepat sasaran  (efektif)  dapat  digunakan  oleh  perusahaan  atau  produsen  dan  biro  iklan  untuk   mempengaruhi persepsi dan preferensi konsumen terhadap berbagai merek produk  di pasar yang pada akhirnya juga menjadi salah satufaktor penting dalam proses  pengambilan keputusan oleh konsumen untuk memilih produk.
 Selain itu dapat dilihat dari total belanja iklan nasional yang pada tahun  2009 sebesar 48,5 triliun dan sebagian besar perusahaan mengiklankan produknya  melalui  media  televisi.  Bagi  sebagian  perusahaan  iklan  melalui  media  Televisi  pilihan yang menarik, disamping jangkauannya luas juga ada unsur hiburan dalam  tayangan iklan tersebut dan sangat mendukung pembentukan persepsi konsumen  terhadap  suatu  produk.  Sering  kali  iklan  menjadi  perhatian  penting  karena  posisinya  yang  strategis  juga  memerlukan  biaya  yang tidak  sedikit.  Dengan  besarnya  biaya  yang  dikeluarkan  untuk  periklanan  maka  perusahaan  harus  berhati-hati  dan  lebih  bijak  dalam  membelanjakan  dananya,  iklan  sebagai  salah  satu  elemen  promosi  merupakan  suatu  strategi  yang  umum  dipakai  oleh  perusahaan  untuk  mengenalkan  dan  memperkuat  posisi  produk  ditengah  persaingan bisnis  yang semakin mengglobal seperti promosi produk Mie instan  yang terjadi saat ini.
 Industri mie instan memiliki nilai pasar yang cukupbesar, pada 2008 lalu  diperkirakan mampu menembus Rp 15 triliun. Disamping itu, potensi pasar masih  cukup besar dengan populasi 225 juta jiwa pada 2008, konsumsi mie instan per  kapita  baru  sekitar  63  bungkus  per  orang  setiap  tahun.  Ini  masih  lebih  kecil  dibandingkan  dengan  Korea  Selatan  yang  konsumsi  mie instannya  cukup  tinggi  yaitu 70 bungkus per orang per tahun.
  Pada  awal  2003  melalui  sub  grup-nya  Wings  Food  langsung  sukses  menggebrak  pasar  mie  instan  melaui  produknya  mie  Sedaap.  Wings  Food  memiliki  dua  anak  perusahaan  yaitu  PT.  Karunia  Alam Segar  (KAS)  dan  PT.
 Prakarsa Alam Segar (PAS) dengan total kapasitas produksi sekitar 202 ribu ton  per  tahun.  KAS  yang  berlokasi  di  Gresik  (Jawa  Timur)  sebagai  basis  produksi  untuk pemasaran wilayah Indonesia bagian Timur, sedangkan PAS yang berlokasi  di  Bekasi  (Jawa  Barat)  untuk  pemasaran  wilayah  barat.  di  dalam  pasar  mie  instan,  menjadikan  penguasaan  pasar  oleh  Grup  Indofood  melalui  PT.  Indofood  Sukses  Makmur  dengan  merk  Indomie  berkurang  menjadi sekitar  77%  dari  sebelumnya  90%.  Hal  ini  terutama  disebabkan  munculnya  pesaing  terbesarnya  yaitu  PT.  Prakarsa  Alam  Segar  (Group  Wingsfood)  dengan  produknya  Mie  Sedaap  yang  berhasil  merebut  sebagian  pasar  Indofood.  Wingsfood  kini  menguasai  sekitar  12%  pangsa  pasar. (http://www.  data  con.  co.  id%  2f  mie  instan2-2009)  Dengan  berhasilnya  Group  Wings  food  dengan  produknya  mie  Sedaap  berhasil merebut pangsa pasar mie instant yang selama ini dikuasai oleh Indofood  tidak lain karena promosi dan periklanan yang dijalankan oleh Wings Food sangat  tepat. Iklan-iklan Wings harus diakui benar-benar  royal, Nielsen media Research  mencatat setiap produk Wings setidakanya menghabiskan anggaran belanja iklan  diatas 14 Milyar. (http://www. swa. co. id.
 swa majalah/sajian/.php.)  Melihat dari besarya biaya iklan dan tingkat persaigan iklan televisi, maka  pengukuran efektivitas iklan mejadi sagat penting.  Hal ini disebabkan perusahaan  mengeluarkan  biaya  yang  sagat  besar  sehingga  perusahaan  di  tuntut  untuk   menyeimbangkan besarnya biaya yang dikeluarkan dengan dampak positif yang  ditimbulkan  oleh  sebuah  iklan.  Hal  tersebut  dapat  diwujudkan  jika  dilakukan  pengukuran evektivitas iklan. Menurut Duriato (2003:86). Pengukuran efektivitas  iklan dapat dilakukan dengan mengguakan Epic Model.Epic model adalah sebuah  metode  utuk  megukur  efektivitas  iklan  yang  dikembangkan  oleh  A.C  Nielsen  salah  satu  perusahaan  peneliti  pemasaran  terkemuka  didunia  yang  mencakup  empat dimesi kritis , yaitu : empati, persuasi, dampak, dan komunikasi (Empathy,  persuasion,  impact,  and  communication).  Epic  Model  itu  sendiri  merupakan  metode  pengukuran  yang  paling  akurat  dalam  mengukur efektifitas  iklan  yang  telah  ditayangkan  dimasyarakat  dibandingan  dengan  model  pengukuran  yang  lainnya  seperti,  model  pengukuran  customer  response  index (CRI)  dan  model  pengukuran direct rating metode(DRM). Karena Epic Model menggunakan tujuh  skala  pengukuran.  Ditambah  lagi  setiap  penilaiannya menggunakan  tiga  digit  dibelakang  koma.  Metode  ini  memungkinkan  untuk  melihat  pada  penilaian  masing-masing  dari  dimensi,  empati,  persuasi,  dampak,  dan  komunikasi  secara  terpisah  sehingga  dapat  memudahkan  perusahaan  untuk mengatasi  kelemahan  pada dimensi manakah yang kurang efektif.
  


Download lengkap Versi PDF