Skripsi Manajemen: ANALISIS MODEL KEPEMIMPINAN ISLAMI PADA CV. DHARMA UTAMA-BATU

BAB I  PENDAHULUAN  
1.1.  LATAR BELAKANG  Dalam  abad  informasi  seperti  sekarang  ini,  modernisasi  dan  globalisasi  adalah hal yang tak dapat terelakan lagi dalam semua aspek kehidupan. Terutama  bagi kehidupan perusahaan yang selalu ingin survivedan berkembang yang selalu  diikuti  dengan  perubahan  dan  perkembangan  sosial,  inovasi  dan  teknologi  yang  serba  cepat,  dengan  adanya  pengembangan  dan  perubahan  teknologi  yang  semakin  lama  semakin  canggih  dan  rumit  serta  semakin  tingginya  tingkat  persaingan.
 Pengembangan  dan  penerapan  teknologi  ini  akan  memberikan  dampak  positif  bagi  perusahaan  karena  akan  tercapainya  efektifitas  dan  efisiensi  kerja  yang lebih baik. Sementara itu di sisi lain, hal ini juga akan memberikan dampak  negatif, karena akan semakin terdesaknya faktor tenaga manusia. Perusahaan akan  dapat  menggantikan  tenaga  manusia  dengan  perubahan  teknologi  yang  canggih  karena mereka melihat dari keefisienan biaya atau anggaran (Kadirman, 2001:1).

 Namun demikian peranan manusia sebagai salah satu faktor produksi tidak  bisa  diabaikan  begitu  saja.  Karena  faktor  penentu  yang  paling  vital  untuk  menentukan perbaikan-perbaikan yang awet dan berkesinambungan adalah sikap  dan  tingkah  laku  manusia.  sehingga  proses  perbaikan terus-menerus  itu  harus  dimulai  dengan  proses  perbaikan  orang  atau  sumber  daya  manusianya.  Sebaik  atau sehebat apapun suatu perencanaan operasional dalam mencapai tujuan tidak  akan ada artinya jika tidak didukung oleh sumber daya  2  manusia  yang  baik.  Dan  memiliki  motivasi  serta  komitmen  yang  besar  untuk  melaksanakannya.  Dan  bagaimanapun  canggihnya  teknologi  yang  diterapkan  oleh  suatu  perusahaan,  tidak  akan  ada  artinya  tanpa  didukung  oleh  sumberdaya manusia yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup.
 Menurut  Rivai  (2004:IX)  masalah  kepemimpinan  sebagai  masalah  yang  menarik  untuk  dibicarakan,  dan  menghadapkan  pemimpin  pada  tantangan  yang  semakin  sulit.  Terutama  saat  ini  yang  telah  mulai  memasuki  suatu  era  yang  mungkin  sangat  ditakuti  oleh  sementara  orang,  sebagai  abad  yang  tanpa  batas  dengan persaingan serba berat, ketat, dan serba sulit, terutama bagi mereka yang  belum siap baik secara moril maupun dukungan pengetahuan yang memadai.
 Menurut  Zahro  (2005:1)  Organisasi  merupakan  suatu  bentuk  kerjasama  diantara  beberapa  orang  untuk  mencapai  suatu  tujuan dengan  mengadakan  pembagian  dan  peraturan-peraturan  kerja.  Pengaruh  setiap  oragnisasi  atau  perusahaan  akan  tergantung  pada  sistem  pengelolaan  dan  siapa  yang  mengelolanya (pemimpinnya), sehingga perusahaan atau organisasi tersebut dapat  bertahan dan berkembang sesuai dengan apa yang telah diharapkannya.
 Apapun  bentuk  dari  sebuah  perusahaan  pasti  memerlukan  seseorang  dengan  atau  tanpa  dibantu  oleh  orang  lain,  untuk  menempati  posisi  sebagai  pemimpin.  Dan  seseorang  yang  menduduki  posisi  pemimpin  di  dalam  suatu  perusahaan harus dapat mengemban tugas untuk melaksanakan kepemimpinannya  agar dapat mencapai tujuan sesuai dengan rencana.
 Masalah  kepemimpinan  dari  dulu  hingga  sekarang  selalu  menjadi  perhatian  yang  menarik  dan  senantiasa  memberikan  daya  pikat  yang  kuat  bagi  3  setiap  orang  mengingat  kepemimpinan  menduduki  posisi  sentral  dalam  suatu  organisasi.  Pemimpinlah  yang  menentukan  kemana  arah bisnis,  arah  tujuan  internal  maupuan eksternal dan  menyelaraskan aset  dan  keterampilan  organisasi  dengan  kesempatan  dan  resiko  yang  dihadapkan  oleh  lingkungan  (Kast  .et.  all,  1991:572).
