BAB PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Diabetes mellitus (DM) adalah suatu sindroma
penyakit metabolisme yang ditandai
dengan hiperglikemia yang terjadi karena defisiensi absolut sekresi insulin atau penurunan aktivitas kerja insulin
atau keduanya (Masharani et al.,2004).
Diabetes telah menjadi penyebab kematian terbesar keempat di dunia. Setiap tahun ada 3,2 juta kematian yang
disebabkan langsung oleh diabetes (Hans
Tandra, 2008). Pada tahun 2000, WHO memperkirakan sedikitnya 171 juta orang di seluruh dunia
menderita Diabetes Mellitus, atau sekitar
2,8% dari total populasi. Insidensnya terus meningkat dengan cepat, dan diperkirakan pada tahun 2030, angka ini
akan bertambah menjadi 366 juta atau
sekitar 4,4% dari populasi dunia. Daerah dengan angka penderita DM paling tinggi di Indonesia, yaitu Kalimantan
Barat dan Maluku Utara yaitu 11,1 %,
sedangkan kelompok usia penderita DM terbanyak adalah 55-64 tahun yaitu 13,5%.
Hiperglikemia pada DM menyebabkan kenaikan
kadar radikal bebas.
Adanya proses autooksidasi pada hiperglikemi
memicu pembentukan radikal bebas.
Radikal bebas dapat merusak membran sel, menjadi lipid peroksida atau malondialdehyde (MDA), bila berlanjut
mengakibatkan kerusakan sistem membran
sel dan kematian sel (Yasa et al., 2007). MDA merupakan produk yang sangat beracun yang sebagian diproduksi
dari peroksidasi lipid yang merupakan
turunan dari produk radikal bebas. Banyak penelitian menunjukkan bahwa kadar MDA konsentrasinya cukup
meningkat pada DM (Slatter et al., 2000).
Biaya pengobatan DM cukup mahal, namun
terkadang efek yang diinginkan belum
tentu tercapai, sehingga saat ini masyarakat mulai banyak menggunakan pengobatan alternatif, yakni
dengan menggunakan obat dari bahan
alami, salah satunya adalah jambu biji merah(Psidium guajava L.).
Buah jambu biji merah diketahui mempunyai
kandungan vitamin C dan beta karoten
sehingga dapat berkhasiat sebagai antioksidan dan meningkatkan daya tahan tubuh (Riana, 2000, dalam Pdpersi,
2004).Selain itu buah jambu biji juga
kaya serat yang larut dalam air dan pektin terutama dibagian kulitnya sehingga dapat mengganggu penyerapan lemak dan
glukosa yang berasal dari makanan yang
bisa mmbuat kondisi diabetes (Hariyadi, 2005, Achyat dan Rasyidah 2000).
Dari penelitian yang dilakukan oleh Tri
Murini, dkk menjelaskan bahwa pemberian
jus jambu biji merah pada tikus putih dengan dosis 50mg/kgBB dapat menurunkan kadar kolesterol total,
trigliseridaa, LDL kolesterol dan menaikkan
HDL kolesterol.
Berdasarkan data-data di atas, peneliti
tertarik untuk melakukan penelitian guna
membuktikan efek pemberian jus jambu biji merah terhadap kadar kolesterol mencit dalam kondisi diabetik.
1.2.Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang dapat dirumuskan
permasalahan sebagai berikut : “Adakah Hubungan Antara Pemberian Jus Jambu Biji
Merah Terhadap Kadar Kolesterol pada
Mencit Diabetik?” 1.3.Tujuan Penelitian Tujuan Umum Untuk mengetahui hubungan
antara pemberian jus jambu biji merah terhadap
gambaran profil lipid pada mencit diabetik.
Tujuan Khs Mengetahui kadar kolesterol pada
kelompok mencit yang telah diinduksi menjadi
diabetes mellitus dan diberikan jus buah jambu biji merah.
1.4.
Manfaat Penelitian Penelitian diharapkan bermanfaat untuk : a.
Masyarakat Hasil penelitian diharapkan dapat dijadikan sebagai
alternatif pengobatan pada pasien
diabetes.
b.
Kalangan Medis Hasil penelitian
ini diharapkan dapat digunakan sebagai
salah satu pengobatan untuk pasien
diabetes.
c.
Peneliti Peneliti akan mendapatkan pengetahuan yang lebih tentang
pengobatan dengan jambu biji dan dapat
menggunakannya untuk pasien-pasien diabetes.
Contoh Skripsi Kedokteran:Pengaruh Pemberian Jus Jambu Biji Merah (Psidium guajava L.) Terhadap Kadar Kolesterol Mencit (Mus Musculus) Diabetik
Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini
Bab I
|
Downloads
| |
Bab II
|
Downloads
| |
Bab III - V
|
Downloads
| |
Daftar Pustaka
|
Downloads
| |
Lampiran
|
Downloads
|