 Seorang  pemimpin  adalah  ahli  strategi  yang  menetapkan  visi  dan  misi  organisasi  serta  memusatkan  perhatian  pada  cara-cara  agar  organisasi  mencapai  tujuan.  Maka  seorang  pemimpin  itu  harus  memiliki  jiwa  kepemimpinan  yang  tinggi  dalam  arti  luas  mampu  mempengaruhi  bawahannya  atau  seluruh  tenaga  kerjanya untuk mencapai sebuah tujuan yang diharapkan (Rohman, 2003:1).
 Menurut  Rahman  (2002:3)  suatu  perusahaan  yang  efektif  memerlukan  seorang pemimpin yang mampu mengkoordinasikan karyawan yang dipimpinnya  ke  arah  tujuan  dan  sasaran  yang  ingin  dicapai.  Betapa  sulitnya  mengarahkan  karyawan dalam jumlah yang besar dan tergabung dalam suatu organisasi. Untuk  itu  seorang  pemimpin  harus  mempunyai  kemampuan  memimpin  yaitu  kemampuan  untuk  memotivasi,  mengarahkan  dan  berkomunikasi  dengan  bawahannya. Hal tersebut akan menentukan efektivitas kepemimpinannya.
 Untuk  meningkatkan  efektivitas  dan  efisiensi  yang  tinggi  maka  sumber  daya  manusia  harus  diaktifkan,  dimotivasi,  dipacu,  dan  dibina  untuk  mencapai  tujuan  bersama.  Hal  ini  dapat  dilaksanakan  apabila  perencanaan  sumber  daya  manusia  diformulasikan  dengan  baik  melalui  proses  kepemimpin  yang  efektif  dengan  penerapan  gaya  kepemimpinan  yang  dinamis,  fleksibel  dan  selalu  4  mengadakan pembaharuan yang tercermin dalam sikap atau gaya kepemimpinan  pemimpin dalam berinteraksi dengan karyawanya (Rohman, 2003:1).
 Efektivitas  suatu  perusahaan  dalam  rangka  mencapai  tujuannya  dipengaruhi  oleh  kondisi  intern  dan  eksternnya.  Dalam  hal  ini  salah  satu  faktor  intern  yang  mempengaruhi  efektivitas  perusahaan  adalah  gaya  perilaku  dari  pimpinannya  (Rahman,  2002:3).  Gaya  kepemimpinan  yang  diungkapkan  oleh  Brooks  (2007)  bahwa  gaya  kepemimpinan  adalah  aspek  yang  ada  dalam  diri  pemimpin energi positif.
 Menurut  Thoha  (2007:49)  gaya  yang  digunakan  oleh  para  pemimpin  ini  sama  dengan  cara  yang  digunakan  pemimpin  di  dalam  mempengaruhi  pengikutnya. Jika kepemimpinan tersebut ada dalam organisasi tertentu, dan orang  tadi  perlu  mengembangkan  staf  dan  membangun  iklim  motivasi  yang  menghasilkan  produktivitas  yang  tinggi,  maka  orang  tersebut  harus  memikirkan  gaya kepemimpinannya.
 Gaya  kepemimpinanlah  yang  membicarakan  tentang  bagaimana  cara  pemimpin  memperlakukan  orang  lain,  bagaimana  energi yang  dimiliki  sang  pemimpin  itu,  bagaimana  pula  gairah  sang  pemimpin  terhadap  apa  yang  di  yakininya,  termasuk  kemampuan  sang  pemimpin  untuk  mengilhami  orang  lain  agar  bersedia  mengikutinya.  Pemimpin  harus  mampu  mengendalikan  egonya.
 tetapi hal ini bukan berarti menyembunyikan kepercayaan diri mereka. Meskipun  ia harus tetap memiliki kerendahan hati dan jiwanya(Zahro, 2005:3).
 Gaya  kepemimpinan  merupakan  norma  perilaku  yang  digunakan  oleh  seseorang  pada  saat  orang  tersebut  mencoba  mempengaruhi  perilaku  orang  lain  5  seperti yang ia lihat. Dalam hal ini usaha menyelaraskan persepsi di antara orang  yang  akan  mempengaruhi  perilaku  dengan  orang  yang  perilakunya  akan  dipengaruhi menjadi amat penting kedudukannya.
 Selama  ini  masyarakat  banyak  yang  membicarakan  tentang  gaya  kepemimpinan,  mereka  mengidentifikasikan  dua  kategori  gaya  kepemimpinan  yang  ekstrem  yakni  otoriter  atau  demokratis,  yang  masing-masing  mengklaim  yang lebih baik. Sebenarnya pemimpin yang terlalu terpaku pada salah satu gaya  yang ekstrem tersebut maka akan menjadi pemimpin yang tidak efektif. Pemimpin  yang sesungguhnya adalah pemimpin yang memiliki sifat fleksibilitas dan mampu  mengadaptasi gaya kepemimpinannya terhadap situasi yang terjadi.
 Sikap dan gaya kepemimpinan pula yang dapat menyebabkan kegagalan.
 Banyak  permasalahan-permasalahan  yang  menyebabkan  menurunnya  efektifitas  organisasi  muncul  disebabkan  oleh  ketidak  mampuan  manajemen  dalam  memperlakukan karyawannya.
 Bahkan  permasalahan  tersebut  muncul  disebabkan  oleh keyakinan  manajemen  yang  salah  dalam  menganggap  bahwa  pada  hakekatnya  setiap  individu  sama  dan  mereka  semua  dapat  diperlakukan  secara  identik.  Masalahmasalah  yang  kerap  kali  muncul  tidak  jarang  disebabkan  oleh  kesalahan  pemimpin dalam menerapkan sikap atau gaya kepemimpinan pada bawahannnya.
 Menyadari  bahwa  banyaknya  jenis gaya  kepemimpinan  yang  bermacammacam salah satunya seperti otoriter dan demokratisyang sering diperbincangkan.
 Tetapi  ada  salah  satu  gaya  kepemimpinan  yang  jarang dibicarakan  oleh  masyarakat yaitu model kepemimpinan yang islami.
 6  Salah satunya telah diungkapkan oleh Beekun (1999) dalam penelitiannya  yang menyatakan bahwa kepemimpinan islami berdasarkan moral punya harapan  untuk  dapat  mengarahkan  seorang  pemimpin.  Begitupun dalam  penelitian  yang  diungkapkan  oleh  Ala  (2008)  yang  membahas  tentang  prinsip-prinsip  kepemimpina  islami  yang  ia  nyatakan  bahwa  pemimpin  adalah  seorang  pekerja  yang ideal dimana modal utamanya adalah ilmu yang bersumber dari Al-Qur’an,  Hadits serta literatur Islam, imannya, infak, puasanya dan sebagainya.
 Maka  penulis  dalam  penelitian  ini  memiliki  beberapa alasan  untuk  mengambil  topik  model  kepemimpinan  Islami  pada  CV.  Dharma  Utama  yang  pertama, adalah  melihat  sikap  atau  perilaku  pemimpin  perusahaan  pada  saat  penulis melakukan praktek kerja lapangan pada CV. Dharma Utama ini. Adapun  sikap  dan  perilaku  yang  diperlihatkan  top  manajer  ini  mengacu  pada  nilai-nilai  keislaman dari segi kebijakan-kebijakan ataupun cara-cara dalam menyelesaikan  sebuah permasalahan.
 Kedua, karena  untuk  pengembangan  dari  penelitian-penelitian  yang  terdahulu tersebut dengan gaya kepemimpinan islami  yang telah diterapkan oleh  Rasulullah  SAW  dalam  memimpin  umatnya.  Ketiga,  sebagai  mahasiswa  Universitas  Islam  Negeri  Malang  yang  memiliki  dasar-dasar  ilmu-ilmu  Islam  maka menjadi kewajiban bagi penulis untuk mengembangkan penelitian tentang  Islam pula, dan dikarenakan beberapa alasan diatas  yang mendasari penulis maka  penulis  maka  penulis  akan  mengambil  judul  “ANALISIS  MODEL  KEPEMIMPINAN ISLAMI PADA CV. DHARMA UTAMA – BATU”  7  
1.2.  RUMUSAN MASALAH  1.  Bagaimanakah konsep Model Kepemimpinan Islami?  2.  Bagaimana  kepemimpinan  yang  dilaksanakan  oleh  top  manajer  pada  CV.
 Dharma Utama?  3.  Apakah  kepemimpinan  pada  CV.  Dharma  Utama  dilakukan sesuai  dengan  konsep Model Kepemimpinan Islami?  
1.3.  TUJUAN DAN KEGUNAAN PENELITIAN  Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:  1.  Untuk mengetahui Bagaimanakah konsep Model Kepemimpinan Islami.
 2.  Untuk  mengetahui  Bagaimana  kepemimpinan  yang  dilaksanakan  oleh  top  manajer pada CV. Dharma Utama.
 3.  Untuk mengetahui Apakah kepemimpinan pada CV. Dharma Utama dilakukan  sesuai dengan konsep Model Kepemimpinan Islami.
 Dalam penelitian ini diharapkan adanya kegunaan bagi pihak-pihak yang  bersangkutan yaitu sebagai berikut:  1.  Bagi  Peneliti,  adalah  sebagai  pengetahuan  dalam  dunia  kepemimpinan,  khususnya tentang model kepemimpinan yang Islami.
 2.  Bagi Perusahaan, adalah sebagai pengetahuan dalam mengembangkan kualitas  kepemimpinan, khususnya penerapan model kepemimpinan yang Islami.

 3.  Hasil  penelitian ini  diharapkan  menjadi  input  bagi  para  praktisi  dan  peneliti  dalam  rangka  konstribusi  kajian  ilmiah  untuk  meningkatkan  kualitas  kepemimpinan pada perusahaan, terutama dalam pencapaian tujuan.

Download lengkap Versi PDF